close
Nuga Sehat

Pengetahuan Lelaki Tentang Seks Itu Minim

Dalam hal seksualitas, kebanyakan pria merasa memiliki gairah yang lebih besar dan ingin lebih dominan dibanding wanita.

Sayangnya, pengetahuan pria tentang wanita sebenarnya tak sebesar yang mereka kira, padahal agar dapat memuaskan pasangannya pria perlu membekali diri dengan hal-ihwal seksualitas perempuan.

Begitu banyaknya perbedaan di antara pria dan wanita sehingga ada yang menyebut kedua gender ini berasal dari planet yang berbeda.

Walau begitu, sebenarnya perbedaannya tak sebanyak yang selama ini dianggap orang, termasuk dalam hal seks.

Dalam sebuah penelitian diketahui bahwa perbedaan pria dan wanita paling terlihat dalam hal empati dan juga kemampuan berpikir logis.

Sementara itu dalam hal takut sukses atau kriteria memilih pasangan, keduanya hampir mirip.

Bagaimana dengan seks?

Kabar baiknya, ternyata tidak ada perbedaan tingkat gairah seks antara pria dan wanita.

Keduanya sama-sama tahu apa yang bisa membuat mereka terangsang. Meski begitu, pria memang lebih sering memikirkan seks dibanding wanita.

Dalam studi empat tahun lalu yang dimuat dalam Journal of Sex Research, para ahli menemukan, rata-rata seorang pria memikirkan seks sembilan belas kali dalam sehari, sedangkan wanita hanya sepuluh kali.

Pria juga selama ini dianggap memiliki libido yang tak berubah meski usia bertambah.

Kecenderungannya memang demikian. Meski berusia di atas empat puluh tahun, libido pria tak banyak berubah dengan yang masih berusia lebih muda, sementara gairah seks wanita mulai menurun.

Kendati begitu, dalam survei yang melibatkan wanita berusia di atas empat puluh tahun terungkap bahwa mereka kini merasa lebih puas dengan kehidupan seksualnya.

Hampir tujuh puluh persen responden juga mengaku sering mencapai orgasme saat berhubungan.

Banyak pria berasumsi dia mengerti apa yang para wanita mau berdasarkan apa yang sudah ia lakukan dengan wanita lain.

Padahal, tidak semua wanita sama. Jadi apa yang Anda lakukan terhadap satu wanita belumlah tentu menyenangkan untuk wanita lain. Ini berlaku tidak hanya dalam seks tapi juga dalam hubungan emosional.

Tidak juga, sebenarnya sensasi yang dirasakan pria saat penetrasi tidak sama dengan apa yang dirasakan wanita.

Sebenarnya bagian dalam vagina kurang sensitif dibandingkan dengan bagian luarnya, seperti klitoris.

Malahan, banyak dari wanita yang merasakan penetrasi yang terlalu dalam, maka justru membuat perut terasa mual seperti saat perut dipukul.

Tidak semua wanita memiliki rangsangan di tempat yang sama.

Misalnya saja banyak dari wanita yang tak bisa merasakan orgasme jika tidak dilakukan stimulasi di klitoris dan bukan vagina.

Tak sedikit pria yang tak tahu cara menyentuh titik sensitif wanita. Padahal, untuk mengetahuinya, cukup tanyakan pada pasangan bagian mana yang ia suka.

Tidak juga, kadangkala terdapat perbedaan di antara para wanita dalam hal “basah”.

Tak selamanya “basah” berarti si dia semakin menginginkan Anda. Demikian juga jika pasangan Anda tidak terlalu “basah” bukan berarti dia tidak menginginkan Anda.

Banyak dari pria yang malu mengungkapkan apa yang mereka inginkan saat berhubungan.

Hilangkan pikiran tersebut karena kaum wanita tidak bisa menebak apa yang Anda mau! Jadi bicaralah, ungkapkan pada mereka apa yang Anda mau.

Kepuasan seksual sebenarnya memang menjadi salah satu ukuran kebahagiaan pasangan suami istri.
Tapi banyak pasangan minim pengetahuan tentang seks.

Umumnya, pasutri hanya memandang seks sekadar kebutuhan lelaki yang harus dipenuhi istri. Padahal semestinya suami yang perlu bertindak sebagai pelayan dalam hubungan seksual.

Banyak akibat yang ditimbulkan dari minimnya pengetahuan dan kurangnya keterbukaan seputar hubungan seksual ini.

Pasutri, atau salah satunya, tidak merasa bahagia dan terpuaskan, terutama wanita yang lebih sulit mengalami orgasme dibandingkan pria.

Dampaknya bukan sekadar persoalan kehidupan seks, tetapi juga kepada kualitas hubungan dan kehidupan rumah tangga.

Kesulitan wanita untuk orgasme disebabkan berbagai hal.

Namun, yang lebih penting untuk diketahui adalah pasutri memahami bahwa wanita bukan pelayan seks.

Artinya, seks dalam hubungan suami-istri bukan sekadar pemenuhan kebutuhan biologis pria tanpa memerhatikan kebutuhan wanitanya.

Bila perlu, pria yang dijadikan pelayan karena lebih sulit membuat wanita orgasme. Pria lebih mudah orgasme karena bentuk penis menonjol dan mudah terangsang, sedangkan kelamin wanita sulit dicapai.

Karena itu, posisi dalam hubungan seks bagi wanita penting.

Pria perlu menemukan bagian peka rangsangan pada perempuan. Selain mengatur posisi yang mampu memberikan rangsangan dan kepuasan seksual perempuan, kekerasan ereksi pada pria juga turut memengaruhi kepuasan seksual perempuan.

Wanita bisa multiple orgasme asal pria bisa mengatur ereksi dan tidak cepat ejakulasia.

Selain rangsangan, posisi, dan ereksi, hubungan seks pasutri juga bergantung pada emosi yang terbangun.

Komunikasi yang terbuka menjadi kuncinya. Edukasi seks menjadi solusi paling dini. Pasutri perlu lebih terbuka memahami berbagai masalah seputar seksual.

Pola pikir juga memengaruhi karena dengan pemahaman seks yang baik, pria tak sekadar minta dilayani dari istrinya, namun juga memberikan kebahagiaan kepada istri, dengan lebih terbuka mengenal kebutuhan seksual wanita.