close
Nuga Life

Ini Dia Usia Wanita Paling Menikmati Seks

Anda termasuk salah seorang wanita yang  sedang menjalani kehidupan keluarga dengan  pasangan atau suami di rentang  waktu yang panjang

Dan, apakah  pernah tahu atau mencatat  di usia berapa ledakan seksual Anda terjadi?

Kalau jawabannya tidak tahu, ikutilah tulisan dari laman situs “metro.uk,” ini.

Nah, sebuah riset kepuasan seksual di Inggris yang mensurvei lebih seribuan wanita bersuami  menjawabnya, di usia tiga puluh  tiga tahun.

Survei ini menanyanyakan kepada  responden wanita pada usia berapa mereka merasa lebih nikmat dan puas dalam berhubungan seksual

Ya, mayoritas menjawab di usia tiga puluh tiga

“Itu merupakan puncak kenikmatan bercinta,”  tulis “metro uk.”.

Usia dua puluhan, menurut hasil survei, masa yang penuh eksperimen dan petualangan.

Biasanya, wanita usia dua puluhan tidak terlalu memedulikan komitmen dalam berhubungan.

Alhasil, mereka pun kurang menikmati dan menganggap serius sebuah hubungan seksual.

Namun, sikap tersebut berubah seiring perjalanan usia dan pengalaman.

Jadi, usia tiga puluh tiga tahun dianggap menjadi fase wanita lebih matang dalam berpikir, jatuh cinta, dan memandang sebuah hubungan seksual.

Hasil survei memperlihatkan bahwa hanya tiga puluh persen persen responden yang memiliki pengalaman bercinta hebat sewaktu usia dua puluhan.

Sementara itu, lebih kurang 90 persen responden wanita mengaku bahwa usia  tiga puluh tiga tahun.

Survei ini memperlihatkan hasil yang serupa dengan studi tahun setahun lalu yang digagas oleh House of Fraser terhadap dua ribu wanita.

Hasil studi itu mengungkapkan bahwa enam puluh empat persen responden wanita merasa lebih seksi dan percaya diri pada usia tiga puluh tahunan.

Sebuah studi lainnya dii Ohio, Amerika Serikat, secara mengejutkan  mematahkan kepercayaan adanya batas usia untuk wanita dalam hal melakukan aktivitas seksual.

Studi yang melibatkan ratusan wanita dengan rentang usia antara empat puluh hingga enam puluh  tahun ini menyimpulkan bahwa wanita bisa terus aktif secara seksual selama pikiran mereka masih menganggap bahwa seks adalah hal penting dalam keseharian.

Semua responden yang terlibat dalam studi ini mengaku masih aktif berhubungan seksual. Studi ini berlangsung jangka panjang karena peneliti terus meneliti kehidupan seksual responden dengan periode empat tahun.

Para peneliti selalu menanyakan mengenai apakah para responden wanita sudah menopause dan menganalisis kondisi fisik mereka.

Pada tahun keempat, semua responden kembali melakukan wawancara dengan peneliti.

Mereka diajukan beberapa pertanyaan mengenai gairah seksual, kesulitan orgasme, stimulasi rangsangan, dan kondisi vagina.

Selain itu, mereka juga ditanya mengenai apakah merasa nyeri saat berhubungan.

Lalu, empat tahun berikutnya, sebanyak 85 persen responden wanita mengaku masih aktif secara seksual dan menganggap seks sebagai aspek penting dalam kehidupan meski sudah memasuki usia senja.

“Hasil studi memperlihatkan bahwa wanita yang menilai seks sebagai faktor penting tiga kali lebih menikmatinya hingga tua.”

“Namun, responden yang menganggap seks tidak penting ditemukan semakin jarang berhubungan seksual,” ujar Holly Thomas, penulis studi dari University of Pittsburgh School of Medicine.

Thomas melanjutkan, hasil studi membuatnya merangkum asumsi bahwa wanita yang berusia paruh baya dan masih aktif secara seksual, maka peluang untuk selalu memiliki kehidupan seksual pada tahun-tahun berikutnya sangat tinggi.

Terakhir, Thomas menambahkan, responden wanita yang tak lagi menikmati hubungan seksual mengeluh mengalami gangguan fisik sehingga kesulitan untuk menikmati aksi ranjang bersama suami.

Sebuah studi lainnya yang dipresentasikan di American Sociological Society oleh periset dari Penn State mengungkapkan pula bahwa hubungan seksual terasa lebih maksimal jika melibatkan perasaan cinta.

Menurut hasil studi ini, periset mengatakan, ketika pasangan yang saling mencintai berhubungan seksual, maka mereka merasakan sensasi seks paling nikmat.

“Ketika wanita merasakan cinta, mereka merasa lebih bergairah karena mereka nyaman dengan pasangan masing-masing. Rasa nyaman tumbuh ketika Anda mencintai pasangan Anda,” jelas Dr Beth Montemmuro, seorang asisten profesor sosiologi.

“Wanita adalah mahkluk emosional sehingga rasa cinta itu sangat penting dalam ekspresi bercinta,” pungkasnya.