close
Nuga Tekno

Facebook Mampu “Bunuh” Akun Palsu

Facebook membuat terobosan baru lewat kemampuan aplikasinya “membunuh” akun palsu yang ditebar oleh peniru nama pengguna lain.

Seperti ditulis laman “ubergizmo,” Minggu, 27 Maret 2016, facebook kini sudah memasuki tahap final dalam pengujian alat yang mampu memberi semacam peringatan kepada pengguna jika ada akun baru yang menggunakan nama dan foto profil mereka.

“Saat Facebook mampu mendeteksi akun tiruan. Mereka sudah menyiapkan alat dengan meminta si pemilik akun asli agar memberi tanda di profil tipuan itu,”tulis “ubergizmo,” mengutip rilis dari blog resmi Facebook.

Lantas setelah diberi tanda?

Facebook akan mengevaluasi akun-akun palsu tersebut secara manual.

Hal ini bertujuan memerangi tindak penipuan serta pelecehan di ranah online.

Perusahaan garapan Mark Zuckerberg itu mengatakan, timnya telah mengembangkan dan melakukan serangkaian uji coba sejak November lalu.

Dari situ, Facebook mengaku telah menguji ke tujuh puluh lima persen penggunanya.

Situs Mashable juga melaporkan, adanya pelecehan secara online dan terus-menerus di media sosial.

Perusahaan penyedia layanan media sosial juga selama ini dinilai harus lebih rensponsif.

Facebook juga sedang mengembangkan fitur anti pelecehan dan kekerasan demi menjamin keselamatan pengguna wanita saat menggunakan layanannya.

Aplikasi media sosial Path terlihat mirip dengan Facebook yang terlihat dari upaya mereka meninggalkan hal yang bisa merepotkan pengguna, dan memberi fitur-fitur yang memudahkan.

Dalam pembaruan aplikasi hari ini, Path berkata hendak memberi pengalaman pengguna yang lebih mulus.
Namun, ini baru diperbarui untuk Path versi Android dan bakal menyusul di iOS.

Dalam setiap update, kami ingin menyajikan pengalaman menggunakan Path yang lebih baik dan kami berharap perubahan ini dapat membantu menghubungkan pengguna kami dengan teman-teman terdekat.

Facebook membuat sebuah tool yang bisa mengenali profil palsu. Alat tersebut sudah mulai diuji sejak November tahun lalu dan sudah dipasang di tujuh puluh lima persen akun milik pengguna.

Facebook mengembangkan alat itu dengan tujuan memerangi aktivitas berbau pencemaran nama baik atau bullying di dalam platform jejaring sosial miliknya.

Cara kerjanya, seperti dilansir KompasTekno dari The Verge, Jumat (25/3/2016), tool itu pertama-tama akan memindai akun-akun palsu dan mencari tahu foto siapa yang digunakan untuk membuat akun tersebut.

Pemilik akun asli akan mendapatkan notifikasi bahwa nama serta foto mereka telah dipalsukan dan dipakai membuat akun baru.

Selanjutnya tinggal bubuhkan bendera pada akun palsu yang ditemukan. Khusus akun bertanda bendera ini, Facebook akan mengkajinya secara manual sebelum memutuskan langkah berikut.

Selain alat pemburu profil palsu tersebut, Facebook juga sedang menguji cara lain yang bisa mengantisipasi tindak bullying atau upaya pencemaran nama baik.

Cara yang dimaksud antara lain adalah member pilihan bagi pengguna untuk membubuhkan bendera pada foto yang dinilai menyinggung.

Media sosial buatan Mark Zuckerberg itu juga selalu mengingatkan pengguna untuk memeriksa pengaturan foto milik mereka.

Misalnya soal siapa saja yang boleh dan tidak boleh melihat foto tersebut.

Facebook merilis verifikasi akun menggunakan identitas asli. Sejumlah selebritas dan tokoh yang memiliki subscriber banyak di Facebook, akan dikirimi pilihan untuk memverifikasi akun, ketika login di Facebook.

Hal ini dilakukan Facebook untuk mengurangi kesalahan pengguna men-subscribe akun yang salah.

Belajar dari kesalahan Twitter yang pernah salah memverifikasi akun istri Rupert Murdoch, Facebook menerapkan sistem verifikasi menggunakan paspor, SIM, dan kartu identitas perusahaan yang di-scan dan dikirimkan ke Facebook.

Kartu yang di-scan juga bisa menggunakan kartu kredit, kartu pelajar, kartu perpustakaan, atau akte kelahiran. Scan kartu identitas asli tersbeut harus berwarna, menunjukkan nama asli dengan jelas, dan memiliki informasi sensitif yang rahasia.

Untuk menjaga kerahasiaan identitas pengguna, Facebook akan segera menghapus foto scan identitas yang dikirimkan ke Facebook, setelah proses verifikasi berhasil.

Dengan kata lain, Facebook hanya butuh untuk melihat dan memastikan bahwa pemilik akun adalah orang yang asli, sesuai dengan nama yang terdaftar.

Saat melakukan pendaftaran verifikasi akun, pengguna akan diberi pilihan untuk menampilkan nama asli dan nama panggilan yang akan tampil di samping nama asli.

Misalnya Stefani Germanotta alias Lady Gaga, bisa menggunakan Account Verified untuk memverifikasi bahwa dia adalah Stefani Germanotta.

Ia bisa menampilkan namanya sebagai “Stefani Germanotta”, atau menampilkannya sebagai hanya “Lady Gaga” dan nama Stefani Germanotta akan muncul pada halaman profilnya.

Langkah terakhir adalah memasukkan hasil scan kartu identitas asli yang berwarna dan jelas terbaca.

Jika Twitter dan Google Plus memiliki simbol verifikasi untuk menunjukkan bahwa akun tersebut asli, Facebook justru tidak melakukannya.

Setelah pengguna memverifikasi akunnya, keuntungan yang didapat akan langsung terasa, yakni nama akunnya akan sering muncul di halaman saran dari Facebook. Kolom ini biasanya terdapat di kanan atas halaman depan Facebook, seperti gambar berikut :

Tags : slide