close
Nuga Sport

Rossi Catatkan Jumlah Lomba Terbanyak

Valentino Rossi akan mencatatkan dirinya sebagai pebalap yang mampu berlomba di tiga ratus lima kali  dan akan menorehkan pencapaian luar biasa saat tampil di GP Argentina, akhir pekan ini.

“The Doctor akan menjalani balapan ketiga ratus lima puluh di ajang balap motor Grand Prix,” tulis laman situs terkenal “crash,” hari ini, Kamis, 06 April, sebagai penghormatan untuk pebalap gaek asal Italia itu.

Melakoni debut di kelas bawah  pada balapan GP Malaysia, di dua puluh satu tahun silam, Rossi sudah tampil di tiga ratis empat puluh sembilan balapan Grand Prix sejak saat itu.

Data dari situs resmi MotoGP mencatat, Rossi hingga kini masih menjadi pebalap dengan start terbanyak dalam ajang balap Grand Prix. Rossi unggul jauh dari posisi kedua, Loris Capirossi.

Rossi sudah sepuluh bulan tidak merasakan kemenangan di ajang MotoGP. Terakhir mantan pebalap Ducati dan Honda itu merasakan kemenangan di GP Katalonia

Musim ini, yang baru berlangsung di GP Qatar, 26 Maret lalu, Rossi finis di posisi ketiga.

Akhir pekan ini Rossi akan tampil di GP Argentina.

The Doctor memiliki rekor cukup impresif pada balapan yang digelar di Sirkuit Termas de Rio Hondo. Rossi berhasil meraih kemenangan pada musim dua tahun lalu, sedangkan musim lalu menjadi runner-up di belakang Marc Marquez.

Rossi sendiri mengaku sudah menemukan kembali motivasi yang dibutuhkannya untuk tampil di MotoGP musim ini. Sebelumnya, Rossi mengatakan sulit mendapatkan motivasi untuk tampil di tes pramusim.

“Tes berbeda dari balapan. Sejujurnya saya sudah merasa sedikit tua, jadi sulit untuk tampil bagus tanpa adanya motivasi dan tekanan balapan,” ujar Rossi kepada Speedweek.

Balapan MotoGP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Minggu ini, akan menjadi ujian bagi  Rossi, karena ia  khawatir kondisi aspal Sirkuit Termas de Rio Hondo akan menyulitkan motornya.

Rossi mengalami kesulitan dengan ban yang disediakan Michelin untuk MotoGP musim ini.

Pebalap asal Italia itu menganggap ban Michelin musim ini terlalu lunak, dan Rossi mengaku tidak percaya diri ketika memasuki tikungan.

Di GP Qatar, 26 Maret lalu, Rossi berhasil mengatasi masalah tersebut setelah balapan digelar malam hari, di saat suhu aspal Sirkuit Losail menurun.

Kondisi tersebut membuat ban depan Michelin tidak cepat terdegradasi.

“Ini bukan awal musim yang mudah. Kami bekerja begitu keras sepanjang tes pramusim, tapi sepanjang akhir pekan di Qatar kami mampu memperbaiki sejumlah hal, terutama bagian depan. Saya senang bisa meraih podium di Qatar,” ujar Rossi seperti dikutip dari Crash.net.

Bagi Rossi, balapan di GP Argentina merupakan pertaruhan bagi Yamaha. Pasalnya, ini adalah untuk kali pertama setelan motor M1 di GP Qatar akan cocok dengan Sirkuit Termas de Rio Hondo di Argentina.

Kondisi aspal di Sirkuit Termas de Rio Hondo juga mengkhawatirkan Rossi. Pebalap 38 tahun itu menganggap aspal Sirkuit Termas de Rio Hondo menyulitkan para pebalap di musim lalu.

“Sekarang kami akan pergi ke Argentina. Ini adalah trek yang sangat saya sukai, dan saya senang tampil di sana. Saya berharap kondisi aspal bagus, karena tahun lalu sangat menyulitkan. Saya akan bekerja lebih baik lagi, dan kembali berusaha naik podium,” ucap Rossi.

Sementara itu, legenda balap motor, Loris Capirossi menilai Valentino Rossi bisa memanfaatkan rivalitas yang ada di antara Marc Marquez dan Maverick Vinales untuk merebut titel juara dunia kesepuluhnya.

Setelah kental dengan rivalitas Rossi-Marquez-Jorge Lorenzo di beberapa musim sebelumnya, musim ini Vinales menyeruak meramaikan persaingan.

Dengan kondisi Lorenzo masih berjuang untuk adaptasi bersama Ducati dan Rossi yang sudah makin menua, maka rivalitas Marquez-Vinales adalah topik panas yang dikedepankan musim ini.

Tetapi Capirossi menilai panasnya rivalitas Marquez-Vinales bisa memberi keuntungan bagi Rossi.

“Saya rasa bila Marquez dan Vinales terlibat persaingan sengit dan mereka sama-sama terganggu (fokusnya), maka Valentino Rossi bisa muncul untuk memenangkan titel juara dunia ke-10 dalam kariernya.”

“Hubungan antara Marquez-Vinales tak begitu bagus karena mereka tumbvuh bersama dan telah bertarung sejak kecil. Rossi akan ada di sana dan mengambil keuntungan dengan baik,” ujar Capirossi seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Terkait dengan performa Lorenzo bersama Ducati, Capirossi menilai sang juara dunia MotoGP tiga kali itu belum bisa memaksimalkan motor Ducati.

“Andrea Dovizioso telajh berhasil melakukan balapan yang luar biasa di Qatar. Sementara itu Lorenzo masih susah payah menunggangi Ducati.”

“Bila Lorenzo telah menemukan cara yang tepat, maka motor Ducati akan memberikan perbedaan besar dalam perburuan gelar juara dunia,” ujar Capirossi.

Tags : slide