close
Nuga Sport

Rossi Akui Dirinya Sulit Dapat Motivasi

Walau pun secara sensasional meraih podium di posisi tiga pada seri pertama MotoGO di Losail Circuit, Qatar,  Valentino Rossi, tidak memungkiri dengan usianya yang sudah tiga puluh delapanakan kesulitan mendapatkan motivasi sepanjang musim

Motivasi The Doctor baru muncul ketika memasuki sesi balapan.

Rossi mengalami masa-masa sulit sepanjang tes resmi pramusim MotoGP muswim ini

Pebalap asal Italia itu baru mampu menunjukkan performa impresif ketika balapan GP Qatar, 26 Maret lalu.

Start dari posisi sepuluh, Rossi berhasil finis di posisi ketiga.

Berbicara kepada Speedweek, Rossi mengakui sulit baginya untuk mendapatkan motivasi yang konsisten sepanjang musim. Hal itu yang dirasakan mantan pebalap Ducati dan Honda itu ketika menjalani tes pramusim.

“Tes berbeda dari balapan. Sejujurnya saya sudah merasa sedikit tua, jadi sulit untuk tampil bagus tanpa adanya motivasi dan tekanan balapan,” ujar Rossi.

Rossi justru senang hasil tes pramusim yang didapatnya buruk dan mampu bangkit dalam balapan. Juara dunia Grand Prix sembilan kali itu optimistis penampilannya akan semakin meningkat seiring dengan berjalannya musim.

“Jika saya tampil cepat di tes Sepang dan finis di posisi kesepuluh di Qatar, maka itu akan sangat buruk. Situasinya jauh lebih bagus saat ini. Saya berharap bisa bekerja lebih baik lagi dan mendapatkan sedikit masalah. Tapi, setiap trek memiliki tantangan berbeda,” ucap Rossi.

Finis posisi ketiga membuat Rossi saat in mengoleksi 16 poin. The Doctor tertinggal sembilan poin dari rekan setimnya di Movistar Yamaha, Maverick Vinales, yang memenangi GP Qatar.

Rossi selanjutnya akan tampil di GP Argentina, 7-9 April 2017. Musim lalu Rossi finis di posisi kedua, hanya kalah dari Marc Marquez pada balapan di Sirkuit Termas de Rio Hondo

Sementara itu, Rossi juga diklaim sebagai atlet asal Italia dengan penghasilan terbesar sejak 2000. Sejak berkarier di kelas primer Grand Prix (500cc dan MotoGP) pada 2000 hingga akhir musim 2017, The Doctor diklaim telah menghasilkan 350 juta euro atau setara Rp4,97 triliun.

Dikutip dari Eurosport Italia, rata-rata pendapatan Rossi per tahun adalah 20 juta euro sejak tampil di kelas primer Grand Prix pada 2000. Penghasilan tersebut didapat dari gaji sebagai pebalap, pendapatan dari sponsor, dan perusahaan VR46.

Penghasilan terbesar Rossi terjadi sepanjang musim 2007 hingga 2010. Ketika itu pendapatan per tahun Rossi mencapai kisaran 28 juta euro hingga 32 juta euro. Sepanjang musim 2007 hingga 2010, Rossi berhasil merebut dua gelar MotoGP bersama Yamaha pada musim 2008 dan 2009.

Dari data yang ditunjukkan Eurosport Italia, penghasilan terendah Rossi dalam era MotoGP terjadi pada musim 2014. Ketika itu pebalap asal Italia tersebut hanya meraih 17,5 juta euro atau setara Rp248 miliar dalam satu tahun. Total sepanjang 2000 hingga 2017, Rossi telah menghasilkan 350 juta euro.

Tahun ini Rossi merupakan pebalap MotoGP dengan gaji terbesar ketiga, di bawah Jorge Lorenzo dan Marc Marquez. Namun dengan ketenarannya dan perusahaannya, Rossi mampu meraih pendapatan per tahun lebih besar daripada kedua pebalap tersebut.

Salah satu hal yang mendongkrak pendapatan Rossi tahun ini adalah keberadaan perusahaan VR46. Pada 2015, VR46 sukses meraih keuntungan hingga lebih dari 2 juta euro. Jumlah itu naik 800 ribu euro dari tahun sebelumnya.

VR46 kini bukan hanya sekadar perusahaan merchandise. Pada 2014, VR46 mulai merambah ke dunia balap Grand Prix dengan membentuk tim Moto3. Musim ini VR46 untuk kali pertama beraksi di kelas Moto2.

Menariknya, kehadiran Rossi juga menguntungkan bagi MotoGP. Pihak MotoGP diprediksi akan kehilangan sekitar 90 juta euro dari hak siar, sponsor, dan penjualan tiket jika Rossi pensiun usai musim 2018.