close
Nuga Sport

“Fiesta Terakhir F1 di Sirkuit Sepang”

“Bad news.” Berita buruk, datang dari Sepang Sirkuit, Grand Prix Malaysia, ketika kontributor “nuga,” Mohamed Nasri, Rabu pagi WIB, 25 Maret 2015, mengirim surat elektronik yang mengabarkan balapan Formula One, atau dikenal dengan F1, tidak akan digelar lagi di Sepang musim depan.

“Saya mendapat berita paling layak dipercaya, Sepang akan mengakhiri keberadaannya di kalender F1 untuk musim depan. Otoritas F1 sudah membertitahu ke pemilik Sirkuit Sepang bahwa ini tahun terakhir mereka menggelar lomba di sini. Well,” tulis Mohamed Nasri khusus untuk “nuga.”

Menurut berita yang didapat Nasri, alasan otoritas F1 menghapus Sepang dari kalender lombanya tahun depan adalah, minimnya peminat karena adanya dua pilihan publik dengan GP Singapura.

“Salah satu dari grand prix ini harus di’bunuh’ Dan sepang yang dimatikan. Sementara GP Singapura tetap berlangsung,” tulis Nasri mengutip sumber pengelola Sirkuit Sepang.

Akhir pekan ini, Minggu siang, 29 Maret 2015, akan menjadi kemeriahan dan keseruan Formula One yang mampir di Malaysia. Balapan seri kedua tahun ini, setelah lomba pembuka di Alber Park, GP Australia, bakal jadi balapan terakhir kalinya digelar di sana.

Di awal tahun ini, pengurus olahraga balap Malaysia yang diwakili Razlan Razali sempat terbang ke London untuk membahas soal kontrak dengan bos F1, Bernie Ecclestone. Pasalnya, kontrak GP Malaysia dengan F1 akan rampung pada musim 2015 ini.

Nah, menjelang digelarnya GP Malaysia akhir pekan ini, deal soal perpanjangan kontrak tersebut masih belum tercapai. Nilai yang diminta Ecclestone soal fee race nampaknya masih jadi batu sandungan. Untuk itu, gelaran nanti bukan tidak mungkin akan jadi gelaran terakhir F1 di Negeri Jiran.

Baru-baru ini, Chairman Sepang, Mokhzani Mahathir, yang juga anak mantan PM Malaysia Mahathir Mohamed, mengatakan bahwa kedua belah pihak masih intens berkomunikasi.

“Negoisasi difokuskan soal biaya untuk menggelar balapan selama tiga tahun ke depan. Kami ingin memperpanjang kerja sama ini. Kami jelas ingin mempertahankan tradisi F1 di Malaysia,” ungkap Mahathir seperti dikutip dari PaddockTalk, Rabu, 25 Maret 2015.

“Tapi, kami juga harus mempertimbangkan kondisi ekonomi. Sampai sekarang belum ada kesepakatan yang tercapai,” tegasnya.

Di sisi lain, Mahathir juga mengonfirmasi kalau tim juara bertahan Mercedes telah memperpanjang kontraknya dengan Petronas, perusahaan minyak milik pemerintah Malaysia.

“Berita bagusnya adalah Petronas telah memperpanjang kerjasama dengan Mercedes untuk tiga tahun lagi. Semoga dalam waktu dekat ini ada berita bagus lainnya,” tutupnya.

Dalam kabar lainnya, walau F1 sukses menarik minat banyak orang, namun tidak serta merta membuatnya sudah sempurna.

Kritik itu dinyatakan Claire Williams, deputi tim balap Williams Formula One, yang merasa masih banyak kekurangan di dalam ajang balap F1.

Seperti yang ditulis Crash, Rabu, 25 Maret 2015, Claire merasa F1 butuh untuk banyak membangun komunikasi dengan publik, khususnya para pecinta F1. Menurutnya, hal ini diperlukan untuk membantu arah masa depan olahraga jet darat ini.

“Sebagai tim, kami mungkin butuh untuk melakukan lebih banyak riset untuk mendengar dan mengetahui apa yang fans inginkan sebenarnya untuk mencegah hal-hal yang mungkin tidak menarik untuk mereka,” tutur wanita berusia 38 tahun ini.

Lebih lanjut, Claire menjelaskan bahwa saat ini F1 sudah bertahun-tahun lamanya tidak melakukan survei publik.

Padahal menurutnya, apabila F1 lebih banyak melakukan riset kepada para penggemarnya, maka hal ini akan menjadi masukan yang sangat baik untuk mereka dan membuat F1 menjadi salah satu ajang olahraga yang semakin baik lagi.

“Kami pikir F1 adalah suatu ajang yang hebat saat ini. Namun apabila nantinya ada komunikasi dengan publik, hal itu akan membuat kami akan menjadi lebih baik lagi.”

“Fokusnya adalah mengubah mesin formula dan regulasi teknis yang membuat mobil-mobil menjadi lebih inovatif, sehingga hal itu nantinya dapat merepresentasikan F1 itu sendiri,” jelasnya.

sumber : crash, planetf1 dan kontributor “nuga” di KL

Tags : slide