close
Nuga Sehat

Tidak Bagus Memiliki Kolesterol Baik Tinggi

Anda memiliki kolesterol baik yang banyak?

Dan apakah itu berarti sehat?

Jawabnya tidak

Sebab  memiliki kolesteraol baik yang banyak juga tidak sehat

Kolesterol adalah zat seperti lilin yang ditemukan di dalam lemak darah Anda. Zat ini sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun sel yang sehat.

Namun jika kadarnya berlebihan, kolesterol dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti penyakit jantung.

Sebab  kadar kolesterol total yang dianjurkan adalah di bawah dua ratus lima puluh miligran desiliter

Untuk kolesterol jahat  sebaiknya di bawah seratus tiga puluh mg/dL, dan akan lebih optimal bila dapat mencapai di bawah seratus0 mg/dL.

Terkait kolesterol baik, banyak yang menduga bahwa semakin tinggi kadarnya, semakin besar pula manfaatnya.

Namun, penelitian yang dilansir dari Newsweek.com rupanya tak setuju dengan anggapan itu.

Ya, penelitian tersebut mengatakan bahwa kadar kolesterol baik yang tinggi juga dapat mengganggu kesehatan.

Penelitian sebelumnya mengatakan bahwa rendahnya kadar kolesterol baik  dapat membuat pembuluh darah arteri tersumbat, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung maupun serangan jantung.

Di sisi lain, peneliti dari Emory University School of Medicine, Marc Allard-Ratick, mengatakan bahwa kadar kolesterol baik yang terlalu tinggi juga tidak baik bagi kesehatan.

“Pada umumnya, dokter mengatakan kepada pasien bahwa semakin tinggi kolesterol baik, maka akan semakin bermanfaat pula.

Namun, kebenaran tentang pernyataan tersebut mesti dikaji ulang lewat sejumlah penelitian,” ungkapnya.

Para peneliti di Emory University School of Medicine mempelajari kadar kolesterol dan risiko serangan jantung serta kematian pada lima ribuan orang.

Sebagian besar peserta memiliki penyakit jantung dengan usia rata-rata enam puluh tiga tahun.

Ketika peserta ditinjau kembali sekitar empat tahun kemudian, tujuh ratus lebih di antaranya telah meninggal karena penyakit jantung.

Kejadian itu menghasilkan kurva berbentuk U, yang artinya: mereka dengan tingkat kolesterol baik  rendah dan sangat tinggi adalah yang paling berisiko mengalami kematian.

Disebutkan bahwa orang dengan tingkat kolesterol baik  yang lebih tinggi dari enam puluh mg/dL memiliki risiko lima puluh persen lebih besar untuk mengalami kematian akibat masalah jantung dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar HDL antara empat puluh satu hingga enam puluhmg/dL.

Penelitian tersebut membuka cakrawala baru terkait keberadaan kolesteol baik yang terlalu tinggi.

Kendati demikian, butuh penelitian lebih lanjut agar temuan ini dianggap sahih dan dapat dijadikan rujukan di masa depan.

Untuk mencegah berbagai masalah kesehatan, Anda wajib menjaga kadar kolesterol agar tidak terlalu rendah ataupun tinggi.

Batasi asupan lemak jenuh yang terkandung dalam butter, minyak kelapa, santan. Lebih baik menggunakan minyak sehat, seperti minyak zaitun atau minyak kanola.

Hindari asam lemak trans yang terkandung dalam margarin padat, crackers, kue-kue (cookies), mentega, dan lainnya.

Batasi konsumsi daging berlemak, seperti kornet, steak, daging iga, daging giling, kambing, sosis, dan produk olahan daging lainnya.

Batasi juga konsumsi jeroan, seperti hati dan ginjal. Sebagai gantinya, konsumsilah daging ayam tanpa kulit, daging sapi tanpa lemak, dan ikan.

Batasi konsumsi daging merah, ayam dan ikan tidak lebih dari dua porsi sehari, dengan ukuran kurang lebih dua telapak tangan.

Hindari konsumsi kuning telur secara berlebihan. Konsumsi kuning telur satu kali sehari bisa dianggap aman untuk kadar kolesterol Anda.

Batasi konsumsi susu berlemak, termasuk keju, krimer, dan lainnya.

Hindari makanan siap saji, seperti hamburger, kentang goreng, gorengan dan sejenisnya karena memiliki kadar lemak jenuh yang sangat tinggi.

Kombinasikan hal di atas dengan penerapan gaya hidup sehat, berolahraga secara rutin dan teratur, cukup istirahat, hindari rokok maupun alkohol.

Dengan demikian, kadar kolesterol baik (HDL) bisa terus berada di rentang normal.