close
Nuga Sehat

Salah, Kala “Sarapan” Dianggap Tak Sehat

Anda tahu bahwa “sarapan,” atau makan pagi, atau pun “breakfast” dianggap oleh para ahli kesehatan sebagai waktu makan paling penting ketika Anda memulai hari?

Kebanyakan pakar diet menegaskan pentingnya sarapan setiap hari.

Menurut mereka, sarapan akan memberikan asupan energi yang cukup guna menjalani aktivitas seharian, sekaligus menjaga berat badan yang sehat.

Selain itu, perut yang terisi di pagi hari bisa mengurangi nafsu makan saat siang.

Dan Anda juga, secara sadar atau tidak sadar, sering membuat sarapan menjadi tidak sehat.

Majalah terkenal “Readers Digest” dalam tulisan terbarunya di rubrik “health”nya, mengingat Anda tentang kealpaan harian yang dilalui ketika mengabaikan arti sehat di waktu sarapan.

Pertama, tulis “Digest,” Anda melakukan kesalahan dengan mengasup jumlah kalori berbeda setiap harinya.

Menurut sebuah penelitian terbaru di Inggris, seseorang yang paling sering mengkonsumsi menu sarapan yang bervariasi jumlah kalorinya akan mengalami kemungkinan hingga sembilan puluh persen untuk memiliki pinggang yang besar.

Pinggang yang lebar bukan hanya mengganggu penampilan tapi juga menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung.

Kesalahan lainnya adalah terlalu sedikit saat sarapan. Kebiasaan ini, menurut sebuah studi di Israel tahun 2013, terutama pasien diabetes yang memakan sarapan bergizi mereka dalam porsi besar”

Terbukti selama tiga bulan mengalami penurunan gula darah dan tekanan darah tiga kali lebih besar daripada orang yang makan dalam porsi yang lebih kecil.

Sarapan tinggi protein juga dapat menurunkan kadar ghrelin, “hormon pemicu rasa lapar.”

Pennsylvania State University meneliti serpihan sereal gandum dengan berbagai ukuran

Dari hasil penelitian tersebut ditemukan, seseorang yang mengkonsumsi serpihan sereal dalam ukuran yang lebih kecil akan mengkonsumsi lebih banyak kalori dibandingkan dengan seseorang yang mengkonsumsi sereal dengan serpihan yang lebih besar.

Anda termasuk wanita gemuk yang menambahkan kacang atau selai kacang untuk sarapan?

Kalau iya, seperti dilaporkan, akan merasa lebih kenyang hingga dua belasjam setelahnya.

Kacang akan meningkatan kadar peptida YY, hormon yang membantu Anda merasa kenyang setelah makan.
Pertanyaan lain sering muncul, apakah sarapan memengaruhi kenaikan atau penurunan berat badan?

Studi menemukan, sarapan tidak berpengaruh terhadap kenaikan ataupun penurunan berat badan.

Sehingga melewatkan sarapan pun tidak memberikan dampak apapun pada responden yang dilibatkan dalam studi ini.

Studi baru yang dipublikasi dalam American Journal of Clinical Nutrition secara keseluruhan, peneliti menemukan, tidak ada penurunan berat badan yang signifikan antara orang yang melewatkan sarapan dengan orang yang tidak.

Mereka berharap, temuan ini dapat meluruskan mitos mengenai teknik penurunan berat badan.

“Hal-hal yang berkaitan dengan penurunan berat badan yang secara umum dipercaya belum tentu benar. Kini kami menemukan salah satu hal yang dipercaya ternyata tidak benar ketika dites,” kata David Allison, direktur dari pusat kesehatan nutrisi obesitas di universitas yang sama.

Allison dan timnya berharap bisa melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui alasannya kenapa makan atau melewatkan sarapan tidak mempengaruhi penurunan berat badan. Sehingga mereka bisa mengevaluasi apa yang penting untuk diet yang sehat.

sumber : reader digest dan healthday

Tags : slide