close
Nuga Bola

“Saya Tak Akan Mundur Kecuali Dipecat”

Jose Mourinho berada dalam posisi galau setelah di laga-laga awal Liga Primer dan Liga Champions, Chelsea diterpa kekalahan demi kekalahan sehingga munculnya tuntutan untuk memecatnya dari Stamford Bridge.

Kegalauan Mourinho ini makin menjadi-jadi setelah Liverpool resmi memecat pelatih anyarnya Brendan Rodger, Senin, 05 Oktober 2015, sehingga “Special One” langsung memberi pernyataan bahwa ia siap untuk mundur jika kondisi Chelsea makin melorot.

Selain itu, kepada “sky sports,” yang memwawancarainya, Senin, 05 Oktober 2015, Mourinho juga menegaskan jika dukungan di ruang ganti tidak lagi memberi kepercayaan kepadanya ia akan segera hengkang dari The Blues

“Saya akan tetap bertahan di sini kecuali jika para pemain tidak lagi memiliki kepercayaan,” ujarnya dengan nada masih arogan.

Jabatan pria asal Portugal berada dalam tekanan setelah start buruk musim ini dan takluk dari Southampton, Sabtu, merupakan kekalahan keenam The Blues pada musim ini.

Usai laga Mou menegaskan ialah sosok tepat untuk menukangi Chelsea, meski klub kini terpuruk di urutan enam belas, dan ia kembali menyatakan keinginan bertahan di klub.

“Orang mengatakan apa yang mereka inginkan. Saya pikir Anda harus langsung bertanya ke pemain,” ujarnya.

“Lihat daftar di Cobham pekan depan – John Terry tak berangkat dengan tim nasional, Diego Costa tidak pergi, Ramires tidak pergi. Tanyakan pada mereka.”

“Jika mereka bilang kepada Anda tidak percaya kepada saya, itu satu-satunya hal yang bisa membuat saya mundur. Satu-satunya alasan. Tapi bukan sumberi berita palsu. Hanya para pemain yang ada di daftar.”

Jose Mourinho mengisyaratkan Chelsea akan membuat kesalahan bila memecatnya karena ia adalah manajer terbaik dalam sejarah klub.

Pasca kekalahan dari Southampton di Stamford Bridge, Jose Mourinho menekankan bahwa ia tak akan mengambil keputusan mundur dari posisi manajer kecuali klub memang memberhentikannya.

Namun, ia mengindikasikan itu akan menjadi langkah keliru yang diambil Chelsea lantaran dirinya adalah arsitek tim terbaik sepanjang sejarah The Pensioners.

Chelsea, yang meraih trofi juara Liga Primer Inggris secara meyakinkan musim lalu, kini masih terpuruk di papan bawah klasemen sementara.

“Jika klub ingin memecat saya, mereka harus memecat saya, karena saya tak akan lari. Untuk menjadi juara sekarang sangat sulit karena jaraknya sangat besar tapi saya yakin kami akan finis di empat besar,” ujarnya kepada Sky Sports.

“Ini momen krusial dalam sejarah klub ini karena jika mereka memecat saya, mereka memecat manajer terbaik yang pernah dimiliki klub ini. Pesan yang muncul adalah hasil-hasil ini merupakan kesalahan sang manajer.”

“Ini adalah momen bagi semua orang untuk mengemban tanggung jawab mereka dan tetap bersama-sama.

Sebelumnya Mourinho sempat mengeluarkan komentar menarik saat diwawancarai seorang reporter televisi usai pertandingan Liga Inggris melawan Southampton di Stadion Stamford Bridge

Mourinho langsung mencerocos begitu mikrofon disodorkan padanya. Manajer asal Portugal itu menilai wasit yang memimpin pertandingan tidak membuat keputusan dengan benar.

Jose Mourinho juga mengeluh bahwa Asosiasi Sepak Bola Inggris sering bersikap diskriminatif terhadap Chelsea. Tapi, yang paling menarik dari semua itu adalah pernyataan Mourinho soal nasibnya di Chelsea.

“Jika klub ingin menyingkirkan saya, mereka harus memecat saya, karena saya tidak akan mundur,” kata Mourinho.

“Menjadi juara sekarang sangat sulit karena jaraknya sangat jauh, tapi saya percaya kami bisa finis di empat besar.”

Menurut Mourinho, ini adalah momen krusial dalam sejarah Chelsea. “Kalau mereka memecat saya, mereka memecat manajer terbaik yang pernah mereka miliki,” ujarnya.

Chelsea musim ini tidak seperti tipikal tim-tim Jose Mourinho sebelumnya: amat rapuh di lini belakang. Usai kalah dari Southampton, ada sederet catatan tak mengenakkan untuk lini belakang The Blues.

Lini pertahanan yang kokoh serta organisasi permainan yang rapi sesungguhnya sudah jadi kebiasaan Mourinho, bahkan sejak menangani FC Porto lebih dari satu dekade silam.

Maka, jangan heran jika tim-tim besutan Mourinho bisa kebobolan amat sedikit dalam satu musim.

Ambil contoh pada sepuluh musim lalu, ketika Mourinho pertama kali menangani Chelsea. Pada musim di mana The Blues tampil sebagai juara Premier.

Mourinho bukannya tidak sadar bahwa lini belakang timnya musim ini butuh pembenahan. Buktinya, ia ngotot untuk mendatangkan John Stones dari Everton di bursa transfer musim panas, meski akhirnya berujung kegagalan.

Pada laga melawan Southampton di Stamford Bridge, bek-bek Chelsea terlihat keteteran meladeni duel satu lawan satu dengan pemain-pemain depan Soton.

John Terry, yang kembali masuk starting XI, tidak tampil maksimal.

Pada dua gol terakhir Soton, Chelsea salah membaca pergerakan tanpa bola yang dilakukan Sadio Mane dan Graziano Pelle. Pada gol Pelle, Terry terpancing masuk ke dalam sehingga membuat ruang Pelle, yang berada di sisi kanan, terbuka lebar.

Tandem Terry, Gary Cahill, kesulitan untuk melakoni duel udara dengan Pelle. Ini juga terlihat pada gol pertama Soton, di mana Cahill gagal mengantisipasi umpan panjang dan membiarkan Pelle membelokkan bola ke arah Steven Davis

Tags : slide