Spanduk “Palsu” Minta van Gaal Dipecat

Penulis: Darmansyah

Kamis, 17 Desember 2015 | 09:37 WIB

Dibaca: 0 kali

Spanduk “palsu” yang diterbangkan di langit Old Trafford, yang minta Louis van Gaal di pecat, dan disebarkan di jejaring media sosial Twitter, membuat gaduh publik Manchester United lewat beragam tanggapan lurus dan miring.

Kasus spanduk ini persis sama dengan yang pernah terjadi saat zaman David Moyes, yang berkahir dengan diusirnya sang pelatih dari Old Trafford lewat kompensasi besar.

Surat kabar terkenal dari Manchester, “Manchester Evening News”mlansung menulis berita dengan menyatakan cara itu sepertinya digunakan oleh sekelompok penggemar MU yang sudah gerah dengan performa van Gaal.

Di pekan ini, MU harus menelan dua kekalahan, yakni tersingkir dari Liga Champions dan dikalahkan Bournemouth.

Namun, dalam permberitaan itu dipastikan juga, spanduk tersebut tidak diterbangkan di atas Old Trafford seperti yang telah ramai diberitakan sebelumnya.

Mereka menyebarkan foto tersebut di media sosial untuk melihat sejauh mana respons pihak lain.

Netizen yang ikut larut dalam spekulasi pemecatan van Gaal memberikan reaksi yang beragam. Hanya saja, suara yang pro kepada juru taktik asal Belanda tersebut kalah banyak dari yang menyatakan setuju dia dipecat.

Gelombang kritik terhadap Manchester United tak hanya ditujukan kepada sang pelatih, Louis van Gaal.
Sejumlah nama pemain berlabel tinggi MU juga tak luput dari sasaran kritik pedas.

Salah satu yang menjadi sasaran kritik adalah bintang anyar Setan Merah asal Jerman, Bastian Schweinsteiger.

Schweinsteiger yang didatangkan MU awal musim ini, dianggap tak cocok bermain di Liga Inggris. Di samping itu, aksinya bersama MU justru membuat permainan membosankan.

Komentar pedas ini tak datang dari sembarang orang.

Kritik datang langsung dari mulut mantan bintang Barcelona dan Timnas Inggris, Gary Lineker.

“Schweinsteiger tidak cukup baik saat ini. Cara United bermain tidak cocok untuknya. Manchester United membosankan, sepakbola berjalan lambat di bawah Louis van Gaal,” kata Lineker kepada Bild.

“Dengan Schweinsteiger, perhatiannya adalah pada kontrol bola. Saya akan membiarkan dia bermain lebih bebas. Saya yakin dia akan membaik, tapi dia memiliki dilema. Dia perlu waktu untuk membiasakan diri dengan permainan Inggris,” ucapnya.

Tak hanya itu, Lineker juga melihat jika potensi yang dimiliki kapten Timnas Jerman ini juga sudah hampir habis, di usia yang sudah menginjak tiga puluh satu tahun.
Hal ini juga jadi salah satu penyebab turunnya performa Schweinsteiger.

Schweinsteiger didatangkan MU dari Bayern Munich awal musim ini

Sementara itu berita gaduh lainnya datang dari loronmg kamar ganti Manmchester United.

Kiper utama Manchester United, David De Gea menepis kabar miring yang menyudutkan situasi internal klubnya.

Dia menegaskan, tidak ada masalah yang terjadi dan tim dalam situasi kondusif.

Suasana kamar ganti MU dikabarkan sedang bergejolak.

Sejumlah pemain senior MU kesal dengan gaya kepemimpinan manajer MU Louis van Gaal.

Para pemain senior dikabarkan frustrasi dengan startegi bermain dan metode pelatihan Van Gaal.

Namun, De Gea menegaskan, kabar itu tidak benar. Dia menyatakan, seluruh pemain MU dalam suasana emosi yang bagus.

“Kondisi tim sangat luar biasa. Kondisi kamar ganti penuh kebersamaan dan solid. Kami semua para pemain juga penuh kegembiraan,” kata De Gea kepada Inside United, seperti dilansir Goal.

“Dan saya pikir, kondisi ini sangat penting terhadap tim jika menginginkan pencapaian besar. Saya pikir, kami juga punya skuad muda yang tampil padu dengan baik di skuad ini,” lanjutnya.

Tidak hanya kegaduhan, mentalitas Manchester United juga telah sampai pada titik terendah.

Isyaratnya datang dari dibatalkannya pesta jelang Natal dan Louis van Gaal memberikan libur dua hari untuk skuadnya demi meningkatkan kembali mood para pemain.

Tetapi, hal itu tak memberikan garansi.

Pasalnya, menurut sumber dari dalam MU yang enggan disebutkan namanya pada Goal, kondisi mentalitas dalam skuad tim utama ini yang paling buruk selama ia berada di Carrington, markas latihan “Setan Merah”.

Menurutnya, beberapa pemain bahkan sudah kehilangan hasrat untuk mengikuti filosofi Van Gaal. Sang pelatih memang tengah dalam tekanan setelah MU gagal menang dalam lima laga terakhir.

Para pemain akan mengikuti acara Natal klub yang biasa dilakukan tiap tahun, dan sudah tradisi kalau sang pelatih akan ikut menyajikan hidangan. Acara ini bisa digunakan Van Gaal untuk kembali mendapatkan hati anak asuhnya.

Jelang pertandingan menghadapi Norwich City di Old Trafford hari Sabtu, Van Gaal harus bertarung dengan ruang gantinya sendiri untuk meningkatkan atmosfer dalam tim MU.

Hal tersebut sangat dibutuhkan untuk mengambalikan performa terbaik juara Liga Inggris sebanyak dua puluh kali itu.

Komentar