Ini Dia Wanita Hebat di Balik Misi Pluto

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 18 Juli 2015 | 13:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Ia dipanggil “Mom” dalam tanda dua petik. Bukan terjemahan “leterleijk” dari sebutan “Ibu.” Ia di panggil “Mom” karena posisinya sebagai “bos” dari “Mission Operatiosn Manajer” di “project” News Horizons, misi yang membalikkan sejarah dan temuan Planet Pluto delapan puluh lima tahun lalu.

Ia, Alice Bowman, yang dipanggil “Mom,” oleh seluruh rekan kerjanya di New Horizons, adalah wanita, dan “ibu,” yang membuat dunia bersorak ketika semua asumsi tentang Planet Pluto gugur dan buku teks tentang planet ini harus ditulis ulang kembali.

Alice Bowman adalah pahlawan. Ia “heroes” di balik misi bersejarah. Dan ia juga seorang perempuan. Dan ia juga dipanggil “Mom”.

Ya. Alice Bowman, sang “mom,” adalah sosok yang mengendalikan operasi pesawat penjelajah seukuran piano itu.

New Horizons akhirnya mendekat ke Pluto setelah penjelajahan di luar angkasa selama sembilan setengah tahun.

Pesawat itu berhasil memotret wujud Pluto paling mendetail dan hasilnya membuat dunia harus memperbaiki pemahaman mengenai sistem Tata Surya

“Ini benar-benar kredit bagi kepemimpinan Alice sehingga misi kami bisa melintasi Tata Surya dengan selamat,” kata investigator utama New Horizons, Alan Stern, dari Southwest Research Institute di Boulder, Colorado.

Kolega Bowman di Laboratorium Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins menjulukinya “Batu Karang”.
Julukan lain adalah “Lem yang menyatukan semuanya”. Dia dikenali sebagai sosok yang tenang dan berbicara dengan lembut.

Ketika pengontrol New Horizons melaporkan pesawat itu kehilangan kontak selama sepuluh hari sebelum mendekati Pluto, Bowman tak panik.

“Anda tidak akan tahu kapan dia sedang berada dalam tekanan,” kata Valerie Mallder, Deputy Mission Systems Engineer di New Horizons.

Bowman juga dikenal paling awal masuk kerja dan paling terakhir pulang.

Dia bertanggung jawab pada komunikasi yang terjadi antara ruang kontrol dan New Horizons. Dia juga mensupervisi tim penerbang yang memonitor kesehatan pesawat itu.

Tugasnya juga menyeimbangkan permintaan peneliti, yang biasanya menginginkan data lebih.

Bowman adalah perempuan asal Richmond. Dia putri dari seorang guru dan arsitek. Tak hanya dikenal sebagai ilmuwan, Bowman ternyata jagoan main alat musik bass.

Menjelang perlintasan New Horizons mendekati Pluto, Bowman jarang pulang.

Matras di kantor adalah temannya di kala malam tiba. “Ini yang kami cari selama sembilan tahun dan tak seorang pun bisa menjauhkan saya darinya,” kata dia.

“Kami melakukan segalanya untuk membuatnya sukses.”

Tim New Horizons juga tercatat dalam sejarah sebagai tim misi ruang angkasa dengan jumlah perempuan terbanyak.

Total ada dua ratus orang dalam tim itu dan dua puluh lima persennya adalah perempuan. Tapi ini terjadi seiring waktu.

Kimberly Ennico adalah salah satunya, yang bergabung saat belum banyak perempuan di sana.

“Ketika hanya saya perempuan yang ada dalam ruangan itu, mereka mengira saya seorang sekretaris,” kata ahli astrofisika yang membangun dan mengkalibrasi instrumen di New Horizons itu.

Ennico mengatakan, New Horizons bukanlah misi pertamanya.

Tapi misi ini diakuinya telah mensejajarkan perempuan dan laki-laki di tengah dunia sains yang kurang berpihak pada kaum perempuan.

Tidak hanya mereka di dalam tim yang bersorak dengan berhasilnya misi yang di”komandani” oleh “Mom” ini, tapi fisikawan kondang Stephen Hawking tak mau ketinggalan untuk memberi aplaus pada Bowman.

Ia secara khusus memberi selamat kepada Bowman lewat New Horizons-nya yang telah berhasil melintasi Pluto dari jarak terdekat.

“Miliaran kilometer dari Bumi, pesawat robotik mungil ini akan memperlihatkan kita kilasan awal dari Pluto, sebuah ‘dunia’ dingin misterius yang paling jauh di sistem tata surya,” ungkap Hawking dalam sebuah video yang ia publikasikan di laman Facebooknya.

Si jenius itu melanjutkan, “penelitian dari New Horizons ini mampu membantu kita untuk memahami lebih baik lagi bagaimana sistem tata surya ini terbentuk. Kita melakukan eksplorasi karena kita manusia dan kita punya hasrat tinggi untuk tahu.”

Pesawat sebesar piano itu memiliki tugas untuk memberikan gambar jelas dan data ilmiah mengenai Pluto dan lima bulannya.

New Horizons mengantongi kurang dari seratus persen data Pluto seiring ia sambangi planet kerdil itu dari jarak yang sangat dekat.

Pesawat nirawak New Horizons yang ditugaskan untuk mencari bukti-bukti akurat dan dekat tentang kondisi Planet Pluto ternyata memiliki spesifikasi seperti PlayStation, konsol video game buatan Sony.

Kendati sama, namun sebagai catatan, prosesor yang dimanfaatkan mempunyai kecepatan yang jauh lebih kencang dari milik PlayStation.

New Horizons sendiri sudah dibuat sejak sembilan tahun lalu. Sementara prosesor yang ditanam di PlayStation ada setahun sebelumnya. Kendati sudah berjarak sepuluh tahun, ‘otak’ ini mempunyai daya tahan yang sangat lama.

“Rasanya sangat menyenangkan,” kata pimpinan investigasi New Horizons, Alan Stern.

“Banyak orang yang bekerja keras untuk misi. Kami telah menyelesaikan penelitian perdana dari sistem tata surya. Sebuah upaya yang dilakukan sejak perintah Presiden Kennedy.”

Keberhasilan New Horizons melintasi Pluto dari dekat itu menjadi sejarah baru bagi AS dan diklaim sebagai satu-satunya negara yang pernah mengunjungi tiap planet di dalam sistem tata surya.

Sejak Presiden John F. Kennedy menjabat, ia memang mendorong agar negaranya itu bisa melakukan pendaratan di Bulan.

Berbekal instrumen apik, New Horizons memiliki tugas mengumpulkan banyak gambar dan data tentang Pluto sendiri dan lima bulannya, yaitu Charon, Styx, Nix, Hydra, dan Kerberos.

Komentar