Harga Emas Dunia di Comex Hari Ini Ambruk

Penulis: Darmansyah

Kamis, 7 Februari 2019 | 09:01 WIB

Dibaca: 1 kali

Harga emas global hari ini, Kamis, 07 Februari di Comex  ambruk untuk  empat sesi berturut-turut . Namun, pasar terus berharap kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global dapat menjaga harga emas.

Harga emas untuk pengiriman April di divisi Comex susut nol koma empat persen  per ounce.

Sebelumnya harga emas sudah melemah dalam tiga sesi terakhir. Harga tersebut ditetapkan dalam titik terendah pada pekan ini.

Sementara itu, harga perak untuk pengiriman Maret  ambruk lebih hebat, tiga belas koma lima  sen atau hampir satu persen  per ounce.

“Sementara logam mulia terlihat memperpanjang kerugian dalam waktu dekat. Penguatan harga masih tetap memegang kendali dalam jangka menengah hingga panjang,” ujar Analis FXTM, Lukman Otunuga, seperti dikutip dari laman Marketwatch

“Selama kekhawatiran pertumbuhan global membebani sentimen pasar dan harapan meningkat atas the Federal Reserves mengambil jeda untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini, emas akan terus bersinar,” ia menambahkan.

Otunuga menuturkan, melihat secara teknikal, harga emas berpotensi naik

“Menerobos di bawah  kemungkinan akan mengundang penurunan kembali ke level psikologis,” ujar dia.

Pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump gagal menawarkan pembaharuan mengenai perkembangan pembicaraan perdagangan antara AS-China. Perang dagang kadang mendukung pergerakan harga emas.

Analis Kitco, Jim Wyckoff menuturkan, banyak pengamat berpikir  Donald Trump akan menyebutkan secara spesifik tentang kemajuan pembicaraan perdagangan AS-China, tetapi tidak ada.

“Namun, pembicaraan perdagangan tampaknya membuat kemajuan, menjelang batas waktu awal Maret untuk capai kesepakatan,” ujar dia.

Kemarin, harga emas bergerak sedikit lebih tinggi didukung ketidakpastian seputar hubungan perdagangan AS-China menjelang pidato  Donald Trump di depan Kongres.

Sementara penguatan dolar AS dan meningkatnya pasar saham global membatasi kenaikan.

Seperti ditulis laman keuangan “blommberg,” Rabu pagi WIB, harga emas di pasar spot naik nol koma dua  persen  per ons, setelah mencapai titik terlemah sejak akhir Januari

Adapun emas berjangka AS menetap tidak berubah

“Kami memiliki State of the Union dan kami masih menunggu lebih banyak data tentang pembicaraan perdagangan,” kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures.

Dia mengatakan, masih ada kekhawatiran politik yang mungkin menambah dukungan untuk emas, bersama dengan kebijakan Federal Reserve AS yang dovish.

Harga emas naik ke level tertinggi sejak akhir April  tahun lalu pada pekan lalu.

Ini setelah Bank Sentral AS mempertahankan suku bunga stabil dan mengatakan akan bersabar untuk menaikkan suku bunga di tengah prospek ekonomi yang mendung karena kekhawatiran pertumbuhan global dan sengketa perdagangan AS-China.

Data pekerjaan AS yang solid telah menghilangkan kekhawatiran tentang perlambatan langsung dalam ekonomi AS.

“Bank sentral mungkin perlu menaikkan suku bunga AS sedikit lebih jauh jika ekonomi berjalan baik,” kata Presiden Fed Cleveland Loretta Mester.

Namun emas cenderung tidak disukai ketika suku bunga naik.

Pasar saham dunia juga memperpanjang penguatannya pada tahun ini, yang membuat emas menjadi investasi yang kurang menarik. Sementara dolar, yang berada di level tertinggi lebih dari satu minggu, berada di jalur kenaikan sesi keempat berturut-turut.

Investor sedang menunggu Pidato Donald Trump pada Selasa, pukul 9 malam waktu setempat, untuk beberapa kejelasan tentang hubungan perdagangan AS-China.

Kemudian kemacetan politik atas pembangunan tembok di sepanjang perbatasan negara itu dengan Meksiko.

Emas diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran tipis, dengan prospek kenaikan lebih lanjut, meskipun tidak ada keraguan dengan beberapa pull-back di sepanjang jalan.

Sementara harga logam mulia lainnya, paladium naik sekitar satu persen  Harga perak turun nol koma dua persen dan platinum turun nol koma empat persen

Komentar