Perut Saya Kembung dan Melilit Dok!!

Penulis: Darmansyah

Selasa, 25 Februari 2014 | 10:50 WIB

Dibaca: 77 kali

Seorang pasien mendatangi klinik langganannya dan mengeluhkan tentang perutnya yang sering meililit dan kadang menyesak ke atas. Sang pasien kepada dokternya mengatakan, mungkin asam lambung tinggi ya, dok.

Sang dokter dengan sabar mendengar ocehan si pasien tentang penderitaan penyakitnya. “Badan saya terasa sangat penuh, cepat lapar tapi cepat kenyang. Kadang agak sulit bernafas dan sering sakit kepala,”

Menurut dokter apa sih penyakit saya dan apa yang harus saya lakukan ? .

Usai menumpahkan seluruh keluhannya, sang dokter menyimpulkan penyakit pasiennya, dalam ilmu kedokteran dikenal dengan istilah dispepsia fungsional. Merupakan kumpulan gejala klinis seperti nyeri, perih, tidak nyaman pada daerah ulu hati, kembung, rasa penuh, cepat kenyang, sendawa, mual, muntah dan sebagainya, tanpa ada kelainan kelainan struktur, organik saluran cerna, dan penyakit metabolik sistemik lainnya.

Ini mah… penyakit biasa. Dengan obat-obatan standar untuk dispepsia bisa teratasai. Penyebabnya, kata sang dokter, tidak pasti. Bisa karena obat-obatan, pola makan tidak sehat, rokok, alkohol, stres dan sebagainya.

Ya, setiap orang mungkin pernah mengalami masalah dengan perut kembung. Kembung adalah pembengkakan abnormal atau peningkatan diameter di daerah perut sehingga perut terasa sangat penuh, yang dapat menyebabkan sakit perut.

Ada banyak penyebab perut kembung, termasuk diet, sindrom iritasi usus, intoleransi laktosa, refluks, dan sembelit. Bila perut kembung terus menjadi masalah rutin buat

Makanya, seperti di tulis situs kesehatan “healthymeup.com,” kembung adalah tanda bahwa makanan tidak dicerna dengan benar oleh tubuh. Kurangnya asupan air akan menyebabkan perut kembung berlebihan.

Minum beberapa gelas air putih akan membantu dalam menjaga keseimbangan natrium dalam tubuh. Namun, pastikan Anda tidak mengonsumsi minuman bersoda sebagai pengganti asupan air. Sebagai gantinya, Anda bisa mencoba menambahkan sedikit jeruk limau dan lada hitam ke air minum.

Disarankan oleh “healthymeup,” kurangilah asupan garam. Utamakan untuk mengonsumsi makanan segar ketimbang yang diproses. Banyak produk makanan dan buah segar yang rendah kandungan garam.

Misalnya, daging segar jauh lebih rendah kandungan garam bila dibandingkan dengan versi olahan seperti ham, sosis dan hot dog. Kedua, periksa label makanan dan pilih produk yang memiliki kandungan garam rendah.

Ketiga, hati-hati ketika Anda memilih pengganti garam. Beberapa makanan yang tinggi kandungan potasium mungkin dapat membantu mengurangi beberapa masalah terkait konsumsi garam, tapi hal ini justru dapat menyebabkan masalah pada ginjal atau jantung.

Waspadai pula konsumsi gula pengganti, seperti – sorbitol, xylitol, maltitol, isomalt, laktitol, manitol, eritritol dan hydrogenated starch hydrolysates (HSH) – yang cenderung menambah rasa kembung.

Produk-produk susu penuh dengan kandungan gula alami, yang disebut laktosa – dapat mengganggu proses pencernaan yang menyebabkan kembung. Bila Anda termasuk laktosa intoleran, pastikan untuk menghindari keju dan yogurt, karena dapat menyebabkan kram.

Makan dalam porsi kecil tidak hanya berguna dalam membantu usaha penurunan berat badan tetapi juga bisa menjadi cara terbaik untuk melawan perut kembung. Makanlah 4-6 makanan kecil sehari dan pastikan untuk makan secara perlahan.

Bangkit dari tempat duduk Anda, jika perut terasa kembung. Jangan pernah melewatkan waktu latihan olahraga, jika perut Anda terasa penuh dan tidak nyaman. Latihan adalah solusi yang sudah terbukti ampuh mengatasi setiap jenis gangguan pencernaan karena membantu mengatur sistem tubuh.

Namun, jika Anda terus merasa kembung, maka mungkin saja Anda mengalami masalah kembung kronis dan dapat menjadi sesuatu yang serius seperti penyakit celiac.

Komentar