Kurang Tidur? Awas Dampak Buruknya

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 24 Desember 2016 | 09:56 WIB

Dibaca: 1 kali

Manusia tidak bisa hidup tanpa tidur

Dan ketika seseorang menunda tidur akan ada dampak buruk yang bisa langsung terasa.

Menurut ahli, orang dewasa butuh antara tujuh sampai delapan jam.

Namun begitu, faktanya hingga enam puluh enam persen orang kekurangan tidur.

Ahli saraf Claudia Aguirre pada TED-Ed menjelaskan ketika seseorang kekurangan tidur maka dampak yang pertama-tama akan muncul adalah kehilangan kemampuan fokus.

Bila kondisi terus terjadi dalam jangka panjang risiko untuk berbagai penyakit seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan kegemukan akan meningkat.

Pada kasus yang ekstrem kelelahan karena kurang tidur bahkan bisa juga menyebabkan kematian.

Claudia memberi contoh ketika empat puluh satu tahun silam seorang remaja bernama Randy Gardner pernah melakukan eksperimen mencoba tidak tidur dan didokumentasikan secara ilmiah.

Pada akhirnya Gardner hanya bisa bertahan tidak tidur untuk sebelas  hari.

“Pada hari kedua matanya berhenti fokus dan setelah itu ia tidak bisa mengidentifikasi objek dengan sentuhan.”

“ Pada hari ketiga Gardner moody dan tidak terkoordinasi. Pada akhir eksperimen dia tidak bisa konsentrasi, memiliki masalah ingatan jangka pendek, paranoid, dan mulai berhalusinasi,” papar Claudia seperti dikutip dari Medical Daily, Sabtu, 24 Desember 2016.

Mengapa kekurangan tidur bisa membuat berbagai dampak negatif diduga karena di otak jadi banyak menumpuk produk limbah hasil sisa metabolisme di siang hari.

Ketika tidur limbah tersebut bisa dibersihkan oleh mekanisme bernama sistem glymphatic.

“Sistem glymphatic ini akan menjadi lebih aktif ketika kita tidur dan ia bekerja menggunakan cairan otak untuk membuang limbah-limbah beracun di antara sel,” ujar Claudia.

Tidur yang berkualitas untuk orang dewasa memang sebaiknya memenuhi delapan jam dalam satu hari. Namun, ternyata itu bukan angka yang mutlak.

Beda usia, beda pula kebutuhan tidurnya.

Kurang tidur tidak hanya membuat badan bertambah gemuk, tapi juga bisa meningkatkan risiko terkena depresi, kelelahan, dan berbagai penyakit lain. Untuk itu, waktu tiduryang ideal sangat dibutuhkan.

Berapa jam waktu tidur ideal yang dibutuhkan?

Jawabannya sederhana, yakni tergantung usia.

Waktu delapan jam adalah standar emas yang disarankan untuk orang dewasa dalam dua puluh empat jam.

Sedangkan untuk kelompok usia lainnya, National Sleep Foundation miliki pedoman waktu tidur ideal yang berbeda-beda.

Tidak selamanya orang bisa menjalani ritual tidur dengan sempurna.

Mimpi buruk, misalnya, bisa  membuat tidur tak nyenyak.

Akibatnya, Anda akan merasa lebih lelah ketika bangun dan membut mood untuk beraktivitas menjadi rusak.

Selain itu, mimpi buruk yang terjadi setiap hari bisa membuat Anda sulit tidur. Hal ini bisa meningkatkan risiko insomnia, yang jika tak ditangani dengan tepat dapat berujung pada stres dan depresi.

Padahal menurut pakar, mimpi buruk bisa dicegah.

Bagaimana caranya?

Ambil langkag sehat  dengan cara menghindari makan makanan berat sebelum tidur. Makanan berat bisa mengganggu sistem metabolisme tubuh.

Hal ini membuat aktivitas otak, terutama pada saat REM yang akhirnya membuat seseorang mimpi buruk.

Jangan nyalakan televise. Acara yang ditonton sebelum tidur berkaitan dengan kondisi emosional seseorang. Oleh karena itu, sangat disarankan televisi dimatikan sebelum tidur.

Jika Anda menganggap tidur adalah kegiatan yang membuat stres, frustasi dan tidak bermanfaat, tentu saja hal ini dapat memicu mimpi buruk.

Tidur merupakan satu-satunya waktu tubuh untuk beristirahat dan akan lebih bermanfaat jika diasosiasikan dengan kesenangan.

jangan langsung lelap kala pulang kerja.

Langsung tidur ketika pulang dari kantor membuat Anda rentan mengalami mimpi buruk.

Sangat disarankan agar Anda melakukan rileksasi terlebih dahulu, misalnya dengan membaca buku atau mandi, sebelum merebahkan badan di kasur.

Seperti yang sudah diketahui bahwa tidur merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh karena tubuh kita membutuhkan istirahat setelah melakukan aktifitas harian, makanya manfaat tidur ini akan berefek pada kehidupan sehari – hari kita.

Ketika sudah jelas bahwa tidur berkualitas ialah sangat bermanfaat, masih banyak orang di luar sana tidak menyadari berapa lama tidur yang dibutuhkan oleh tubuh dan kenapa tidur merupakan hal yang begitu penting.

Dengan tidur yang cukup akan membuat kesehatan anda terjaga dengan baik mengembalikan mood juga dan serta menghindarkan diri dari kantung mata hitam atau biasa disebut mata panda dan berbagai masalah kesehatan tubuh lainnya.

Dengan tidur yang cukup merupakan penerapan dalam hal yang penting yaitu gaya hidup sehat dan bisa bermanfaat untuk pikiran anda, jantung anda, , berat badan dan masih banyak lagi tentunya.

Bila anda tidur dengan waktu yang sebentar maka otomatis pikiran akan terlalu sibuk dalam mimikirkan banyak hal atau yang akan anda serap.

Seperti yang sudah diketahui bahwa selama tidur otak akan bekerja memperkuat ingatan tentang hal yang dipelajari.

Bila anda ingin mencoba untuk mempelajari hal, baik itu hal yang berhubungan dengan fisik ataupun mental maka tentu saja anda mempelajarinya dengan cara mempraktekannya.

Tetapi bila tubuh tidur dengan baik atau cukup maka anda akan mempelajari hal tersebut dengan lebih mudah .

Dengan umpama bila ingin mempelajari sesuau misalnya teknik bermain bola baru, tubuh akan memiliki performa yang apik dan baik setelah tidur dengan cukup.

Terlalu sebentar tidur atau terlalu lama ketika tidur berhubungan dengan umur yang lebih pendek.

Walau belum diketahui pasti apakah memang penyebab atau efek dari durasi tidur tersebut dikarenakan penyakit juga mempengaruhi pola tidur kita.

Komentar