Diet Vegetarian Bisa Cegah Gagal Jantung?

Penulis: Darmansyah

Senin, 19 November 2018 | 14:34 WIB

Dibaca: 1 kali

Untuk Anda tahu  diet berbasis pangan nabati kini menjadi salah satu faktor yang efektif untuk mencegah terjadinya gagal jantung.

Perubahan gaya hidup termasuk dalam hal diet dan pola makan sehat membantu perawatan dan pencegahan kasus gagal jantung

Seperti  laporan terbaru yang dipublikasikan oleh Aggarwal M, Bozkurt B, dan Panjrat G. dalam Lifestyle Modification for Preventing and Treating Heart Failure dalam Journal of the American Collage of Cordiology

Mereka menemukan bahwa pola hidup, seperti manajemen berat badan dan nutrisi, berpengaruh pada risiko gagal jantung.

“Pola makan atau diet yang buruk, kebiasaan olahraga yang kurang, dan stres semuanya berkontribusi langsung pada risiko terjadinya gagal jantung,” terang Susianto.

Sementara, olahraga yang cukup, manajemen stres yang baik, dan pola makan berbasis nabati terbukti sangat efektif untuk menurunkan risiko dari terjadinya gagal jantung.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar para ahli kesehatan sudah semestinya mengintegrasikan edukasi soal nutrisi dan olahraga dalam praktik klinisnya untuk mencegah dan merawat para pasiennya dalam kasus gagal jantung.

Gagal jantung merupakan suatu keadaan yang terjadi saat jantung gagal memompakan darah dalam jumlah yang memadai untuk mencukupi kebutuhan metabolisme. Padahal, jantung dapat bekerja dengan baik hanya bila tekanan pengisian dinaikkan.

Gagal jantung juga merupakan suatu keadaan akhir (end stage) dari setiap penyakit jantung, termasuk aterosklerosis pada arteri koroner, infark miokardoum, kelainan katup jantung, maupun kelainan kongenital.

Survei Sample Regristration System pada empat tahun lalu menunjukkan penyakit yang berhubungan dengan jantung menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke.

Sementara itu,  juga mengimbau masyarakat agar melakukan cek kesehatan secara berkala, mengenyahkan asap rokok, rajin beraktifitas fisik, diet yang sehat dan seimbang, istirahat yang cukup, dan mengelola stres untuk mengendalikan faktor risiko penyakit jantung.

Selain itu Anda juga harus tahu beda diet vegetarian dengan diet vegan

Selain vegetarian, muncul pula istilah vegan.

Acap kali vegan dikira singkatan dari vegetarian. Padahal, perlu diketahui, vegetarian dan vegan merupakan dua hal yang berbeda, tapi juga memiliki beberapa persamaan.

Vegetarian Society mendefinisikan vegetarian sebagai gaya hidup yang dijalani oleh seseorang dengan menu makanan biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, jamur, dan beberapa makanan non-hewani lainnya seperti garam dengan atau tanpa produk susu, madu dan/atau telur.

Seorang vegetarian tidak mengonsumsi makanan yang berasal atau dibuat dengan bantuan produk yang terbuat dari tubuh hewan hidup atau mati seperti daging, unggas, ikan.

Gaya hidup vegetarian memiliki beberapa tipe yang salah satunya adalah vegan. Tipe pertama yakni lacto-ovo-vegetarian yang memakan produk susu dan telur.

Diet vegetarian jenis ini merupakan yang paling umum dijalani. Jenis berikutnya yakni lacto-vegetarian yang memakan produk susu tetapi menghindari telur. Ada pula jenis ovo-vegetarian yang memakan telur tetapi tidak mengonsumsi produk susu.

Sedangkan, tipe vegan dianggap paling ketat dan ekstrem. Diet ini tidak mengonsumsi produk hewani sama sekali termasuk susu dan telur.

Vegan Society mendefinisikan vegan sebagai cara hidup yang berusaha untuk menghindari semua bentuk eksploitasi dan kekejaman hewan sebanyak mungkin.

Oleh karena itu, pola makan vegan tidak hanya menjauhi daging hewan, tetapi juga susu, telur, dan bahan-bahan yang berasal dari hewan. Termasuk gelatin, madu, pepsin, lak, albumin, kasein, dan beberapa bentuk vitamin D3.

Dikutip dari Healthline, vegetarian dan vegan menghindari asupan produk hewani karena alasan yang sama. Perbedaan terbesar terletak pada sejauh mana produk hewani itu diterima.

Vegetarian dan vegan sama-sama menghindari daging dalam menu makanan mereka karena alasan lingkungan. Vegetarian masih mentoleransi beberapa produk yang dihasilkan oleh hewan seperti susu dan madu, tapi vegan memilih untuk menghindari produk-produk itu.

Dari segi nutrisi, penelitian menunjukkan, diet vegetarian dan vegan cenderung rendah lemak jenuh dan kolesterol. Diet ini tinggi vitamin, mineral, serat, dan senyawa tanaman sehat.

Akan tetapi, kedua diet ini rendah asupan nutrisi zat besi, kalsium, seng, dan vitamin D yang juga dibutuhkan oleh tubuh.

Kandungan jumlah vitamin B12 dan asam lemak omega-3 juga terbatas. Nutrisi ini lebih rendah pada vegan ketimbang vegetarian. Penelitian juga menemukan, orang yang menjalani vegan cenderung memiliki massa tubuh (BMI) lebih rendah dibanding vegetarian.

Menurut laporan Academy of Nutrition, keua diet ini dianggap tepat untuk kehidupan selama direncanakan dengan baik. Hanya saja, kurangnya asupan asam lemak, kalsium, vitamin D, dan B12 dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental.

Komentar