Bebas Lemak? Rekomendasi Kuno!!

Penulis: Darmansyah

Senin, 9 Desember 2013 | 15:40 WIB

Dibaca: 0 kali

Kuno! Itu pendapat para ahli kesehatan tentang pola makan bebas lemak yang direkomendasikan para ahli tiga dekade lalu bagi orang-orang yang bermasalah dengan berat badan. Peristiwa itu, seperti dicatat oleh situs “livestrong.com” edisi terbarunya, terjadi di era awal 1980-an.
Kala para ahli merekomendasikan bagi mereka yang mengalami masalah berat badan untuk menerapkan pola makan bebas lemak.

Lemak memang paling sering dikambinghitamkan sebagai penyebab kegemukan. Belakangan baru diketahui bahwa pendapat tersebut sebenarnya keliru. Rekomendasi yang dikritik sebagai “eksperimen tak terkontrol pada seluruh populasi” tersebut dinilai justru membuat tubuh banyak orang semakin subur.

Lemak sebenarnya dibutuhkan untuk kesehatan. Lemak penting untuk fungsi otak yang optimal, untuk jantung, kulit, dan organ tubuh yang penting lainnya, selain juga untuk penyerapan berbagai vitamin.

Pada orang yang melakukan diet, lemak juga tidak boleh ditinggalkan. Lemak yang dicerna tubuh akan membantu menekan ghrelin, hormon yang membuat kita merasa lapar, serta secara simultan memicu pelepasan peptides yang membuat kita merasa puas dan kenyang.

Lemak dalam jumlah yang cukup juga diperlukan untuk menekan indeks glikemik makanan sehingga kita merasa kenyang lebih lama.

Tanpa lemak, kulit menjadi lebih kering, rambut menjadi lebih kusam, dan kadar kolesterol meningkat jika Anda lebih banyak mengonsumsi karbohidrat sebagai pengganti lemak.

Namun, lemak yang dipilih sebaiknya adalah lemak tak jenuh yang terdapat pada minyak goreng yang terbuat dari biji-bijian seperti jagung, kacang tanah, kedelai, zaitun, dan biji bunga matahari. Lemak baik lainnya antara lain omege-3 yang terdapat dalam ikan serta buah alpukat.

Minyak goreng yang banyak digunakan di Indonesia adalah minyak sawit dan minyak kelapa. Keduanya adalah sumber lemak jenuh. Sumber lemak jenuh lain yang harus dikurangi antara lain lemak gajih, jeroan, mentega, santan, serta semua jenis kue dan tart yang terbuat dari banyak telur dan mentega.

Meski demikian jumlah lemak yang disarankan untuk dikonsumsi setiap hari tetap harus dibatasi. Dalam rekomendasi gizi seimbang, lemak berada dalam piramida puncak yang berarti jumlah penggunaannya sangat sedikit.

Salah satu alasan utama seseorang untuk diet lemak adalah mengurangi timbunan lemak di perut. Padahal sebenarnya hampir tidak mungkin menargetkan pengurangan lemak di satu bagian tubuh saja.

Namun, bukan berarti kita tidak bisa mengusir lemak di perut, asalkan seluruh lemak di bagian tubuh lain juga dikurangi. Untuk bisa melakukannya, kita harus melakukan latihan olahraga yang intens, mengontrol kalori, dan memilih makanan tertentu yang bisa mempercepat pembakaran lemak.

Tubuh membakar kalori untuk mencerna makanan. Hal ini dikenal sebagai efek suhu (thermic effect/TEF) pada makanan untuk menjelaskan energi yang dikeluarkan tubuh untuk mengonsumsi dan memproses makanan.

Menurut pelatih binaraga, Tom Venuto, makanan tinggi protein tanpa lemak berefek besar pada TEF. Makanan kaya protein membutuhkan banyak kalori yang menyebabkan peningkatan metabolisme. Jenis protein yang dimaksud antara lain daging ayam tanpa kulit, putih telur, atau daging merah tanpa lemak.

Tak sulit mencari hidangan pedas dalam kuliner Indonesia. Kandungan capcaisin dalam cabai dan lada diketahui akan meningkatkan metabolisme serta membakar lebih banyak kalori. Makanan pedas juga meningkatkan jumlah rata-rata lemak teroksidasi sehingga tubuh menggunakan lemak sebagai bahan bakar.

Sayuran hijau adalah pengurang lemak perut yang terbaik. Kebanyakan sayuran hijau rendah kalori dan tinggi serat sehingga membuat perut kenyang lebih lama. Mulailah memilih sayuran hijau ketimbang junk food saat perut mendadak lapar.

Almond adalah makanan sempurna pembakar lemak. Jenis kacang ini mengandung banyak lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk jantung. Pada beberapa penelitian diketahui orang yang memilih almond sebagai camilan makan lebih sedikit kalori dibanding dengan yang orang yang camilannya tinggi gula.

Ikan berlemak seperti salmon atau makarel kaya akan lemak omega-3. Asam lemak tersebut bukan hanya baik untuk kesehatan otak tapi juga penting untuk membakar lemak. Mereka akan menghidupkan gen pembakar lemak dan mematikan gen penyimpan lemak.

Komentar