Membangun Percakapan Dengan Orang

Penulis: Darmansyah

Kamis, 22 Maret 2018 | 09:40 WIB

Dibaca: 2 kali

Pernahkah Anda merasa kehabisan bahan pembicaraan saat sedang bersama pasangan?

Atau percakapan dengan teman-teman kantor tiba-tiba berhenti begitu saja. Atau Anda selalu merasa canggung ketika harus bicara dengan orang lain?

Jika hal demikian terjadi, mungkin ada yang salah dengan cara Anda bicara atau mungkin Anda hanya kurang tahu cara membangun percakapan yang baik.

Nah beberapa hal dibawah ini  bisa membantu Anda untuk memecahkan permasalahan komunikasi yang kerap kali terjadi.

Usahakan untuk menggunakan pertanyaan terbuka saat memulai percakapan.

Pertanyaan terbuka merupakan pertanyaan yang jawabannya tidak hanya sekadar “Ya” dan “Tidak”.

Hal ini dimaksudkan untuk membuka jalur percakapan awal untuk dapat membuka topik selanjutnya. Misalnya Anda bisa menanyakan,

‘Bagaimana tadi perjalanan ke sini?”.

Dilansir dari website TEDx, Celeste Headlee menyatakan dari satu kalimat itu Anda akan membiarkan lawan bicara untuk menceritakan pengalamannya dan kemungkinan menemukan topik lanjutan untuk dibicarakan akan jauh lebih besar ketimbang Anda hanya menanyakan

Semua orang bisa berbicara, tetapi tidak semua orang bisa mendengarkan.

Tidak sedikit pasangan kekasih atau suami istri bertengkar hanya karena saat satu pihak berbicara, pihak lain tidak mendengarkan dengan baik. Ingat, semua orang butuh didengar.

Jika Anda berada dalam posisi pendengar, bayangkan kalau Anda sendiri yang sedang bicara.

Tentu Anda ingin didengarkan, bukan?

Jangan terlalu memikirkan nanti Anda mau merespon atau menjawab apa.

Biarkan percakapan mengalir. Sedangkan percakapan Anda tidak akan bisa mengalir dengan baik kalau Anda sendiri tidak konsentrasi mendengarkan orang yang sedang bicara.

Humor dan lelucon dalam sebuah percakapan penting diselipkan agar percakapan yang berjalan tidak terlalu kaku dan serius.

Lelucon juga bisa menjadi alat untuk mencairkan suasana. Namun, hati-hati dalam membuat lelucon. Jangan gunakan hal-hal sensitif sebagai bahan bercandaan Anda.

Terlebih jika lawan bicara Anda merupakan orang yang baru Anda kenal.

Bukannya membangun percakapan yang lebih baik, Anda justru bisa “membunuh” percakapan tersebut.

Dalam sebuah pembicaraan, penting untuk bersikap terbuka dan jujur, jadilah diri sendiri dan apa adanya.

Mengapa begitu?

Meskipun tidak Anda sadari, orang lain biasanya mampu mendeteksi kebohongan dalam kata-kata Anda. Ini tentu akan bikin orang lain malas bicara dengan Anda.

Begitu juga kalau Anda terlalu menutup diri. Orang lain tentu jadi canggung ketika mau berbasa-basi atau bertanya pada Anda.

Karena itu, Anda perlu membuka diri dan berkata jujur sehingga dengan siapa pun Anda bicara, Anda tidak perlu jadi kagok.

Sebagai lawan bicara yang baik, Anda sudah seharusnya tahu kapan sebaiknya memulai dan menghentikan pembicaraan dari sinyal yang diberikan oleh teman bicara Anda.

Biasanya, seseorang yang ingin menyudahi percakapan akan tampak gelisah dan tidak fokus kepada Anda.

Entah melihat jam berkali-kali, mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, dan sederetan hal lainnya yang menunjukkan bahwa ia ingin menyudahi karena alasan tertentu.

Jika sudah begini, tandanya Anda perlu segera menutup pembicaraan.

Membangun  percakapan memang gampang-gampang susah. Namun, jangan jadikan hal ini sebagai hambatan untuk dapat memiliki obrolan yang menyenangkan dengan orang lain.

Komentar