close
Nugatama

Ungguhan Chatting Pokemon Makin Liar

Ungguhan chatting Pokemon Go sejak dirilis  Niantic Labs semakin liar bersamaan dengan bombardir  kritikan akibat  bug dan glitches yang masih menjangkiti gim berbasis augmented reality tersebut.

Selain meluncurkan update sistem pelacak baru bernama Sightings, Niantic Labs secara paksa menutup berbagai aplikasi pihak ketiga seperti PokeVision, yang berfungsi untuk membantu mencari lokasi Pokemon di sekitar pemain Pokemon Go.

seperti ditulis Gamerant, Jumat, 12 Agustus 2016, Niantic Labs beralasan aplikasi pelacak pihak ketiga menyebabkan masalah di server Pokemon Go.

Akan tetapi, Niantic Labs sepertinya salah sasaran dengan menargetkan aplikasi pihak ketiga ketimbang menindak tegas aplikasi cheat dan bot.

Tak hanya dapat digunakan untuk menangkap Pokemon, menetaskan telur, dan menjelajah peta untuk mengunjungi PokeStop, cheat dan bot yang banyak digunakan juga dapat menyesuaikan lokasi GPS untuk berjalan di mana pun di dunia tanpa harus beranjak dari tempat duduk.

Walau sadar banyak pemain nakal, Niantic Labs hingga saat ini hanya memberikan hukuman berupa pemblokiran berdurasi beberapa menit hingga beberapa jam akun pemain yang kedapatan mengotak-atik koordinat GPS mereka.

Pemblokiran sementara ini tentunya akan sia-sia karena setelah waktu yang ditentukan selesai, pemain “nakal” itu akan mengulangi hal tersebut.

Seperti kamu ketahui, tak hanya di Pokemon Go, penggunaan aplikasi bot atau cheat akan menghilangkan keseruan bermain gim yang sedang kamu mainkan.

Secara finasial, sejak diluncurkan pendapatan Pokemon Go memang menakjubkan.

Hingga kini sudah dicatat pemasukan dua koma enam triliun rupiah untuk akses gim ini.

Mengutip laporan Sensor Tower,  Pokemon Go diperkirakan akan terus mendulang untung

Pendapatan Pokemon Go ini  terbilang cukup luar biasa

Pokemon Go hingga saat ini masih  bisa diunduh secara gratis di Play Store dan App Store. Artinya, keuntungan itu didapat dari gamer yang melakukan in-app purchases di dalam gim.

Seperti yang bisa kamu lihat pada grafik di bawah ini, Candy Crush dan Clash Royale bahkan memang tak mampu menyamai Pokemon Go yang booming dalam waktu singkat.

Clash Royale, dalam rentang waktu satu bulan, hanya mampu menembus angka pendapatan senilai satu koma enam triliun rupiah.

Walau begitu, pertanyaannya sekarang adalah, dalam waktu berapa lama Pokemon Go akan masih mampu mempertahankan pertumbuhan signifikan tersebut?

Pokemon Go kini menjadi gim paling ‘panas’ yang menyedot perhatian khalayak gamer.

Bagaimana tidak, belum dirilis secara global, gim besutan Niantic Labs tersebut sudah diunduh secara ilegal oleh banyak orang.

Padahal, saat ini Pokemon Go baru hanya tersedia di wilayah Amerika Serikat, Selandia Baru dan Australia.

Pamor gim monster menggemaskan ini pun begitu menggaung di ranah media sosial.

Bahkan, menurut yang disampaikan Forbes,  data dari situs SimilarWeb mengindikasikan bahwa popularitas gim mobile berteknologi augmented reality ini kelak bakal menyaingi Twitter dalam hal jumlah pengguna harian di perangkat Android.

Update data tersebut bahkan lebih mengejutkan pada empat puluh delapan jam terakhir.

Diungkap, Pokemon Go telah diunduh sebanyaklima koma enam persen pada perangkat Android di Amerika Serikat, melangkahi jumlah unduhan aplikasi Twitter dan Tinder.

Tak hanya itu, data tersebut juga menyampaikan bahwa pengguna smartphone kini lebih menghabiskan banyak waktu dua kali lebih rutin ketimbang menggunakan aplikasi Snapchat yang notabene juga menjadi aplikasi populer di kalangan pengguna smartphone.

Pokemon memiliki ‘keterikatan’ pada pengguna smartphone sebanyak enam puluh persen.

Yang artinya, angka enam puluh persen tersebut menunjukkan bahwa gim ini telah diunduh dan digunakan hampir setiap hari,” tulis data tersebut.

Sebagai informasi, Pokemon Go adalah gim di mana kamu akan bertindak sebagai pelatih Pokemon yang dapat menangkap berbagai jenis Pokemon di dunia nyata berkat teknologi augmented reality.

Ini berarti, pemain Pokemon Go bisa menemukan berbagai Pokemon di banyak tempat yang berbeda di dunia nyata.