close
Nugatama

Van Gaal!! Kapan Bek MU Berfungsi?

Kebangkitan Manchester United dijalur persaingan juara Premier League musim ini, setelah memenangkan enam laga beruntun, dan terakhir melumat Liverpool tiga gol tanpa balas di Old Trafford, tak mematikan kritik terhadap Louis van Gaal karena terlalu mengandalkan kiper David De Gea sebagai “penyelamat.”

David De Gea yang tampil “safety” dan menjadi “man of the match” di laga melawan Liverpool, Minggu malam WIB, 14 Desember 2014, pekan lalu, itu mengindikasikan bahwa lini belakang Manchester United belum kokoh-kokoh amat.

Lantas muncul pertanyaannya, sampai kapan mereka akan seperti itu?

Usai pertandingan, Robin van Persie yang mencetak gol ketiga United dalam gol laga itu mengakui bahwa De Gea tampil luar biasa. Dia juga tersenyum ketika ditanya, apakah wajar ketika seorang penjaga gawang menjadi man of the match pada laga yang dimenangi timnya

Dari catatan statistik, kecemerlangan De Gea memang tidak bisa dibantah. Sembilan attempts on target yang dimiliki Liverpool pada laga tersebut semuanya mentah di tangannya.

Hanya saja, dengan banyaknya tendangan Liverpool dilepaskan dari dalam kotak penalti United, sorotan diarahkan kepada barisan belakang. Bek-bek United kerap kerepotan menghadapi pemain-pemain cepat seperti Raheem Sterling ataupun umpan-umpan terobosan yang diarahkan ke ruang kosong di sekitar kotak penalti.

Hal tersebut tidak hanya terlihat pada laga melawan Liverpool, tetapi juga pada laga melawan Arsenal beberapa pekan silam, di mana The Gunners juga punya pemain-pemain cepat semacam Alexis Sanchez, Danny Welbeck, hingga Alex Oxlade-Chamberlain.

Selain itu penempatan posisi para bek United juga kerap tidak pas. Ambil contoh ketika Sterling dengan leluasa menyundul bola ketika tengah diapit dua orang pemain atau Mario Balotelli yang leluasa melepaskan sepakan dari dalam kotak penalti ketika di sekelilingnya masih ada bek-bek. Tendangan Balotelli kemudian ditepis De Gea, membentur tiang, dan dihalau oleh pemain United lainnya.

“Kami memang mengontrol jalannya laga. Namun, jika saja Liverpool memaksimalkan salah satu peluang itu, segalanya bisa jadi lain,” ujar gelandang United, Michael Carrick, di situs resmi klub

United sendiri harus berurusan dengan cedera yang menimpa banyak beknya. Hal ini membuat Louis van Gaal harus terus mengotak-atik susunan beknya di tiap laga. Hampir tidak pernah ada susunan bek yang pasti dari satu laga ke laga lainnya.

Bahkan dalam beberapa laga terakhir, Van Gaal sempat memasang Carrick sebagai bek tengah dadakan, termasuk pada laga melawan Liverpool.

Dengan tambahan fakta bahwa Ashley Young dan Antonio Valencia dimainkan sebagai wingback, jadilah United hanya bermain dengan dua bek murni pada laga melawan Liverpool, yakni Jonny Evans dan Phil Jones. Khusus buat Jones, akhir pekan kemarin adalah pertama kalinya dia bermain sejak Oktober.

Dalam analisis pertandingan yang digarap Pandit Football, formasi tiga bek yang dipasang Van Gaal pada laga tersebut membuat distribusi bola menjadi minim. Selain itu, kesalahan passing di area sendiri juga kerap menyulitkan United.

Ini terlihat dari kesalahan Evans dalam memberi passing ke belakang yang mana langsung direbut buat Sterling. Beruntung buat Evans –dan juga United–, De Gea masih bisa menggagalkan peluang Sterling.

Van Gaal jelas punya pekerjaan rumah dan dia sendiri mengakuinya. “Masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki. Jika sudah tidak ada yang perlu diperbaiki, barulah saya puas,” kata manajer asal Belanda tersebut.

Menandai kebangkitan Manchester United saat ini para pengamat menyamakannya dengan sukses Liverpool di perebutan juara Premier League musim lalu. Fokus di kompetisi domestik jadi kuncinya.

Kebangkitan MU kini dan terbukanya lagi peluang untuk bersaing di papan atas memperebutkan gelar dianggap sama dengan apa yang dialami Liverpool musim lalu. The Reds tampil sangat impresif di 2013/2014 dan jadi pesaing utama City sampai pekan pamungkas, meski akhirnya harus puas sebagai runner up.

“Ada kesamaan antara MU musim ini dan Liverpool tahun lalu, di mana Liverpool tidak bermain di Liga Champions. Mereka jadi punya amunisi untuk tampil oke dan sampai ke papan atas liga,” ucap mantan pemain dan mantan asisten pelatih MU, Phil Neville di BBC.

“Dalam pertahanan mereka (MU) harus bisa lebih baik. Tapi yang terpenting adalah para pemain percaya bisa memenangi gelar dan begitu juga Louis van Gaal,” lanjut Neville ikut menyoroti rapuhnya pertahanan ‘Setan Merah’.

Tren kemenangan yang diraih kini disebut Neville bisa mengantar MU ke puncak klasemen dan berpeluang merebut gelar juara. Rooney dkk disebutnya sudah menunjukkan semangat juang tinggi dan itu bisa jadi bekal menghadapi persaingan dengan City dan Chelsea

“Di akhir pertandingan mereka merayakannya bersama suporter. Van Gaal turun ke sana, Ryan Giggs turun ke sana, pelatih kiper juga ada di sana.”

“Tiba-tiba saja, Anda punya semangat itu – semangat yang luar biasa. Saya sudah memenangi gelar juara, dan semangat bisa membawa Anda ke sana, sejauh itu. Saat ini, mereka punya momentum dan Anda tidak akan pernah tahu soal itu,” tuntasnya.