close
Nuganomics

Emas Antam Terpuruk Rp 6.000 Per Gram

Hari ini, Jumat, 30 Oktober 2015, harga jual emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk atau Antam benar-benar keok setelah ambruk hingga Rp 6.000 per gram. Selain harga jual, harga pembelian kembali alias buyback juga ikut turun.

Seperti dikutip dari situs perdagangan logam mulia Antam, Jumatpagi WIB, harga emas batangan turun cukup besar ke posisi Rp 552.000 per /gram, dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin Rp 558.000 per gram.

Sementara harga pembelian kembali oleh emiten berkode ANTM itu dipatok Rp 498.000 per gram, lebih rendah dari posisi perdagangan kemarin Rp 502.000 per gram atau turun Rp 4.000 per gram.

Artinya, jika Anda menjual emas yang dimiliki, maka Antam akan membelinya di harga Rp 498 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram. Hingga menjelang siang WIB, seluruh ukuran emas Antam masih tersedia, dan tingginya animo masyarakat menyebabkan Antam membatasi pembeli hingga maksimal seratus lima puluh0 nomor antrean per hari.

Seperti juga di pasar lokal, pasar global mencatat kejatuhan harga emas pada penutupan perdagangan Kamis waktu New York, hingga menyentuh titik terendahnya sejak tiga minggu terakhir.

Anjloknya harga emas dipicu kabar mengenai naiknya suku bunga acuan Amerika Serikat the Federal Reserve.
Harga emas jatuh setelah the Fed memberi sinyal untuk menaikan suku bunganya pada Desember mendatang.

The Fed tidak mengubah suku bunga paa Rabu, seperti yang diharapkan. Tapi pada pertemuan selanjutnya, ban sktral AS ini mengindikasikan suku bunga akan naik.

The Fed menyatakan, keputusan untuk menaikan suku bunga pada pertemuan selanjutnya tergantung pada perkembangan inflassi dan penyerapan tenaga kerja, menghilangkan setiap referensi untuk perkembangan global yang mempengaruhi kegiatan ekonomi.

“Konsensus adalah utuk menaikkan suku bunga pertamanya di awal 2016, jadi tentunya pernyataan kemarin dianggap lebih agrssif dibanding dengan perkiraan,” tutur Analis Capital Economics Simona Gambarini.

Beberapa pekan belakangan ini, investor bertaruh jika the Fed akan menunda kenaikan suku bunga pertamanya hingga tahun depan karena pelemahan ekonomi global dan pengaruhnya pada Amerika Serikat.

Beberapa investor lain juga menaikkan taruhannya, menyebut bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga pada rapat selanjutnya yaitu 15-16 Desember