close
Nuga Tekno

Video Tema Vlog Bisa Mengasikkan

Anda tahu video dengan tema vlog bisa mengasikkan penggunanya?

Ya, video tema vlog adalah konten kreatif

Video tema ini, seperti diungkapkan Arief Muhammad alias Poconggg bisa memiliki  jutaan pengikut di Twitter

Dia pun termasuk aktif membuat vlog.

“Awalnya sebenarnya karena aku mau married, jadi mau dokumentas wedding prepartion. Eh, ternyata banyak yang menonton.”

“ Jadi aku lanjutin lagi bikin daily activity yang lain. Jadi kalau misalnya ada proses mau bikin proyek ini itu, orang-orang jadi tahu kayak gimana caranya. Ini personal banget, karena audience ngikutin kita,” tutur Arief.

Secara khusus, bagi dia, vlog merupakan sarana untuk menyimpan memori setelah blog. Arief merasa vlog adalah aktivitas keseharian yang membantunya untuk bernostalgia saat dirinya beranjak tua nanti.

Manfaat lain dari nge-vlog, menurutnya,”Selain tidak kehilangan momen, supaya kapan-kapan bisa dilihat lagi. Lalu, tidak munafik lah biar dikenal banyak orang. Tentu saja, ketiga mendapatkan materi.”

Dengan mempunyai base pengikuti yang banyak di Twitter, Arief mengaku dirinya bisa mendapat jumlah penonton yang lumayan tinggi dengan rata-rata tiga ratus  ribuan viewers.

Lain Arief, lain pula Laurentius Rando.

Pemilik channel akun YouTube Rando ini berkisah awalnya bermula dari dirinya menjadi ketua dari perkumpulan Jakarta Beatbox.

Dia mengaku mulai nge-vlog pada dua tahun lalu.

“Saya mulai Nge-vlog dua tahun silam, di saat saya represent Indonesia di Youtube Fanfestival di Singapura, yang dibuat oleh Youtube untuk mempertemukan artis Youtube dengan para fansnya,” kata Rando.

“Saya perwakilan satu-satunya dari Indonesia yang tadinya saya hanya bikin video beatbox, tutorial, dan akhirnya kami mikir kenapa tidak kita abadikan momen-momen yang di luar beatbox.”

“Ternyata banyak yang nonton. mereka suka melihat keseharian orang yang mereka idolakan seperti apa,” jelasnya panjang lebar.

Dia menambahkan vlog-nya memang kebanyakan berisi soal kehidupan dirinya menjalani aktivitas sehari-hari.

“Namanya daily vlog jadi konsepnya tanpa script, naskah, akting. semuanya keseharian atau daily jadi apaadanya. Sehingga private life aku sebagai beatboxer di keseharian aku bisa dilihat di vlog,” tambahnya.

Kendati saat ini vlog tengah naik daun, lantas tak membuat Rando berpikir bahwa penonton YouTube secara umum lebih menyukai vlog ketimbang konten lainnya. Karena tak menutup mata, vlog termasuk tren yang bisa datang dan berganti.

“Bisa berubah-ubah sih. Sebelum vlog booming, ada video gaming. Ya, ke depannya bisa saja ada tren prank, sulap, tidak bisa diprediksi. Sekarang mungkin iya, vlog jadi konten yang lagi digandrungi dan tergantung oragnya juga,” ujarnya.

Melalui kotak kecil bernama televisi kita bisa melihat kehidupan artis atau public figure melalui tayangan infotaiment.

Dari tulisan sehari-hari di internet  yang kemudian dibukukan, masyarakat mengenal Raditya Dika. Sekarang, Laurentius Rando menceritakan kehidupannya dalam bentuk visual video melalui YouTube.

Vlog, istilah yang sedang tren khususnya di kalangan penonton YouTube, semakin membombardir konten di situs video milik Google tersebut.

Tiap hari, mungkin ada banyak video yang merekomendasikan konten vlog di layanan berbagi video itu.

Di situ juga tertulis konten vlog bisa datang dari genre yang berbeda-beda, misalnya vlog dari Chandra Liow ini masuk ke dalam kategori Entertainment.

Sementara vlog dari Rachel Goddard ini masuk ke dalam kategori How to & Style.

Google Indonesia memang tak merinci data soal berapa jumlah konten vlog yang diunggah ke YouTube, termasuk memisahkannya secara detail jumlah video yang diunggah per negara.

“Tapi yang pasti, kami melihat antusias yang luar biasa dari pengguna YouTube di Indonesia dengan durasi upload video meningkat 600 persen di tahun 2015,” petikan pernyataan Google.

Karena tokoh utama biasanya adalah pemilik akun video dan bercerita soal kehidupan sehari-harinya, boleh dibilang vlog memang blog yang medianya menggunakan platform video.

Seperti diungkapkan oleh salah satu pemerhati media sosial Wicaksono atau Ndorokakung.

“Kurang lebih blog yang medianya pakai video, sedangkan pembuatnya disebut vlogger,” katanya.

Vlog muncul seiring semakin banyaknya netizen yang mengunggah video ke YouTube. Dan itu terjadi sejak tahun  lalu.

Orang dulu kalau di kapal nulis log catatan keseharian yang terjadi seperti badai dan kejadian tiap hadirnya.

Di blog juga sama, orang nulis catatan keseharian ada waktunya di situ, video-log sebenernya sama juga tapi bentuknya audio visual.

Orang salah kaprah jadinya semuanya dinamakan vlog, tutorial dan lalin-lain dibilang vlog, jadi semua orang mengamini semuanya dianggap vlog, ya gapapa juga sih sebenarnya,” bebernya.

Apapun definisinya, vlog saat ini tengah menjadi tren baru di media sosial.

Suka atau tidak suka, vlog lebih banyak berisi soal kehidupan sehari-hari yang direkam.

Cepat atau lambat, mungkin tren ini akan ditinggalkan.