close
Nuga Tekno

Google Assistant Bisa Memindai Wajah

Google akan menyiapkan alternatif untuk memindai sistem dalam Google Assistant.

Seperti ditulis Endgadget, aplikasi ini nantinya bisa melakukan pencocokan suara untuk mendapatkan hasil yang dipersonalisasi.

Dalam versi Beta untuk Android, selain pencocokan suara, akan ada referensi kode ke fitur Face Match. Dari namanya, bisa ditebak fitur ini akan memindai wajah penggunanya.

Nantinya, dengan pemindai ini, pengguna tinggal memberikan perintah pada Google Assistant dalam perangkat yang dilengkapi oleh kamera.

Endgagdet menulis hingga saat ini belum ada deskripsi lengkap apakah pengguna harus ‘melatih’ sistem dan menambahkan beberapa perangkat.

Selain itu, dikabarkan profil wajah pengguna yang telah dipindai tidak akan terbatas pada satu perangkat. Pengguna pun bisa mengundang orang lain untuk membuat profil dalam perangkat yang sama,

Hingga ini belum ada petunjuk kapan Face Match akan diluncukan. Bahkan belum ada gambar atau konten lainnya yang menyiratkan bahwa fitur tersebut bisa saja hadir sebentar lagi.

Fitur ini juga bisa menjadi fitur aksesibilitas bagi orang yang tidak bisa berbicara. Namun, masih bisa mendapatkan pengalaman pribadi yang disesuaikan dalam rumah tangga multi-pengguna.

Sudah bukan rahasia jika raksasa teknologi dunia kian gencar memperkenalkan layanan asisten digital. Amazon, Google, Apple, dan Microsoft berkompetisi menjadikan asisten digital berbasis suara besutannya kian cerdas.

Namun siapa sangka, jika Google Assistant ternyata memiliki akurasi paling tinggi sat menjawab pertanyaan dibandingkan pesaingnya.

Dalam studi yang dilakukan oleh Stone TempleGoogle Assistant dibagi kedalam dua versi yakni pada ponsel cerdas dan perangkat elektronik Google Home.

Aplikasi Google Assistant pada ponsel memiliki akurasi lebih tinggi ketimbang yang ada di Google Home. Akurasi Google Assistant pada ponsel mencapai 90 persen, beda tipis dengan di perangkat Google Home sekitar 85 persen.

Angka ini meningkat drastis dibandingkan tahun lalu dengan akurasi Google Assistant dalam menjawab pertanyaan kurang dari 80 persen.

Tepat di bawah Google Assistant, Cortana memiliki akurasi lebih dari 80 persen. Kemampuan Cortana menjawab seluruh pertanyaan juga masih lebih baik dibandingkan Google Assistant pada perangkat Google Home.

Sementara Siri jauh tertinggal dari kompetitor lainnya. Akurasi Siri tercatat hanya 80 persen saat merespons pertayaan yang diajukan dalam tes.

Peneliti membandingkan keempat asisten digital saat merespons pertanyaan verbal yang diajukan. Keempatnya memberikan jawaban berdasarkan database hingga sumber pihak ketiga seperti Wikipedia.

Tak sedikit pertanyaan yang tidak dipahami oleh keempat digital asisten. Meskipun sudah berupaya menjawab pertanyaan, namun respons yang diberikan cenderung salah.

Dibandingkan setahun silam, kecerdasan keempat asisten digital tercatat terus meningkat. Asisten digital milik Amazon, Alexa mengalami peningkatan paling signifikan dengan akurasi sebesar sembilan belas persen pada tahun lalu menjadi lima puluh tiga persen di tahun ini.

Selain itu, Google kini punya fitur identifikasi lagu serupa aplikasi Shazam. Bedanya, Google tidak membuatnya dalam aplikasi baru melainkan ditanamkan di Google Assistant.

Fitur pengenal lagu ini dilaporkan pertama kali di forum Reddit. Seorang pegguna melampirkan tangkapan layar dengan pertanyaan “what’s this song”. Dari tangkapan layar itu terlihat Assistant berhasil mengetahui lagu, artis, album, tahun rilis, hingga genre.

Pengguna Reddit lain seperti di Perancis dan Malaysia juga melaporkan fitur ini telah tiba di perangkatnya masing-masing.

Ketika dicoba melakukan hal serupa dengan ponsel Pixel. Saat dicoba berkali-kali fitur tersebut bekerja dengan baik.

Google Assistant mampu mengenali beragam lagu mulai dari tembang populer di internasional, lagu lawas, hingga musik indie lokal. Tak hanya mengenali lagu, Assistant juga menampilkan beberapa bait lirik.

Cara kerjanya pun cukup sederhana seperti disebutkan di atas, cukup bertanya “what’s this song” ke Assistant lalu dekatkan ponsel ke sumber suara.

Secara prinsip agak mirip dengan Shazam. Bedanya, di Shazam kita cukup menekan tombol biru di aplikasi sebelum menyodorkan ponsel ke sumber suara.