close
Nuga Tekno

Heboh Tik Tok Dijagat Vonis Hukum AS

Tik Tok?

Ya, siapa yang tidak terjangkiti “penyakit” joget ini. Iya juga ketika Tik Tok tidak hanya joget dan goyang tapi juga heboh.

Heboh Tik Tok memang mewabah menjangkiti dunia bagaikan pandemi.

Dan iya juga ketika seorang hakim di Amerika Serikat  mengeluarkan preliminary injunction, yang melarang pemblokiran TikTok.

Ini merupakan kali kedua hakim AS melarang departemen perdagangan negara tersebut untuk memberlakukan pembatasan terhadap TikTok.

Seperti ditulis kantor berita  Reuters, hari ini, Selasa, keputusan ini dibuat oleh hakim Carl Nichols di Washington. Keputusan ini berselang sekitar sebulan sejak seorang hakim di Pennsylvania melarang pembatasan TikTok yang diberlakukan pada pekan kedua  November lalu .

Nichols pada akhir  September secara terpisah memblokir departemen perdagangan agar tidak melarang toko aplikasi Apple dan Google terkait layanan TikTok.

Kedua toko aplikasi itu sebelumnya diminta agar TikTok tidak bisa lagi diunduh oleh pengguna baru.

Nichols mengatakan Departemen Perdagangan kemungkinan melangkahi otoritas hukumnya dalam mengeluarkan larangan terhadap TikTok.

Selain itu, departemen perdagangan juga dinilai telah bertindak sewenang-wenang dan berubah-ubah dengan gagal mempertimbangkan berbagai alternatif yang jelas.

Masalah pemblokiran TikTok ini muncul karena pemerintah Trump berpendapat bahwa aplikasi tersebut bisa menjadi masalah keamanan nasional. Pasalnya data pribadi pengguna AS bisa saja diberikan oleh TikTok ke pemerintah Tiongkok.

Aplikasi TikTok kini telah memiliki lebih dari seratus  juta pengguna di AS. TikTok pun membantah keras tudingan tersebut.

Pemerintah AS memutuskan jika TikTok masih ingin beroperasi di negara tersebut, maka divestasi aset dan akuisisi menjadi satu-satunya cara yang bisa dilakukan.

Induk TikTok, ByteDance selama berbulan-bulan telah melakukan pembicaraan untuk menyelesaikan kesepakatan dengan calon pembeli aset TikTok di AS, yakni Walmart dan Oracle.

ByteDance juga membuat proposal baru untuk mengatasi kekhawatiran pemerintah AS. Perusahaan Tiongkok ini mengungkap pada 10 November lalu telah menyerahkan empat  proposal.

Tujuannya adalah mengatasi masalah bisnis di AS dengan membuat entitas baru yang dimiliki oleh Oracle, Walmart, dan investor AS yang ada di ByteDance. Ketiganya akan bertanggung jawab terhadap keamanan data pengguna TikTok di AS dan moderasi konten.

Namun karena keputusan tak kunjung selesai, ByteDace juga sempat mengajukan petisi ke Pengadilan Banding AS.

Sebelumnya Tik Tok telah menghadirkan kemampuan perekaman video berdurasi lebih panjang di platformnya.

TikTokingin pengguna bisa merekam video lebih lama, seperti pada YouTube. Dengan begitu, para pembuat konten bisa mengeksplorasi kreativitasnya lebih banyak.

Seperti ditulis laman media online  The Verge, pekan lalu, perusahaan kini dilaporkan mulai menggulirkan perekaman video lebih lama, hingga tiga menit di platformnya. Demikian menurut informasi dari konsultan media sosial Matt Navarra.

Melalui tweet-nya di Twitter, Navarra mengunggah screenshot tentang update TikTok yang didapatkannya. Tertulis juga di screenshot tersebut, fitur perekaman lebih panjang ini masih dalam pengujian tahap awal.

“Kamu mendapatkan akses awal untuk mengunggah video berdurasi hingga tiga menit di aplikasi TikTok maupun deskrop. Pastikan aplikasi TikTok kamu up-to-date,” tulis TikTok dalam screenshot yang diunggah Navarra.

Sejauh ini, durasi perekaman video di TikTok maksimal hanya satu menit. Video berdurasi singkat ini terbukti kesuksesannya, lebih panjang dari Vine, namun lebih singkat dari kebanyakan video di YouTube.

Salah satu yang membuat TikTok sukses adalah pengguna ataupun kreator bisa berusaha menemukan cara membuat sesuatu yang lucu dan menarik meski dalam durasi enam puluh detik.

Video berurasi tiga menit sendiri terasa seperti miniatur YouTube. Video berdurasi tiga menit juga cukup lama dan diyakini bisa menghadirkan cuplikan video lebih lengkap untuk tips make up ataupun memasak.

Tak hanya TikTok, sebelumnya Twitter juga menghadirkan kemampuan penghitungan karakter lebih banyak yakni dua ratus delapan puluh karakter, dua kali lipat dibanding jumlah karakter di awal kemunculannya .