close
Nuga Tekno

Hoaks Bisa Memicu Serangan Jantung?

Hoaks?

Ya, hoaks dewasa sering menjadi “trending topic.”

Ya juga  banyak sekali hoaks  beredar di masyarakat, terutama di portal media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter atau Whatsapp.

Apakah perlu diwaspadai?

Ya, perlu karena  hoaks dapat membahayakan kesehatan, mulai dari trauma psikologis hingga memicu serangan jantung.

Hoaks bisanya merupakan informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya.

Kadang-kadang hoaks dapat berupa berita benar yang sudah lama diterbitkan namun diedarkan kembali pada momen yang berkaitan untuk membesar-besarkan kondisi yang tengah terjadi.

Hal ini yang biasanya membuat kesan bahwa berita lama yang disebarkan tersebut baru terjadi dan bisa menyesatkan orang yang tidak melakukan penelusuran terlebih dahulu.

Kebanyakan hoaks berisi berita yang sensasional, seringkali membuat orang heboh, panik bahkan cemas.

Sering kali hoaks berupa ketegangan antar kelompok, tentang kejadian atau musibah yang menakutkan atau kesehatan.

Misalnya saja mengenai isu bom yang akan menimpa suatu gedung di daerah tertentu atau akan ada tsunami yang menimpa suatu wilayah.

Karena bersifat meneror, hoaks nyatanya dapat memicu timbulnya berbagai jenis gangguan kesehatan. Oleh sebab itu, Anda harus lebih waspada setiap memperoleh informasi tertentu.

Memercayai berita atau informasi yang termasuk hoaks akan menyebabkan orang yang kerja, beraktivitas atau memiliki sanak keluarga yang tinggal di daerah yang diberitakan merasa takut dan cemas.

Biasanya hal ini berkaitan dengan berita tentang bencana alam.

Menurut dr. Sheldon G Sheps, kecemasan dapat meningkatkan tekanan darah.

Walau tekanan darah yang naik tidak bersifat permanen, kecemasan yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah secara mendadak.

Bila hal ini terjadi setiap hari (karena Anda menerima hoaks setiap hari), Anda bisa terkena serangan jantung karena kenaikan tekanan darah (hipertensi) yang mendadak.

Selain tekanan darah yang meningkat, pada serangan jantung juga dirasakan adanya sakit pada dada, jantung berdebar, detak jantung yang tidak seirama, sesak napas, terasa mau pingsan, dan rasa pusing.

Selain serangan jantung, cemas berlebihan dapat merusak pembuluh darah serta ginjal Anda akibat kenaikan tekanan darah yang berkepanjangan.

Kecemasan yang berlebihan ini juga bisa menuntun Anda pada kebiasaan tidak sehat untuk menghilangkan kekhawatiran, seperti merokok, minum minuman keras, makan berlebihan, yang dapat meningkatkan resiko serangan jantung.

Tak hanya seputar dunia politik dan bencana alam, kini hoaks juga telah merambah ke informasi seputar kesehatan. Banyak tips kesehatan yang kebenarannya perlu dipertanyakan, terutama bila tidak mencantumkan sumber dan jurnal kesehatan yang jelas.

Agar tidak menjadi korban hoaks, tips tentang kesehatan harus benar-benar Anda saring terlebih dahulu bila ingin mencobanya. Misalnya saja beredar berita tentang menusuk jari Anda atau batuk sekuat tenaga untuk mengatasi serangan jantung.

Mengenai hoaks seputar informasi tersebut, tidak ada manfaatnya. Yang harus Anda lakukan saat serangan jantung adalah membawanya segera ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Oleh sebab itu, bila Anda sering menerima berita yang tidak jelas sumbernya, jangan percaya begitu saja, apalagi langsung diterapkan. Tanamkan pikiran bahwa berita yang Anda baca belum tentu benar.

Agar tak mudah terpengaruh oleh hoaks, rutinlah membaca berita yang berasal dari media yang jelas dan terpercaya. Karena orang yang rentan terkena hoaks biasanya adalah orang yang jarang menyimak berita dan lebih sering langsung memercayai berita yang mereka baca.

Jadi, lindungi diri Anda dan keluarga saat menyikapi hoaks. Jangan mudah percaya dan langsung cemas ketika membaca berita, terutama yang Anda curigai berbau hoaks.

Sebab, hal tersebut jelas dapat memicu serangan jantung. Biasakan mencari tahu lebih jauh tentang sebuah informasi sebelum “menelannya”.

Tags : slide