close
Nuga Sport

“Saya Yang Bisa Mengalahkan Marquez”

Valentino Rossi menegaskan bahwa dialah pebalap yang bisa mengalahkan Marc Marquez di MotoGP untuk musim 2015 yang akan dimulai dari Sirkuit Sepan, Kuala Lumpur, Februari mendatang.

Pernyataan Rossi ini dikemukakan bersamaan dengan keheranan Rider Repsol Honda, Marc Marquez, yang merasa aneh ketika “The Doctor,” sapaan akrab Rossi,i berlomba meniru gaya balapnya untuk menghadapi persaingan keras di MotoGP.

Namun, Marquez bangga idolanya sejak kecil itu malah menjadikannya panutan.

Beberapa pembalap memang kerap meniru gaya Marquez yang nyeleneh dan dinilai nekat oleh para pesaingnya. The Doctor pun mengakui meniru gaya pembalap berjuluk The Baby Alien itu.

“Vale sering berkata pada saya bahwa ia harus meniru gaya balap saya. Tentu saja sangat aneh, karena saat saya masih kecil, dia adalah pahlawan saya,” ucap Marquez kepada CNN, Minggu 28 Desember 2015.

“Saya selalu merasa tak akan pernah bisa berkompetisi dengan Vale ataupun menjadi sepertinya. Sekarang, dia malah ingin meniru saya,” tutupnya.

Tentang masih aksisnya Rossi di balapan, legenda MotoGP, Carlos Checa, merasa yakin jika Rossi masih mampu turun lintasan selama yang ia inginkan. Ia menilai performa Rossi juga bergantung pada gairahnya mengalahkan Marc Marquez dan kondisi fisiknya.

The Doctor memang baru memperpanjang kontrak dua tahun bersama Tim Movistar Yamaha dan kerja sama mereka akan habis pada 2017 akhir. Namun Checa yang meraih gelar dunia dalam usia 39 tahun yakin juara enam kali MotoGP itu masih punya karier panjang di arena Grand Prix.

“Vale yang memegang keputusan, tapi selama dia masih merasa mampu, ia pasti akan lanjut. Ini hanya soal kondisi fisik. Yang membuatnya bertahan adalah gairah mengalahkan Marc. Bila ia berhasil, kita lihat saja nanti,” ujar Checa kepada Sportstadio, Minggu, 28 Desember 2014

Checa pun meyakini bahwa dalam usianya yang telah menginjak 35 tahun, Rossi masih yang terbaik. “Vale punya talenta dan kemampuan hebat. Ia masih salah satu yang terbaik. Jika ia all out, ia pasti bisa merebut gelar,” tutupnya.

Sebagai tambahan, setelah pada musim balap 2013 Jorge Lorenzo yang bersiang dengan Marquez. Pada 2014 menjadi waktunya Rossi sikut-sikutan bersama Smiling Assasing –julukan Marquez. Duel keduanya diyakini masih akan berlangsung pada 2015.

Di musim balapan MotoGP 2014 menjadi musim yang luar biasa bagi pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi.

Sempat terpuruk, Rossi kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pembalap papan atas.

Meski tak lagi muda, Rossi mampu bersaing dengan jagoan Repsol Honda, Marc Marquez. Sayang, Rossi akhirnya harus puas di posisi kedua pada klasemen pembalap di akhir musim.

Ada banyak hal yang membuat Rossi kembali perkasa. Salah satunya adalah keputusan untuk berpisah dengan Jeremy Burgess, kepala mekanik yang sudah lama bersamanya.

Untuk mengisi posisi Burgess, Rossi pun menunjuk Silvano Galbusera. Keputusan berat yang justru berbuah manis bagi pembalap asal Italia tersebut.

“Bagi saya, itu adalah keputusan yang sangat sulit. Pertama karena hubungan pribadi kami karena telah bersama-sama untuk waktu yang lama,” kata Rossi seperti dikutip Crash.

Rossi mengakui ada perbedaan besar antara Burgess dengan Galbusera. Salah satunya adalah metode modern yang ditunjukkan Galbusera.

“Itu adalah keputusan yang berani, tapi saya cukup yakin. Terutama karena sekarang cara bekerja di MotoGP sangat berbeda dibanding masa lalu,” ia menambahkan.