close
Nuga Sport

“Salahpun Rossi, Kami tetap Mencintainya”

Valentino Rossi tetap dicintai setelah dihujat sebagai “penjahat” usai melakukan ‘kejahatan’ yang membuat Marquez terjatuh dalam balapan MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang.

Pebalap asal Italia itu dituduh menendang pebalap Repsol Honda itu hingga terjatuh.

Usai balapan, Rossi mendapat sejumlah kritikan keras, terutama dari pendukung Marquez.
Pihak Repsol Honda meminta pebalap asal Italia itu didiskualifikasi dari balapan karena tindakannya di lap ketujuh.

Namun, kritikan yang didapat Rossi usai MotoGP Malaysia tidak sebanyak dengan dukungan yang didapatnya
Ya, meski disudutkan sejumlah pihak, Rossi tetap mendapat dukungan yang dicintai.

Di dunia maya Rossi tetap mendapatkan dukungan yang luar biasa. Pebalap aktif MotoGP atau pun yang sudah pensiun, jika memberikan dukungan untuk Rossi.

Hanya ada satu orang dari pihak Yamaha yang tidak memberikan dukungan untuk Rossi. Orang itu adalah Jorge Lorenzo, rekan setim sekaligus rival Rossi dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2015.

Tindakan Rossi yang menendang Marquez hingga terjatuh memang tidak bisa diterima. Namun, secara keseluruhan, Marquez juga bersalah karena aksi provokasinya di atas sirkuit.

Sial bagi Marquez, Rossi sudah terlanjur dicintai oleh banyak penggemar MotoGP.

Bagi penggemar balap motor Grand Prix dalam dua dekade terakhir, Rossi lebih dari sekedar pebalap.

Bagi banyak orang, Rossi adalah MotoGP itu sendiri. MotoGP akan terasa hambar tanpa Rossi.

Lalu, kenapa pebalap asal Italia itu sangat dicintai?

Karena Rossi memang mudah untuk dicintai.

Rossi mampu menggabungkan antara prestasi dengan hubungannya dengan penggemar secara tepat. Gelar sembilan juara dunia jelas cukup bagi Rossi mendapatkan status legenda meski belum pensiun.

Ketika terpuruk dua musim bersama Ducati, Rossi juga tetap menjadi sorotan utama penggemar di setiap seri balapan.

Selain itu, sepanjang sejarah MotoGP, Rossi adalah pebalap pertama yang mengerti tentang arti pentingnya penggemar.

Mantan pebalap Ducati dan Honda itu selalu memperlakukan penggemar layaknya motor yang ditungganginya di atas sirkuit: harus memiliki koneksi yang nyaman.

Rossi selalu memiliki waktu untuk penggemar, sekalipun sedang meraih hasil buruk. Hal itu terlihat ketika Rossi hanya mampu meraih posisi delapan pada latihan bebas kedua MotoGP Malaysia.

Rossi selalu mampu mengubah raut wajahnya menjadi ceria di depan hadapan penggemar. Dia tidak pernah lelah melayani permintaan penggemar untuk foto bersama atau memberikan tanda tangan.

Kecintaan penggemar MotoGP terhadap Rossi juga terlihat sepanjang akhir pekan di MotoGP Malaysia.
Lebih dari tujuh puluh persen penonton yang datang ke Sirkuit Sepang menggunakan atribut Rossi.

Bahkan lebih dari lima puluh persen penonton yang duduk di Tribun Sirkuit Sepang adalah penggemar Rossi.

Ketika naik podium, bukan Rossi yang dicemooh penonton. Justru Lorenzo yang dicemooh, meski pebalap asal Spanyol itu tidak melakukan kesalahan.

Selain itu, kini muncul petisi agar sanksi start dari barisan belakang yang didapat Rossi di MotoGP Valencia dicabut.

Jadi, meski ada ‘koneksi Spanyol’ yang diklaim ingin menjatuhkan Rossi di ujung kariernya, The Doctor akan tetap menjadi pebalap idola dan dicintai penggemar MotoGP.

Casey Stoner, menganggap Valentino Rossi beruntung setelah hanya mendapat penalti tiga poin karena menendang Marc Marquez hingga terjatuh pada MotoGP Malaysia.

“Jika pebalap lain melakukan apa yang dilakukan Rossi, maka dia akan langsung mendapatkan bendera hitam. Tidak diragukan lagi,” ucap Stoner melalui Twitter.

Bendera hitam merupakan tanda seorang pebalap didiskualifikasi dari balapan karena tindakan tidak sportif dan membahayakan.

Terkait tindakan Rossi di MotoGP Malaysia, Stoner menganggap pebalap asal Italia itu memang sengaja ingin menjatuhkan Marquez pada balapan di Sirkuit Sepang.

“Ada perbedaan besar antara mengemudi sembrono dengan sengaja menjatuhkan lawan keluar dari balapan,” ujar Stoner.

Sementara itu, legenda sepakbola Italia, Paolo Rossi, memberikan dukungannya pada rider veteran Movistar Yamaha, Valentino Rossi setelah The Doctor dianggap dengan sengaja menendang Marc Marquez hingga terjatuh di MotoGP Malaysia akhir pekan lalu.

Mantan ikon Juventus ini pun yakin The Doctor bisa tampil hebat di seri pamungkas musim 2015, yakni MotoGP Valencia, dua pekan mendatang.

Seperti diketahui, Rossi harus start dari posisi buncit di Valencia. Ini terjadi setelah Race Direction mengganjar tujuh kali juara dunia MotoGP itu penalti tiga poin.

Walaupun masih memuncaki papan klasemen, namun Rossi kini cuma terpaut tujuh poin dari Jorge Lorenzo, rekan setim sekaligus rivalnya dalam perburuan gelar juara dunia musim ini.

Start dari posisi buncit di Valencia jelas sama sekali tak menguntungkan Rossi. Lorenzo pun kini lebih dijagokan untuk menyabet gelar juara dunia ketiganya pasca race nanti. Untuk itulah, Paolo memberikan dukungan morilnya pada sang kompatriot.

“Valentino harus datang ke Spanyol seperti ketika Italia datang ke sana untuk Piala Dunia 1982. Saat itu kami juga berangkat dari sebuah situasi buruk, ada dugaan skandal pengaturan skor dan judi. Italia juga memulai turnamen dengan buruk.”

“ Tapi, jangan pernah pesimis. Buktinya Italia jadi juara dunia saat itu dan saya jadi top skorer,” celoteh Paolo, dikutip dari Tuttosport

“Situasi Valentino saat ini memang tak mudah. Tapi, selama masih ada secercah harapan, segalanya masih mungkin,” imbuhnya.

“Valentino sekarang harus menatap ke depan. Itu bisa jadi balapan luar biasa. Dia harus memperlihatkan kemampuannya sebagai rider paling berpengalaman dan paling hebat di Spanyol nanti. Saya yakin Valentino bisa!” tukas peraih Ballon d’Or tersebut.

Tags : slide