close
Nuga Sport

Rossi Mengancam Marquez dan Dovizioso

Rider Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi tampil mengejutkan di dua seri pembuka MotoGP musim ini

Performanya mengancam Andrea Dovizioso dan Marc Marquez, yang menjuarai MotoGP Qatar dan Argentina.

Rossi menjadi pembalap yang diperhitungkan. Sebab, dalam dua seri MotoGP  musim in i Rossi membuktikan dirinya menjadi penantang serius gelar juara dunia.

Pada MotoGP Qatar, Rossi finis di posisi kelima setelah memulai balapan dari urutan keempat belas.

Kemudian, saat balapan di Argentina, akhir pekan lalu, Rossi finis di posisi kedua. Pembalap asal Italia itu mengasapi Dovizioso yang memenangkan MotoGP Qatar.

Performanya itu membuat Rossi berada dalam posisi ketiga dengan mengoleksi tiga puluh satu poin. Dia hanya tertinggal sepuluh poin dari Dovizioso dan empat belas angka dari Marquez yang berada di puncak klasemen.

Sementara itu, rekan setim Rossi, Maverick Vinales belum menunjukkan performa terbaiknya. Saat ini, dia berada di posisi kesebelas  dalam klasemen MotoGP dengan raihan sembilan poin.

Rider Repsol Honda Team, Marc Marquez menyebut persaingan gelar juara dunia MotoGP musim ini  tak hanya diperebutkan oleh dirinya dengan Andrea Dovizioso saja.

Pembalap gaek MotoGP, Valentino Rossi juga mempunyai kesempatan yang sama, menurut Marquez.

Dalam dua seri MotoGP , Rossi membuktikan dirinya menjadi penantang serius gelar juara dunia. Pada MotoGP Qatar,  Maret lalu, Rossi finis di posisi kelima setelah memulai balapan dari urutan keempat belas.

Kemudian, saat balapan di Argentina, akhir pekan lalu, Rossi finis di posisi kedua.

Pembalap asal Italia itu berhasil mengasapi Dovizioso yang memenangkan MotoGP Qatar.

“Dovizioso akan membuat perburuan gelar menjadi sulit, tapi sekarang ada Valentino Rossi juga di sana,” kata Marquez, seperti dikutip dari situs resmi MotoGP.

“Tahun lalu, Valentino Rossi berada di posisi tiga besar. Dia bersama Dovizioso dan saya berada di tiga besar. Mungkin tahun ini juga seperti itu,” ujar pembalap MotoGP  tersebut menambahkan.

Namun, Marquez juga mewaspadai rekan setimnya, Jorge Lorenzo. Meski melakukan kesalahan di MotoGP Argentina, Lorenzo punya kans bangkit dan bersaing memperebutkan gelar juara MotoGP 2019.

“Mungkin Lorenzo masih berjuang lebih banyak untuk beradaptasi. Namun, dia memiliki bakat. Pada akhirnya, saya yakin dia bisa sangat cepat,” ucap Marquez.

Perseteruan antara Valentino Rossi dan Marc Marquez berakhir usai balapan MotoGP Argentina di Termas de Rio Hondo

Menurut Marquez, waktu telah membantu menyelesaikan masalah antara dirinya dan Rossi.

Relasi dua pembalap papan atas tersebut kerap mengalami pasang surut. Tensi di antara mereka kembali memanas pada MotoGP Argentina tahun lalu ketika Marquez menyebabkan The Doctor terjatuh. Baby Alien sempat hendak meminta maaf kepada Rossi ke garasi Yamaha, tapi diusir kru sebelum bisa bertemu The Doctor.

Marquez juga sempat mengajak Rossi berjabat tangan pada MotoGP San Marino, tapi ditolak. Tapi, setelah balapan MotoGP Argentina  justru Rossi yang lebih dulu mengajak bersalaman.

“Apa pun yang terjadi pada Rossi pasti memicu “ledakan” di media, karena dia pembalap paling populer di grid. Tahun lalu saya tak masalah mengakui bahwa itu (insiden di MotoGP Argentina adalah kesalahan saya. Jadi saya ingin meminta maaf,” kata Marquez, seperti dilansir Speedweek

“Hal terpenting adalah Anda menyadari ketika membuat kesalahan. Tapi, tahun ini, cerita sedikit berubah. Waktu memulihkan segalanya,” imbuh Marc Marquez.

Momen jabat tangan itu terjadi sebelum meraka naik ke podium MotoGP Argentina. Marquez menjadi kampiun, sedangkan Rossi meraih posisi runner-up.

Marquez dikenal sebagai pembalap yang ramah terhadap para rival dan juga fans. Dia termasuk pembalap yang murah senyum.

Namun, pembalap Spanyol itu mengakui sangat sulit berteman dengan rival-rival di MotoGP.

“Entah Valentino atau pembalap lain, sangat sulit berteman, nyaris mustahil. Alasannya ada rivalitas di trek. Tapi, di luar lintasan Anda harus saling menghargai,” tegas Marquez.

Marc Marquez  juga mengaku tak menutup kemungkinan satu tim dengan Valentino Rossi. Asalkan, kata Marquez, Rossi bisa membalap hingga umur lima puluh tahun.

“Ya, jika dia membalap hingga umur lima puluh tahun, Anda tidak akan pernah tahu,” ujar Marquez seperti dilansir situs MotoGP.

Hubungan Rossi dan Marquez merenggang setelah tragedi di MotoGP Sepang Saat itu, Rossi dinilai sengaja menginjak rem Marquez sehingga ia terjatuh.

Keduanya kembali terlibat perselisihan di MotoGP Argentina 2018, ketika Marquez menyenggol motor Rossi. Namun cerita berbeda tercipta di Argentina dua pekan lalu.

Di podium, Rossi terlihat menyalami Marquez yang keluar sebagai juara pertama. Rossi sendiri finis di tempat kedua, disusul Andrea Dovizioso.

Marquez mengakui, hubungannya dengan Rossi kerap panas dingin. Namun ia menilai media terlalu membesar-besarkan rivalitas antara dia dan Rossi.

“Apapun yang terjadi dengan Rossi di media, terlalu banyak yang besar-besarkan karena dia adalah pembalap paling populer di MotoGP,” kata Marquez mengakhiri.

Marquez dan Rossi akan kembali adu cepat pada MotoGP Amerika Serikat di Circuit of the Americas, pekan depan. Pada musim lalu, Marquez keluar sebagai pemenang di sini.

Tags : slide