close
Nuga Sport

Rossi Masih Pesaing Kuat Marc Marquez

Rossi masih membukstikan dirinya sebagai pebalap andal dala uji coba hari pertama MotoGP, Rabu, 15 Februari 2017,  ketika di Sirkuit Philip Island, Australia, dirinya mampu berada di posisi dua, atau tepatnya berada di belakang Marc Marquez.

“Marc Marquez jadi yang tercepat di hari pertama tes,” tulis speedweek.”

Jarak waktu antara Rossi dan Marquez hanya berselisih nol koma delapan belas detik.

“The  Doctor masih tetap jadi ancaman di musim ini,” lanjut “speedweek.”

Bagi  Marquez berada di posisi tercepat adalah untuk pertama kalinya ia alami dalam tes muusim ini.

Di Sirkuit Sepang pada dua pekan lalu, tiga pebalap yang mencatatkan waktu terbaik secara berurutan tiga hari tes adalah Casey Stoner, Andrea Iannone  dan Maverick Vinales.

Hal ini menjadi kabar gembira bagi Marquez yang menggunakan mesin baru RC213V pada tes kali ini.

Setelah uji coba di Malaysia, Marquez menyatakan bahwa tugas besarnya di Australia adalah untuk memahami adaptasi sistem elektronik dengan mesin baru Honda.

Pada awal tahun lalu, ia juga mengalami masalah yang sama di sesi tes resmi, tapi pada akhirnya bisa memahami sistem elektronik tersebut setelah menjajal beberapa kali balapan.

Masalah sama kembali terjadi karena mulai musim ini Honda mengganti tipe mesin, dari semula mesin screamer ke jenis big bang.

Mesin berjenis screamer mempunyai kerja mesin yang agak lama dan sukar dikendalikan, sedangkan jenis big bang memiliki kerja mesin yang lebih cepat dan jinak.

Karakter jenis mesin baru inilah yang otomatis mempengaruhi sistem eletronik motor RC213V.

Sementara itu dalam sebuah kesempatan di Philip Islan, Yamaha kembali menegaskan  tekad mereka untuk menyapu bersih gelar di musim ini

“Dengan kehadiran duet Valentino Rossi dan Maverick Vinales kami  ingin menyapu bersih gelar juara dunia, baik untuk kategori pebalap, pabrikan, maupun tim,” ujar bosnya Lin Jarvis

Kehilangan Jorge Lorenzo di musim ini tak membuat Yamaha berkecil hati menyambut musim baru.

Yamaha bahkan optimistis Maverick Vinales bakal membuat Yamaha tak merasakan kesedihan karena kepergian Lorenzo.

“Dalam tiga musim terakhir, Valentino Rossi selalu mengakhiri musim di posisi kedua. Catatan ini sangat impresif. Di usianya yang bakal menginjak tiga puluh delapan tahun, dia masih memiliki kecepatan yang fenomenal.”

“Jelas bahwa Rossi masih memiliki kemampuan untuk memenangkan titel juara dunia ke-10 dalam kariernya. Dengan adanya Vinales, maka kami memiliki dua pebalap yang punya kemampuan untuk jadi juara,” tutur Direktur Yamaha, Lin Jarvis.

Jarvis mengatakan performa Yamaha sejauh ini sesuai dengan harapan dan membuat mereka optimistis menyambut musim baru.

“Motor yang kami tes di Malaysia sangat bagus. Hal-hal yang kami coba selama tes berlangsung berjalan dengan baik.”

“Kami ingin titel juara untuk kategori pebalap, pabrikan, dan juga tim. Saya rasa kami mampu melakukannya dan kami akan mencobanya,” tutur Jarvis.

Pada musim lalu, Movistar Yamaha berhasil merebut titel juara untuk kategori tim meskipun hubungan Rossi dan Lorenzo tak harmonis. Tetapi Yamaha gagal jadi juara di kategori pabrikan dan gelar juara dunia pebalap jadi milik Marc Marquez dari Honda

Lin Jarvis mengaku puas dengan kerja sama Valentino Rossi dan Maverick Vinales sejauh ini. Selama ini Vinales menunjukkan rasa hormat yang besar pada Rossi.

Kedatangan Vinales pada awalnya diiringi kecemasan Rossi akan kembali memiliki suasana yang panas di garasi Yamaha. Usia muda dan ambisi besar Vinales disebut jadi faktor yang membuat pebalap asal Spanyol itu tak akan mau mengalah begitu saja di hadapan Rossi.

Tetapi Jarvis menilai sejauh ini Vinales dan Rossi berhasil menciptakan kondisi yang kondusif

“Sejauh ini bisa saya katakan hubungan mereka luar biasa. Baik Rossi maupun Vinales sama-sama memiliki sikap saling menghormati sejak awal.”

“Valentino Rossi selalu jadi idola bagi Vinales dan hal itu terus berlanjut. Tak ada ketegangan di antara dua pebalap dan bisa dibilang suasana saat ini sangat kondusif,” ujar Jarvis seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Jarvis bahkan tak ragu menyebut duet Rossi dan Vinales sebagai kombinasi hebat yang dimiliki oleh Yamaha musim ini.

“Maverick Vinales adalah pebalap yang selalu ingin tahu, memiliki motivasi tinggi, dan terus bertanya pada Rossi. Rossi pun sangat senang dengan hal itu.”

“Jujur, Rossi adalah pebalap terhebat sepanjang sejarah. Jadi, bagi Yamaha, memiliki pebalap terhebat sepanjang masa dan pebalap dengan talenta terhebat, maka berarti kami memiliki kombinasi luar biasa,” kata Jarvis.

Dalam beberapa musim sebelumnya, suasana di garasi Yamaha terbilang panas. Rossi dan Jorge Lorenzo terus bersitegang

Tags : slide