close
Nuga Sport

Dovizioso Minta Kenaikan Gaji dari Ducati

Andrea Dovizioso akan bertahan di Ducati bila permintaan kenaikan gajinya di penuhi tim unruk musim mendatang.

Sebelumnya, sepertoi ditulis “crash,” Dovizioso dikabarkan akan “pergi” dari Ducati bila permintaan kenaikan gajinya ditolak .

Dovizioso sendiri kini mulai memikirkan masa depannya di MotoGP.

Namun, pebalap asal Italia itu lebih mempriotitaskan bertahan Ducati, dengan catatan mendapat kenaikan gaji.

Seperti juga ditulis “autosport,” Dovizioso telah melakukan pembicaraan dengan Honda dan Suzuki.

Hanya saja, pembicaraan itu ditunda lantara Dovi menunggu tawaran perpanjangan kontrak dari Ducati.

Kontrak Dovizioso dengan Ducati berakhir pada tahun ini. Sama dengan yang dimiliki rekan setimnya, Jorge Lorenzo.

Yang membedakan keduanya hanya bayaran gaji.

Dovizioso yang bergabung dengan Ducati dari Tech 3 pada lima musim lalu mendapat bayaran dua juta euro atau tiga puluh tiga milar rupiah pertahun Dan itu terpaut jauh dengan bayaran yang dimiliki Lorenzo sebesar dua belas juta euro.

Namun, dengan performanya yang menanjak sejak musim lalu, Dovizioso memiliki daya tawar yang lebih baik untuk meminta kenaikan gaji. Sementara, penampilan Lorenzo belum begitu memuaskan.

Pada MotoGP musim lalu, Dovizioso dengan memenangi enam balapan berada di belakang Marc Marquez yang menjadi juara.

Akhir pekan lalu, Dovizioso juga mengawali musim dengan baik sebagai pemenang di MotoGP Qatar.

Setelah sukses mengungguli Lorenzo, Dovizioso ingin Ducati meyakinkan dirinya dengan mengajukan kontrak baru.

“Dovi ingin merasa dihargai. Dia tidak harus mendapat jumlah uang yang seperti mereka bayar kepada rekan satu timnya,” ujar sumber dekat Dovizioso kepada Autosport.

Dovizioso diincar Honda sebagai pendamping Marquez dan juga pengganti Dani Pedrosa. Sementara, Suzuki belum mendapatkan kesepakatan pebalap lain untuk musim depan.

Kesuksesan Andrea Dovizioso pada musim balap lalu langsung  memiliki efek negatif bagi tim Ducati.

Pabrikan asal Italia itu kini memprediksi akan kesulitan melakukan negosiasi kontrak dengan pebalap yang kontraknya akan berakhir pada akhir musim balap ini.

Direktur Olahraga Ducati Paolo Ciabatti menilai performa Dovizioso yang berhasil menyaingi Marc Marquez pada tahun lalu akan menarik minat tim-tim lain di lintasan balap MotoGP.

Menghadapi musim-musim selanjutnya, tim yang mengandalkan motor Desmosedici itu berharap dapat mempertahankan duet Dovizioso dan Jorge Lorenzo.

“Tentu kami ingin menjaga dua pebalap kami, tetapi anggaran kami terbatas dan kami tidak bisa membelanjakan semuanya karena kami juga menggunakannya untuk pengembangan,” ujar Ciabatti kepada Corriere dello Sport.

“Kami sadar Dovizioso mengharapkan tawaran sesuai dengan hasil yang terakhir ia raih. Selain keberhasilannya mengembangkan diri, daya saing Ducati juga turut berpengaruh. Kemenangan di enam seri balap tidak diraih karena kebetulan,” ucapnya menyinggung keberhasilan Dovizioso menjadi juara di enam seri balap tahun lalu.

Ciabatti mengakui Ducati akan melakukan pembicaraan dengan Dovizioso mengenai masalah finansial dan teknis .

“Dia berharap gaji yang setara dengan pebalap papan atas. Ini akan menjadi negosiasi yang sulit,” kata Ciabatti.

Mengenai isu  kepindahan Dovizioso, Honda dan Yamaha sebelumnya telah membantah akan merekrut pebalap asal Italia itu pada musim balap

Dovizioso sendiri puas usai memenangi MotoGP Qatar yang menjadi seri pembuka MotoGP

Berlomba di Sirkuit Internasional Losail, Minggu lalu, Dovizioso menjadi yang tercepat.

Hasil itu sesuai dengan prediksi banyak pihak, bahwa pebalap asal Italia tersebut bisa memenangi balapan meskipun harus start dari posisi kelima.

Bagi Dovizioso, memenangi balapan MotoGP Qatar merupakan salah satu target pribadinya musim ini. Pasalnya, pada tiga MotoGP Qatar sebelumnya, Dovizioso hanya bisa finis di posisi kedua.

“Saya tiga kali berada di posisi kedua di Qatar pada tahun-tahun sebelumnya. Jadi, sebelum saya datang ke sini, seperti sebuah kewajiban untuk menang di sini,” kata Dovizioso kepada BT Sport.

Menurut  sang pebalap itu, salah satu faktor dirinya bisa mematahkan rapor buruk di Qatar karena motor Desmosedici GP-18 yang ditungganginya bekerja sangat baik.

Hal tersebut membuat Dovizioso makin muda di lintasan balap.

“Jadi lebih mudah ] dibanding sebelum-sebelumnya. Bagian depan  kami bekerja sangat bagus, motor, dan gaya berkuda saya bekerja sangat baik untuk ban,” ucap Dovizioso.

Dovizioso juga membeberkan kunci kemenangannya di MotoGP Qatar. Saat Johann Zarco di depan, Dovi memilih bersabar sebelum membuat perbedaan di lap terakhir.

Finis dengan selisih waktu yang tipis dari Marc Marquez dianggap Dovizioso sebagai hal buruk dalam balapan.

Karena itu, Dovi perlu bekerja keras untuk bisa kembali memenangi balapan di seri berikutnya, Argentina dan Amerika Serikat.

“Seri selanjutnya akan sangat penting bagi kami untuk membuat hasil bagus, karena saya pikir itu akan sangat sulit,” Dovi menuturkan.

“Ini penting untuk memahami level kami di kejuaraan. Pastinya kami memiliki motor yang sedikit lebih baik dari tahun lalu, kami memiliki hasil bagus di musim dingin dan akhir pekan ini, tapi tidak cukup ketika ada begitu banyak pebalap yang cepat,” Dovizioso menambahkan.