close
Nuga Sehat

Begini Caranya Anda Mengatasi Insomnia

Institut Kesehatan Nasional AS memperkirakan sekitar tiga puluh persen orang dewasa kini mengalami insomnia.

Salah satu penyebab umum dari insomnia atau gangguan sulit tidur ialah stres, papar situs Mayo Clinic. Rasa cemas tentang pekerjaan, sekolah, kesehatan, keuangan, atau keluarga dapat membuat pikiran tetap aktif sepanjang malam, sehingga membuat seseorang kesulitan tidur.

Peristiwa atau trauma kehidupan yang penuh tekanan seperti kematian atau penyakit orang yang dicintai, perceraian, atau kehilangan pekerjaan, juga dapat menyebabkan insomnia.

Walau memiliki banyak waktu untuk tidur malam, insomnia membuat Anda kurang tidur dan berpotensi sebabkan sejumlah masalah kesehatan.

Insomnia ditandai dengan kondisi sulit tidur, sering terjaga di tengah malam dan sulit kembali lelap, serta mimpi buruk yang membuat Anda terbangun beberapa kali dalam semalam.

Insomnia bisa terbagi menjadi dua yakni, insomnia primer yaitu sulit tidur yang tidak berhubungan dengan kondisi kesehatan, dan insomnia sekunder yaitu susah tidur karena penyakit misal asma, depresi atau kanker.

Beberapa cara bisa Anda coba untuk mengatasi insomnia.

Menetapkan waktu tidur dapat membantu tubuh menemukan ritme untuk beristirahat. Walau membutuhkan waktu sedikit lama untuk membiasakan tubuh, namun cara ini cukup efektif. Ajak tubuh untuk rebah dan memejamkan mata.

Jika dalam 20 menit Anda masih segar bugar, bangun dan lakukan aktivitas santai seperti membaca selama 10 menit, kemudian coba kembali tidur. Selama tujuh hari berturut-turut, latih tubuh untuk patuh pada jam yang sudah ditentukan.

Pastikan lingkungan tempat tidur menyenangkan dan menenangkan, dengan cara mengatur suhu kamar yang tidak begitu dingin atau panas, gunakan penutup mata, serta penutup telinga jika diperlukan

Meditasi kesadaran atau mindfulness meditation mengajak orang untuk menyadari napas, tubuh, pikiran, indera perasa dan sensasi apapun yang dirasakan.

Meditasi ini baik untuk membantu otak agar fokus sehingga dapat mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi, meningkatkan sistem imun, termasuk meningkatkan kualitas tidur.

Melansir dari Healthline, riset  menemukan bahwa meditasi bisa mengurangi insomnia dan memperbaiki pola tidur. Anda bisa bermeditasi sesering yang Anda bisa. Sediakan lima belas menit saat pagi atau lima belas menit jelang tidur untuk meditasi.

Studi yang terbit pada 2014 menyebut yoga terbukti bisa meningkatkan kualitas tidur sekaligus kualitas hidup. Untuk tujuan mengatasi insomnia, pilih jenis yoga yang fokus lebih pada napas ketimbang gerakan atau pose rumit.

Pijat membuat tubuh menjadi lebih rileks dengan cara mengurangi ketegangan pada otot-otot. Riset pada empat tahun lalu menemukan terapi pijat bisa bermanfaat untuk meningkatkan kualitas tidur.

Bahkan pijat juga bisa mengurangi rasa sakit, cemas dan depresi.

Anda bisa ke pijat profesional sehingga mendapat terapi yang memadai. Jika tidak, Anda bisa meminta pasangan atau keluarga untuk memijat. Biarkan pikiran fokus pada sensasi pijatan.

Magnesium merupakan salah satu jenis mineral yang bisa membuat otot rileks dan membantu melepas stres. Magnesium dianggap bisa membantu mengatasi insomnia.

Pada studi lainnya, partisipan yang mengonsumsi lima ratus  miligram magnesium per hari selama dua bulan menunjukkan gejala insomnia berkurang dan pola tidur berubah lebih baik.

Makanan dengan kadar magnesium tinggi antara lain alpukat, pisang, kacang-kacangan, salmon, serta susu.

Agar tidur lebih cepat, jauhkan diri dari gawai seperti ponsel, tab atau laptop. Pasalnya, sinar biru yang dipancarkan gawai diduga menjadi salah satu penyebab berkurangnya produksi hormon melatonin dalam tubuh sebanyak dua puluh tiga persen.

Padahal, hormon melatonin bertugas membantu tubuh untuk terlelap.

Ambil waktu untuk memperoleh sinar matahari pagi. Saat terbangun, biarkan cahaya matahari masuk ke dalam ruangan lalu coba keluar rumah untuk berjemur.

Ini membantu otak untuk mengatur ritme tubuh dan membedakan antara siang atau malam, kapan musti bangun dan kapan musti tidur.

Jika cara-cara ini tak bisa menghilangkan gangguan sulit tidur yang dialami, baiknya segera berkonsultasi dengan dokter demi mendapatkan penanganan tepat.

Pasalnya, kurang tidur berkaitan dengan sejumlah masalah kesehatan, mulai dari kelelahan, obesitas, depresi, hingga turunkan kepuasan seksual.