close
Nuga Sehat

Benar, Prostat Itu “Hanya” Milik Lelaki

Prostat itu “dosa” lelaki.

Ya, prostat, apalagi kankernya, memang “dosa” lelaki karena hanya pria yang memilikinya.
Seperti pada umumnya prostat juga disebabkan oleh pemicu yang sama kendati akan berbeda pada masing-masing individu.

Dikutip dari Everydayhealth.com, Jumat, 25 Maret 2016, ada tiga mitos dan fakta yang masih berkembang di masyarakat luas seputar prostat.

Hal ini kadang memicu kesalahpahaman.

Meskipun benar bahwa mayoritas pria yang didiagnosis menderita penyakit kanker prostat berusia lebih tua, tetapi kanker prostat dapat menyerang pria yang berusia lebih muda.

Sekitar empat puluh persen dari semua kasus terjadi sebelum usia enam puluhan, menurut American Cancer Society.

Untuk itu lembaga itu menyarankan semua laki-laki berisiko sebaiknya berbicara dengan dokter mereka tentang pengujian prostat dimulai pada usia lima puluh.

“Secara kasar, jika seseorang mempunyai satu anggota keluarga yang menderita kanker prostat, misalnya ayah atau saudara laki-laki, maka peluangnya untuk terserang dua kali lebih tinggi daripada seseorang yang tidak memiliki sejarah tersebut,” kata John Wei, MD, seorang profesor urologi di University of Michigan Ann Arbor.

Jika ada dua anggota keluarga dengan kanker prostat maka risikonya melonjak menjadi lima kali. Namun, tidak semua orang yang keluarganya memiliki riwayat akan mengidap kanker prostat.

Serangan kedua kanker prostat biasanya berpotensi menghancurkan secara emosional – terutama setelah Anda sudah pernah melalui pengujian PSA, biopsi, diagnosis, radiasi, dan operasi.

Namun bukan berarti kanker tersebut tidak bisa dikalahkan. Mungkin itu pertanda untuk mencoba prosedur pembunuhan sel kanker lainnya.

Melakukan pemeriksaan di dokter merupakan salah satu cara untuk mengetahui kondisi kesehatan prostat.

Selain itu, cegah kanker ini dengan menjalani gaya hidup sehat serta mengonsumsi beberapa makanan yang ampuh lawan sel kanker di prostat.

Sayuran berwarna kemerahan ini memiliki likopen yang kaya antioksidan.

Hal ini mampu membantu mencegah kanker prostat serta mengurangi pertumbuhan tumor pada pria dengan kanker prostat.

Kabar lain juga bisa menggembirakan terhadap kanker prostat ini.

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, laki-laki yang mengalami orgasme setiap hari, kecil kemungkinan terkena kanker prostat dibanding pria yang tidak ejakulasi secara teratur, menurut sebuah studi baru.

Penelitian menunjukkan, pria yang ejakulasi lebih dari dua puluh satu kali dalam sebulan, dua puluh dua persen lebih rendah terkena penyakit tersebut.

Studi ini tidak memberikan alasan mengapa praktik ejakulasi dapat membantu untuk mencegah terjadinya kanker prostat. Namun ada teori yang telah dibuat publik sebelumnya.

Jennifer Rider dari Harvard Medical School and Bringham and Women’s Hospital mengatakan, data ini sementara waktu bermanfaat untuk mencegah berkembangnya kanker prostat.

Maka data harus diamati lebih hati-hati.

“Pada saat yang bersamaan, mengingat kurangnya faktor risiko yang dapat dimodifikasi untuk kanker prostat, tentu hasil penelitian ini sangat menggembirakan,” kata dia dikutip dari situs Times of India.

Sebenarnya, pria yang sudah memiliki seorang istri, seharusnya tak perlu takut lagi akan risiko mengalami kanker prostat.

Bila mereka berhubungan seksual secara teratur, mereka terhindar dari kanker yang menduduki peringkat ketiga paling umum.

Peneliti percaya bahwa pria yang paling aktif secara seksual, kecil kemungkinan untuk tertular penyakit yang berpotensi fatal.

Berhubung pada kebanyakan kasus tidak ada gejala yang terlihat, kanker prostat pun begitu ditakuti dan berusaha untuk dihindari oleh kebanyakan pria.

Sebelum mengeluarkan pendapatnya ini, para peneliti dari Boston terlebih dahulu melakukan satu studi yang melibatkan hampir puluhan ribu pria tua. Ketika itu, para pria ditanya mengenai ejakulasi yang mereka

Dari hasil yang telah diterbitkan di Journal of American Medical Association pada empat tahun lalu sebanyak ribuan orang mengembangkan kanker prostat delapan tahun kemudian, terlebih bagi mereka yang hanya memiliki empat atau tujuh ejakulasi per bulan.

Melansir Daily Mail, peneliti juga melaporkan tidak ada peningkatan risiko kanker prostat pada pria yang mengaku sering kali melakukan itu.

Pemimpin penelitian yang berasal dari Cancer Institute, Dr Michael Leitzmann, berpikir bahwa kegiatan semacam itu berefek memberikan perlindungan karena prostat mengeluarkan sebagian besar cairan dalam air manis.

Dan berhubungan seksual dapat membuang bahan kimia penyebab kanker.

Namun, lanjut dia, dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

Sebab, terlalu dini menyarankan seorang pria untuk mengubah kebiasaan seksualnya agar terhindar dari risiko kanker prostat.

Alasan lainnya adalah bahwa pada penelitian sebelumnya ditemukan bahwa pria yang terlalu sering ejakulasi rentan terhadap kanker.

Tapi kelihatannya ini semua dikarenakan sejumlah infeksi seksual yang dapat memicu penyakit, bukan tindakan itu sendiri.