close
Nuga Sehat

Apel Bisa Menurunkan Berat Badan Anda

Apel disebut sebagai buah yang familiar serta paling banyak dibudidayakan dan dikonsumsi di dunia.

Berasal dari wilayah Asia Tengah, apel tak hanya lezat dikonsumsi namun memiliki efek yang baik bagi kesehatan tubuh. Manfaat apel antara lain bisa menurunkan berat badan hingga mencegah datangnya penyakit kronis.

Apel yang juga dikenal dengan nama Malus domestica ini rendah sodium, lemak, dan kolesterol.

Meski tak mengandung protein, tapi apel merupakan sumber vitamin C, serat, dan antioksidan yang tinggi, serta nutrisi penting lainnya vitamin B kompleks seperti riboflavin, thiamin, dan vitamin B6, fitonutrien, kalsium, potassium, dan fosfor.

Berbagai nutrisi penting tersebut yang membuat apel menjadi buah ajaib yang ampuh memberantas penyakit. Meskipun makan apel tidak dapat menyembuhkan total, namun setidaknya dapat mencegah dan meminimalisasi serangan risiko penyakit.

Berikut manfaat mengonsumsi apel bagi kesehatan dilansir dari beberapa sumber.Menggigit dan mengunyah apel merangsang produksi air liur di mulut yang bisa mengurangi kerusakan gigi dengan menurunkan jumlah bakteri. Bakteri mulut inilah faktor terbesar penyebab masalah gigi.

Namun perlu diingat, bukan berarti dengan makan apel lantas menggantikan aktivitas menyikat gigi. Selain itu disarankan untuk tidak mengonsumsi apel terlalu banyak.

Kandungan asamnya yang tinggi, bahkan 4 kali lebih kuat dari minuman soda, dapat merusak enamel gigi. Porsi amannya adalah satu buah apel sehari.

Agar tidak semakin mengabrasi gigi, dokter menyarankan potong apel menjadi beberapa bagian ketimbang menggigitnya langsung.

Setelahnya jangan lupa berkumur agar menghilangkan asam dan gula yang tertinggal di dalam mulut yang merupakan penyebab berkembangnya bakteri.

Merujuk Besthealthmag.ca, manfaat mengonsumsi apel secara rutin dapat menjaga kesehatan otak. Sebuah studi menunjukkan bahwa minum jus apel dapat menjauhkan dari Alzheimer dan melawan efek penuaan pada otak.

Tak hanya itu, orang yang makan buah-buahan dan makanan berserat tinggi seperti apel dapat terhindar dari penyakit Parkinson–kondisi yang ditandai oleh kerusakan sel-sel saraf penghasil dopamin di otak.

Para ilmuwan menyimpulkan hal tersebut merupakan efek positif anti-radikal bebas dari antioksidan yang terkandung di dalam apel.

Para ilmuwan dari American Association for Cancer Research sepakat bahwa flavonol dalam apel dapat membantu mengurangi risiko terkena kanker pankreas  dua puluh tiga persen.

Selain itu senyawa triterpenoid dalam kulit apel dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker di hati, usus besar, dan payudara.

Hal tersebut ditegaskan juga oleh Institut Kanker Nasional di AS telah merekomendasikan asupan serat yang tinggi untuk mengurangi risiko kanker usus besar atau kolorektal.

Kecukupan serat inilah bisa didapatkan melalui rajin mengonsumsi buah apel.Wanita yang makan apel setidaknya satu kali sehari 28 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2 daripada mereka yang tidak makan apel.

Alasannya, buah ini sarat akan serat larut, kunci untuk menekan lonjakan gula darah serta kandungan polifenol dalam apel dapat membantu mencegah kerusakan jaringan sel beta yang menghasilkan insulin di pankreas.

Penelitian menunjukkan makan apel setiap hari dapat mengurangi hingga 28 persen risiko diabetes tipe 2 dibandingkan tidak memakan apel sama sekali. Bahkan hanya dengan memakan beberapa apel per minggu mampu memberikan efek perlindungan secara signifikan.

Antioksidan dalam apel dapat melindungi paru-paru dari kerusakan oksidatif. Orang yang makan satu apel besar setiap hari cenderung mengurangi risiko terkena asma hingga 10 persen.

Bahkan kulit apel juga mengandung flavonoid quercetin yang dapat mengatur sistem imun tubuh dan mengurangi inflamasi yang bisa mencegah asma dan reaksi alergi.

Serat larut yang ditemukan dalam apel berdampak pada lemak di usus. Serat larut menurunkan kadar kolesterol dan membuat tubuh lebih sehat. Peneliti dari Florida State University mengungkapkan bahwa makan apel setiap hari menurunkan 23 persen kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan 4 persen kolesterol baik (HDL) dalam kurun 6 bulan saja.

Asupan serat larut tinggi cenderung terhindar dari penumpukan plak atau kolesterol di arteri. Senyawa fenolik yang ditemukan dalam kulit apel juga mencegah kolesterol yang masuk dan membeku di dinding arteri.

Ketika plak terbentuk di dalam arteri tentu akan mengurangi aliran darah ke jantung. Jika hal itu dibiarkan maka akan mengarah ke penyakit arteri koroner.

Studi menunjukkan bahwa asupan tinggi flavonoid cenderung menurunkan risiko stroke 20 persen. Flavonoid dapat membantu mencegah penyakit jantung dengan menurunkan tekanan darah, mengurangi oksidasi LDL “buruk”, dan bertindak sebagai antioksidan. Studi lain mengaitkan konsumsi buah-buahan berdaging putih, seperti apel dan pir, dengan pengurangan risiko stroke.

Batu empedu terbentuk ketika terlalu banyak kolesterol yang menumpuk dan membeku dalam empedu. Biasanya kondisi ini sangat lazim terjadi pada seseorang yang mengalami obesitas.

Untuk mencegah batu empedu, dokter merekomendasikan diet tinggi serat seperti apel untuk mengontrol berat badan dan menurunkan kadar kolesterol.

Banyak masalah kesehatan terkait dengan kelebihan berat badan, di antaranya penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan sleep apnea. Untuk mengatur berat badan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, dokter merekomendasikan diet yang kaya serat.

Makanan tinggi serat seperti apel dapat membuat perut kenyang tanpa harus mengonsumsi terlalu banyak kalori.

Ketika Anda mengalami diare ataupun sembelit, berarti tubuh Anda kurang serat. Serat yang ditemukan di apel dapat membantu meredakan diare dan menuntaskan sembelit.

Apel mengandung pektin, sejenis serat yang bertindak sebagai prebiotik untuk makanan bakteri baik di usus. Mengonsumsi serat yang cukup dapat membantu mengendalikan gejala dan mengurangi efek refluks asam, meningkatkan proses pencernaan, mencegah sembelit, diare, iritasi usus, dan gangguan pencernaan lainnya.

Antioksidan yang terkandung dalam apel mampu menangkal efek merusak dari radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini, keriput, dan bintik-bintik penuaan. Apel juga dapat meningkatkan sirkulasi darah yang membuat kulit tampak lebih muda dan kencang.

Antioksidan mampu merangsang pergantian sel, perbaikan sel yang rusak, dan mencegah jerawat. Untuk membuat wajah yang lebih cerah, kita dapat membuat masker dari apel dengan mencampurkan apel yang dihaluskan, oatmeal dan madu.

Wasir adalah kondisi bengkak di saluran anus. Meskipun tidak mengancam jiwa, bengkak ini bisa sangat menyakitkan. Wasir disebabkan oleh terlalu banyak tekanan di daerah panggul dan dubur.

Mengonsumsi apel yang tinggi serat dapat mengendalikan sembelit, mencegah terlalu memaksa mengejan, dan melancarkan BAB. Sistem pencernaan yang sehat menandakan kondisi tubuh yang sehat.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa apel secara spesifik dapat mempengaruhi kesehatan tulang. Kandungan flavonoid phlorizin yang ditemukan di kulit apel, dapat membantu mencegah keropos tulang.

Para peneliti percaya bahwa flavonoid phlorizin dapat melindungi wanita yang sudah menopause dan menderita osteoporosis. Apel juga mampu melawan peradangan dan produksi radikal bebas yang mengarah pada degenerasi tulang.

Dalam sebuah penelitian, perempuan yang memakan apel segar, apel kupas, atau saus apel, akan lebih sedikit kehilangan kalsium dari tubuh mereka daripada perempuan yang tidak memakan apel.

Apel merah mengandung antioksidan yang disebut quercetin. Studi terbaru menemukan bahwa quercetin dapat membantu meningkatkan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh, terutama ketika sedang stres.

Studi menunjukkan bahwa orang yang menjalani diet buah yang mengandung antioksidan seperti apel memiliki kemungkinan 10 hingga 15 persen lebih rendah mengalami katarak. Antioksidan mencegah radiasi dan radikal bebas yang merusak lensa mata.

Itulah 15 manfaat apel bagi kesehatan. Apel adalah buah yang baik dan aman untuk dikonsumsi setiap hari, bahkan bisa mengurangi risiko terkena penyakit berbahaya seperti diabetes dan kanker.

Serat larutnya juga mampu mengurangi berat badan dan melancarkan pencernaan. Untuk mendapatkan khasiat kesehatan secara optimal, makanlah buah apel beserta kulitnya tanpa harus dikupas. Tapi ingat untuk selalu mencucinya hingga benar-benar bersih karena residu pestisida menempel pada kulit apel.

Selain itu, mengutip Webmd, jangan sampai biji apel termakan karena berpotensi fatal. Biji apel mengandung zat kimia yang berubah menjadi sianida ketika terkunyah dan masuk dalam tubuh. Tak sengaja memakan satu-dua biji mungkin tak akan berdampak apa pun pada tubuh, namun menelan 150 biji sekaligus berisiko keracunan sianida.