close
Nuga News

Benar Lo, Rajin Ngopi Bisa Nambah Umur

Kabar terbaru dan menyenangkan datang untuk kalian yang gemar menyeruput kopi.

Menurut sederetan para ahli,  berdasarkan hasil berbagai penelitian, selain rasanya yang amat menggoda selera, keistimewaan kopi bagi kesehatan juga bisa memperpanjang usia, lo.

Enggak percaya?

Nah, ini berbagai  fakta mengenai kopi memperpanjang usia.

Minum kopi di pagi hari atau di sela-sela bekerja, rasanya sudah menjadi kebiasaan bagi mereka pecinta kopi. Alasannya berbagai macam, mulai dari rasanya yang bikin lidah ketagihan, meningkatkan fokus, atau sekadar mengusir rasa kantuk.

Ternyata, manfaat kopi sebenarnya lebih dari itu. Menurut para ahli, kopi hitam ternyata bisa membuat awet muda dan juga katanya kopi memperpanjang umur.

Lho kok bisa?

Kandungan antioksidan dalam biji kopi ini bisa membantu melawan radikal bebas dan mencegah penyakit kronis, seperti kanker dan jantung. Enggak percaya?

Menurut para ahli dalam Journal of American Medical Association, kopi dapat membantu tubuh untuk menurunkan kolesterol jahat , sekaligus meningkatkan kolesterol baik , sehingga baik untuk kesehatan jantung.

Enggak cuma itu, menurut penelitian dari National Institutes of Health, rutin mengonsumsi kopi hitam dua hingga tiga cangkir per hari juga dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit kronis sebesar 10 persen.

Namun, efek di atas enggak datang dengan sendirinya, alias ada catatannya.

Kata ahli efek kopi yang menyehatkan bagi tubuh hanya di dapat dari kopi hitam pahit, tanpa tambahan gula, krimer, atau pemanis lainnya. Porsinya juga enggak boleh berlebihan agar tak merugikan kesehatan.

Efek kopi memperpanjang usia juga bisa dikarenakan oleh alasan ini. Menurut penelitian yang diterbitkan The Journal of the American Medical  – Internal Medicine menunjukkan bahwa minum kopi dapat mengurangi risiko meninggal pada umur yang masih muda.

Tak cuma itu, menurut ahli dari National Cancer Institute seperti dilansir TIME, terdapat hubungan terbalik antara minum kopi dan kematian.

Dalam hal ini, termasuk di antara subjek penelitian yang meminum kopi setidaknya satu cangkir per hari, mereka yang meminum kopi disaring, instan, dan tanpa kafein.

Data yang digunakan peneliti ini berasal dari UK Biobank yang berisi sampel biologis, pemeriksaan fisik, dan kuesioner kesehatan. Para peneliti menganalisis sekitar 500.000 orang yang menjawab berbagai pertanyaan.

Mulai dari konsumsi kopi, kebiasaan minum alkohol, rokok, riwayat penyakit, dan lain-lain.

Nah, dari data yang diperoleh, para ahli menemukan adanya keuntungan berupa umur panjang yang diasosiasikan dengan hampir semua tingkat dan jenis kopi.

Berkurangnya risiko kematian dini ini tergantung dari seberapa banyak konsumsi, kandungan kafein, dan instan atau tidaknya kopi yang dikonsumsi.

Namun, secara keseluruhan dibandingkan dengan mereka yang enggak mengonsumsi kopi, orang yang setidaknya minum satu cangkir kopi per hari memiliki risiko mati muda delapan persen lebih rendah.

Menurut studi yang dipublikasikan oleh The American Heart Association, konsumsi kopi satu cangkir per hari dapat menurunkan 20 persen risiko terserang gejala stroke.

Tak cuma itu saja, menurut beberapa penelitian, konsumsi kopi secara teratur juga mampu untuk mengurangi risiko terserang penyakit saraf di usia tua. Contohnya, penyakit demensia dan parkinson.

Nah, sudah tahu kan efek kopi memperpanjang usia. Meski begitu, menurut beberapa ahli seperti dilansir TIME, sebenarnya kopi tidaklah semata-mata memperpanjang usia seseorang.

Hanya saja, minuman yang satu ini memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh yang bisa meminimalkan risiko terserang berbagai penyakit.

Untuk mereka yang ingin panjang umur minumlah  empat gelas kopi per hari. Selain memperpanjang usia  kopi juga memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

Pada sebuah penelitian observasional, ditemukan bahwa mereka yang minum kopi setidaknya empat cangkir setiap hari memiliki risiko kematian dini lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak pernah atau jarang mengonsumsi kopi.

Pengurangan risiko ini lebih signifikan setelah orang mencapai usia 45 tahun, yang menunjukkan bahwa lebih bermanfaat mengonsumsi kopi seiring bertambahnya usia.

Temuan ini mendukung hasil penelitian besar lainnya, yang menemukan bahwa peminum kopi tampaknya hidup lebih lama, terlepas dari apakah mereka mengonsumsi kopi biasa atau kopi tanpa kafein.

Minum kopi secara rutin juga telah terbukti mengurangi risiko banyak penyakit, termasuk diabetes tipe 2, penyakit hati, kanker kolorektal, alzheimer, serta kanker kulit.

“Kopi sarat akan antioksidan,” kata Joe DeRupo, juru bicara National Coffee Association. “Banyak antioksidan alami yang ditemukan dalam biji kopi, sementara yang lain diciptakan selama proses pemanggangan.

Senyawa inilah yang terhubung dengan efek positif dalam mengurangi risiko beberapa penyakit.

Beberapa senyawa yang biasa ditemukan dalam kopi telah dikaitkan dengan sensitivitas insulin yang lebih baik, fungsi hati dan berkurangnya peradangan kronis,” kata V. Wendy Setiawan, profesor kedokteran pencegahan di Sekolah Kedokteran Keck di USC, dan penulis utama salah satu studi terbaru tentang kaitan antara konsumsi kopi dan umur panjang.

Walau konsumsi kopi tampak menyehatkan bagi banyak orang, beberapa orang harus lebih berhati-hati meminumnya. Wanita yang sedang hamil, misalnya, wajib membatasi asupan kopi berkafein.

“Bukti saat ini menunjukkan, mengonsumsi kafein dalam jumlah sedang hingga 200 mg per hari, tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran atau kelahiran prematur,” kata Dr. Joseph Wax, ketua American College of Obstetricians and Gynecologists’ Committee pada Praktik Kebidanan.

“Namun, ada data yang bertentangan mengenai hasil kehamilan ini ketika wanita mengkonsumsi lebih dari dua ratus miligram kafein per hari. Selain itu, tidak ada bukti yang cukup untuk menarik kesimpulan tentang efek kafein pada pertumbuhan janin.” tambahnya.

Bila Anda memiliki masalah jantung, maka kamu harus membatasi konsumsi kopi dan kafein. ” Kafein adalah penghambat dan akselerator detak jantung seseorang,” ujar Dr. Vince Bufalino, juru bicara American Heart Association, senior vice president dan senior medical director Cardiology-AMG, Advocate Health Care, di Naperville, Illinois.

“Mereka yang mengalami atrial fibrillation (umumnya dikenal sebagai detak jantung tidak teratur) atau hipertensi harus membatasi asupan kafein mereka. Satu hingga dua cangkir sehari mungkin baik-baik saja, tetapi jika seseorang sensitif, ia harus membatasi semua kafein.” kata Bufalino

Adapun efek samping kopi ditemukan pada kesehatan tulang. Kafein di dalam kopi dapat menyebabkan hilangnya kalsium, tetapi mungkin tidak perlu dikhawatirkan.

“Kafein memang meningkatkan kehilangan kalsium urin, tetapi diimbangi peningkatan penyerapan kalsium sehingga tampaknya tidak ada efek buruk pada jumlah kalsium,” kata Connie Weaver, profesor ilmu nutrisi terkemuka di Purdue University, yang memimpin tinjauan tentang penelitian tentang kalsium dan kesehatan tulang.