close
Nuga Life

Tanaman Hias Kini Makin Digandrungi

Tak terbantahkan di tengah pandemi virus corona memiliki tanaman hiasi merupakan sebuah tren.

Bagaimana tidak, selain menghadirkan keindahan tersendiri, tanaman hias juga bisa membuat pemiliknya merasa senang.

Namun siapa sangka, beberapa tanaman harganya bisa mencapai miliaran rupiah.

Saat ini janda Bblong  atau nama kerennya monstera adansonii  menjadi salah satu tanaman hias yang diminati dan dapat terjual dengan harga ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.

Tetapi, sebelum janda bolong, sudah ada beberapa jenis tanaman yang sempat beken dengan harga yang cukup fantastis. Berikut daftar tanaman tersebut:

Sansevieria atau lidah mertua adalah marga tanaman hias yang cukup populer sebagai penghias bagian dalam rumah karena dapat tumbuh dalam kondisi sedikit air dan cahaya matahari.

Sansevieria memiliki daun keras, sukulen, tegak, dengan ujung meruncing.

Selain itu, tanaman hias lidah mertua  memiliki beberapa khasiat, salah satunya mengurangi sick building syndrome, sebagai aroma terapi, mengatasi flu dan batuk, menurunkan resiko diabetes, hingga menyerap gelombang radiasi.

Meskipun begitu, harga lidah mertua  sempat menembus hingga sepuluh juta rupiah juta per daunnya. sri rejeki atau aglaonema adalah tanaman hias populer dari suku talas-talasan atau araceae yang memiliki sekitar tiga puluh spesies.

Habitat asli tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembaban tinggi.

Dengan warna yang bervariasi, mulai dari merah, kuning, hingga merah muda, tanaman yang memiliki daun polkadot berwarna putih dan hijau ini sempat dibanderol mencapai  satu juta rupiah per tanamannya.

Selain itu tanaman gaharu atau aquilaria malaccensis adalah sejenis pohon anggota suku gaharu-gaharuan. Jenis ini dapat dijumpai di Bangladesh, Bhutan, India, Indonesia, Iran, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Salah satu tanaman berjenis aromatik ini sempat dijadikan sebagai salah satu bahan utama pembuatan kosmetik, parfum, hingga obat-obatan.

Sayangnya, tumbuhan ini, karena nilai ekonominya, terancam punah karena rusaknya habitat mereka.

Maka tak heran jika harganya sempat mencapai  tiga ratus juta rupiah per kilogram.Anthurium atau kuping  gajah termasuk tanaman dari keluarga Araceae.

Tanaman berdaun indah ini masih berkerabat dengan sejumlah tanaman hias populer semacam aglaonema, philodendron, keladi hias, dan alokasia.

Dalam keluarga araceae, anthurium adalah genus dengan jumlah jenis terbanyak, melebihi 1.000 jenis. Tanaman ini juga sempat terjual pada angka tujuh puluh juta rupiah.

Tanaman Kamboja Jepang atau adenium adalah spesies tanaman hias yang berbatang besar, dengan bagian bawahnya menyerupai umbi.

Selain itu, batangnya tidak berkambium, akarnya dapat membesar menyerupai umbi, bentuk daunnya panjang ada yang lonjong, runcing, kecil, dan besar, dengan warna bunga yang bermacam-macam.

Dengan cara perawatan yang cukup mudah, serta tidak membutuhkan banyak biaya, harga Kamboja Jepang bisa mencapai Rp 50 juta.

Bonsai adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Penanaman “sai” dilakukan di pot dangkal yang disebut “bon”.

Tanaman Bonsai memiliki nilai jual uang cukup tinggi, dengan harga bisa mencapai  satu miliar rupiah .Philodendron adalah genus besar tumbuhan berbunga di keluarga Araceae.

Pada September  lima tahun lalu World Checklist of Selected Plant Families menerima  empat ratus delapan puluh sembilan spesies; sumber lain menerima nomor yang berbeda.

Terlepas dari jumlah spesiesnya, genus tersebut adalah anggota terbesar kedua dari famili Araceae. Tanaman ini juga memiliki bunga dan batang yang unik.

Philodendron yang sering dijadikan sebagai alternatif dari Anthurium atau Aglaonema yang memiliki harga fantastis, yang bisa mencapai hingga jutaan rupiah.

Setelah Monstera dan Aglonema, kini giliran Caladium yang tengah digemari para pecinta tanaman hias.

Caladium dikenal juga secara luas oleh masyarakat sebagai keladi. Warna dan bentuk daunnya yang cantik membuat keladi banyak disukai.

Nama keladi berasal dari nama ilmiah Caladium. Caladium merupakan salah satu marga dari keluarga talas-talasan atau famili Araceae. Meski sudah akrab dan banyak dijumpai di Indonesia, keladi bukan tumbuhan asli Indonesia.

“Tumbuhan ini bukan asli dari Indonesia, meskipun saat ini seakan-akan sudah umum dijumpai di Indonesia,” kata peneliti tanaman Araceae

Tumbuhan ini berasal dari Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Caladium lalu banyak dinaturalisasi di negara tropis seperti Indonesia. Caladium dapat tumbuh di area terbuka

Karakteristik Caladium yang khas tampak dari daun yang melebar. Caladium pada umumnya mempunyai daun berbentuk anak panah.

Selain anak panah, bentuk daun Caladium juga dianggap mirip seperti hati, kuping gajah, dan sayap.

Jumlah daun Caladium pun beragam pada satu tanaman. Ada yang mempunyai banyak daun tetapi ada pula yang hanya berdaun dua atau tiga lembar dalam satu tanaman.

Selain itu, Caladium juga memiliki banyak warna. Beraneka warna, ada yang evergreen , ada pula yang mempunyai masa dorman [berhenti tumbuh],” ucap Yuzammi.

Sebagian keladi tumbuh menjadi gulma atau rumput yang mengganggu. Namun, banyak tumbuhan keladi yang dibudidayakan menjadi tanaman hias.

Dari tujuh spesies yang ditemukan di Amerika, kini terdapat lebih dari seribu hasil kultivar atau varietas tanaman yang sudah dibudidayakan.

Beberapa yang populer adalah Caladium Ace of Heart yang berbentuk seperti hati dan berwarna merah muda.

Ada pula Caladium Candidum yang berwarna putih, serta Caladium Green Spider dengan campuran hijau dan merah dengan tekstur tulang daun seperti sarang laba-laba.

 

Tags : slide