close
Nuga Life

Masalah Seksual Juga Milik Orang Muda

Kenapa masalah seksual seperti disfungsi ereksi, ejakulasi dini atau kesulitan mencapai klimaks dikaitkan dengan orang  tua?

Untuk menjawabnya, the National Survey of Sexual Attitudes and Lifestyles menunjukkan data yang mengejutkan dengan menuliskan lebih dari sepertiga orang muda  yang aktif secara seksual telah mengalami masalah seks berkepanjangan di tahun lalu.

Seperti dikutip  Independent, Kamis, 08 September 2016, penelitian yang merupakan studi ilmiah terbesar menyorot gaya hidup, dan kesehatan seksual anak muda di Inggris menemukan mereka secara umur orang-orang yang aktif secara seksual mengalami satu atau lebih masalah seksual.

Studi ini mencatat bahwa selain gejala-gejala fisik, efek emosional dan psikologis juga melekat pada disfungsi seksual.

Sedangkan masalah menyedihkan yang paling umum untuk wanita meliputi kesulitan mencapai klimaks, yang tertarik pada seks.

Di antara pria, masalah menyedihkan umum lain termasuk mencapai ejakulasi dini dan kesulitan mendapatkan dan mempertahankan ereksi.

Namun meskipun merasa ada gangguan emosi, beberapa di antara mereka mencari bantuan profesional, mungkin karena stigma sosial dan kurangnya pendidikan tentang masalah seks.

Penulis utama Dr Kirstin Mitchell mengatakan, “Ketika anak-anak muda ini datang mencari bantuan, perhatian profesional biasanya difokuskan pada mencegah infeksi menular seksual dan kehamilan yang tidak direncanakan.”

Namun, kita harus mempertimbangkan kesehatan seksual lebih jauh, karena masalah seksual dapat berdampak pada kesejahteraan orang muda dalam jangka panjang.

“Temuan kami menunjukkan bahwa masalah seksual menyedihkan tidak hanya dialami oleh orang-orang tua di Inggris, dan relatif umum terjadi pada awal masa dewasa,” lanjut Mitchell.

Rekan penulis studi Profesor Kaye Wellings dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, mengatakan, pendidikan seks di Inggris masih secara diam-diam, dan hanya pada isu-isu kepuasan seksual.

“Pendidikan seks bisa melakukan lebih banyak lagi untuk menghilangkan prasangka mitos tentang seks, membahas kesenangan dan mengenalkan kesetaraan gender dalam satu hubungan.”

“Mengajarkan pentingnya komunikasi dan menghormati dalam berhubungan seks pada orang muda juga kunci untuk membantu mereka memahami dan mengatasi permasalahan yang mungkin terjadi dalam kehidupan seks mereka,” katanya.

Enam puluh persen pria yang meminta bantuan profesional terkait masalah di ranjang mengalami disfungsi ereksi.

Meski kurangnya minat berhubungan seksual jauh lebih kecil tapi penderitanya tidak bisa dibilang sedikit.

Selain itu, masalah yang paling sering dilaporkan pria ke dokter adalah kesulitan membuat pasangannya klimaks atau ejakulasi dini di bawah sepuluh persen.

Bahkan, National Health Service mencatat, pada empat tahun lalu saja cukup banyak pasangan yang tergolong baru tapi sepertiga di antaranya sudah mengeluh tentang kehidupan seks mereka di satu tahun sebelumnya.

Dikutip dari situs Daily Mail, sedangkan yang dikhawatirkan dari wanita adalah libido yang rendah. wanita memenuhi kriteria mengidap kondisi itu.

Kesenjangan dapat terjadi akibat tekanan dari industri farmasi untuk menjual obat-obatan terkait masalah seksual ini. Ini bisa menyebabkan gejala ringan yang mendorong ke gejala yang lebih berat.

Pemimpin penelitian dari London School of Hgiene and Tropical Medicine, Kirstin Mitchell mengatakan, masalah-masalah seperti ini membuat terjadinya peningkatan kunjungan pasangan ke psikiatri.

Bercinta merupakan aktivitas yang tidak akan pernah berhenti digemari manusia.

Kebanyakan orang pada umumnya menilai bercinta hanya sebatas pelampiasan hawa nafsu atau rasa cinta.

Namun sebetulnya, bercinta disebut sebagai kebutuhan biologis bukan tanpa alasan yang lebih dalam.

Bercinta ternyata tidak hanya membuat fisik kita lebih sehat dan lebih kebal terhadap serangan beberapa penyakit, namun juga membantu menjaga kesehatan psikis setiap orang yang melakukannya.

Mmanfaat seks untuk kesehatan psikis dan fisik manusia seperti disampaikan oleh sejumlah pakar dari seluruh dunia, dilansir dari laman situs Mirror:

Sebuah studi dalam jurnal Biological Psychology menyimpulkan bahwa mereka yang melakukan aktivitas bercinta pada saat malam hari akan lebih segar dan bahagia keesokan paginya.

Ini membantu mereka tampil dan bekerja lebih baik, serta mengurangi potensi stres yang kerap berujung depresi.

Sebuah studi yang dilaksanakan oleh French Medical Reserach Council, Inserm pada tahun 2012 lalu membuktikan bahwa seks adalah solusi tepat untuk membuat seseorang lelah dan bisa tidur dengan nyenyak.

Sejumlah penelitian membuktikan bahwa seks dapat membantu seseorang menahan rasa lapar lantaran sudah merasa puas dari orgasme.

Saat orgasme, tubuh mengeluarkan phenethylamine, zat yang merupakan amphetamine alami dalam tubuh. Zat ini mampu membuat orang tidak lagi lapar dan sudah merasa puas apa adanya.

Sejumlah ilmuwan dari Wilkes University di Pennsylvania, Amerika Serikat mengatakan bahwa bercinta mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang mana juga turut membantu tubuh lebih kuat menghalangi virus seperti flu untuk masuk ke dalam.

Sebuah riset yang dikemas dalam jurnal Experimental Biology and Medicine menyatakan bahwa orgasme hasil bercinta mampu bekerja sebagai painkiller atau penghilang rasa sakit untuk penderita migrain, sakit tulang punggung, pusing, nyeri pada kaki dan lainnya.

Para peneliti di New England Research Institute, Massachusetts, Amerika Serikat menegaskan bahwa aktivitas bercinta dapat membantu seseorang menghindar dari potensi sakit atau serangan jantung.

Mereka yang melakukannya dua kali seminggu memiliki resiko lebih kecil untuk mengalami penyakit seputar jantung dibandingkan mereka yang tidak melakukannya sama sekali.

Sebuah penelitian yang mana hasilnya dipaparkan dalam British Journal of Cancer menjelaskan bagaimana aktivitas bercinta mampu membantu seseorang melawan penyakit kanker payudara pada wanita dan juga pada pria.

Pria yang hanya enam kali orgasme atau kurang dalam sebulan memiliki resiko tinggi penyakit tersebut. Sama halnya dengan pria, wanita yang hanya melakukan hubungan seks sekali sebulan sangat rentan akan kanker payudara.

Para ilmuwan di Royal Edinburgh University memberitahukan hasil penelitian mereka terkait seks.

Menurut mereka, seseorang yang melakukannya empat kali dalam kurun waktu seminggu akan terlihat sepuluhkali lebih muda.