close
Nuga Life

Anda Tahu Waktu Pas Hubungan Intim?

Anda memiliki pasangan?

Pernah tahu waktu berhubungan intim?
Kalau tidak pernah tahu, media terkenal Inggris “The Telegraph,” Sabtu, 24 Oktober 2015, dalam rubrik “female”nya memberitahu dengan rinci kapan seharusnya pasangan berhubungan intim dikaitkan dengan usia.

Menurut “The Telegraph,” mengutip penelitian Oxford University’s Sleep dan Circadian Neuroscience Institut manusia memiliki jam biologis atau ritme sikardian, tak terkecuali untuk berhubungan intim.

Jam biologis menjadi penentu kapan sebaiknya makan, kapan tidur, bahkan kapan waktu terbaik untuk berhubungan seksual.

Dokter Paul Kelley, yang memimpin penelitian, mengungkapkan waktu adalah segalanya, meskipun bercinta sering kali terjadi secara spontan.

Jam biologis seseorang mengalami pergeseran seiring bertambahnya usia.

Dengan demikian ada beberapa perbedaan waktu antara usia dua puluhan hingga tujuhpuluhan.

Anda kini berusia dua puluhan?

Nah. Menurut Kelley, pukul 15.00 adalah waktu yang tepat untuk pasangan di usia ini

Pada usia ini, pasangan yang telah menikah biasanya memiliki keinginan berhubungan seksual sepanjang hari.

Namun, pada jam itu terjadi lonjakan energi sehingga menjadi waktu yang tepat untuk bercinta.

Sementara itu, untuk bangun tidur tepatnya pada pukul 09.30.

Waktu yang tidak terlalu pagi bukan.

Bagaimana dengan mereka di usia tiga puluhan?

Usia ini adalah tahun emas untuk bercinta.

Sinar matahari pagi hari dapat meningkatkan hormon testoteron pada pria maupun wanita dengan merangsang hipotalamus, yaitu bagian dari otak yang mengontrol pelepasan hormon melalui kelenjar hipofisis.

Menurut Kelley, orang di usia ini sebaiknya bangun tidur lebih awal dibanding usia dua puluhan, yaitu pukul 08.10.

Untuk makan malam, bisa dilakukan tak terlalu malam agar perut memiliki banyak waktu untuk mencerna makanan.

Kalau usia menaik, di empat puluhan, terjadi perubahan waktu untuk berhubungan seksual.

Menurut Kelley, malam hari adalah waktu yang tepat untuk bercinta.

Pada jam tersebut Anda sudah lebih relaks dan produksi oksitosin meningkat. Jangan tidur hingga larut malam karena keesokan harinya

Lantas di usia lima puluhan bagaimana?

Pada ini, waktu yang baik untuk bercinta juga tak jauh berbeda dengan usia empat puluhan tahun.

Kelley menganjurkan malam hari lebih pas untuk berhubungan seks karena pagi hari adalah waktu yang sibuk

Begitu juga dengan usia enam puluhan yang waktu terbaiknya adalah malam hari menjelang tidur adalah waktu terbaik untuk bercinta

Waktu ini berada antara makan malam dan sebelum tidur. Makan malam sebaiknya menjadi lebih awal, yaitu pukul 18.30 untuk meminimalkan gangguan pencernaan.

Setelah bercinta, hormon melatonin atau hormon tidur pun sehingga membuat waktu tidur yang sempurna.
Kelley menutup penelitiannya pada usia tujuhpuluha.

Tak berbeda dengan mereka yang berada di umur enam puluhan, di usia ini pun berhubungan seks sebaiknya dilakukan menjelang tidur.

Pada waktu ini Anda sudah memiliki waktu santai.

Usia ini tahun terkadang juga mengalami kesulitan tidur sehingga disarankan untuk tidur lebih awal
Terlepas dari waktu dan usia setiap orang tentu ingin memelihara gairah seksnya.

Gairah seks yang terus menyala dengan pasangan juga akan membuat Anda memiliki keseimbangan hidup.

“Hubungan seksual adalah sesuatu yang cuma Anda lakukan dengan pasangan sehingga itu adalah hal yang spesial,” kata psikolog klinis Ursula Ofman.

Salah satu hal yang harus dimiliki oleh seseorang adalah rasa yakin bahwa libido pasangan mereka akan terpancing saat bersamanya. “Masing-masing harus memiliki keyakinan ini sehingga mendorong rasa ketertarikan seksual,” kata Ofman.

Kejutan dalam hubungan seksual memang bisa menggairahkan api cinta yang mulai padam.

Namun, pasangan yang bahagia tahu mereka tak membutuhkan hal-hal besar untuk membuat gairah terus menyala.

Obrolan singkat di telepon saat makan siang, bergandengan tangan, atau mengirim pesan rayuan bisa membantu meningkatkan keintiman.

“Pasangan yang berbahagia akan lebih fokus pada apa yang mereka nikmati bersama secara positif saat bercinta, bukannya fokus pada apa yang tidak mereka sukai dari diri pasangan,” kata Jane Greer, psikolog.

Sikap positif tersebut akan membuat pengalaman seksual lebih memuaskan.

Siapa yang tak suka jika setiap kali sesi bercinta selalu seromantis dan “sepanas” dalam film. Namun, dalam dunia nyata, hal itu tak selalu terjadi.

“Jangan merasa hubungan seks harus selalu spektakuler. Ini bukan pertandingan olahraga. Seks adalah pengalaman yang intim bagi satu sama lain,” kata Ofman.

Tekanan untuk membuat hubungan seks sempurna hanya akan membuat semuanya berantakan, apalagi jika Anda dan pasangan tak terlalu sering bercinta.

Bukan berarti Anda harus berhubungan seksual jika tak ingin melakukan hal tersebut.

Pasangan yang berbahagia peka dan terbuka pada keinginan pasangan mereka dan bersikap responsif.

Misalnya, meski sebenarnya sedang tak mood untuk bercinta, jangan buru-buru mengatakan tidak, tetapi mengganti penetrasi seksual dengan pelukan dan ciuman mesra atau kontak seksual lainnya.