close
Nuga Bola

Van Gaal Akan Kembali Lagi ke Liga Primer?

Louis van Gaal  akan kembali ke Premier League?

Ya, itulah yang ditulis “daily mail,” hari ini, 19 Desember tentang makin dekatnya van Gaal untuk kembali ke Liga Primer.

Kembalinga van Gaal kali ini, masih menurut “daily mail,” dimaskuskan untuk melampiaskan dendamnya terhada Manchester United yang mendepaknya pada musim lalu.

Pria asal Belanda itu membuka peluang untuk kembali melatih klub Liga Primer Inggris untuk membalas dendam pada MU.

Van Gaal menghabiskan dua tahun di Old Trafford dan menutup musim terakhirnya dengan trofi Piala FA.

Namun, jabatannya dicopot manajemen klub yang memilih untuk mendatangkan Jose Mourinho.

Keputusan manajemen Setan Merah jadi pengalaman pahit yang tak akan pernah dilupakan Van Gaal.

Buktinya, pria enam puluh enam tahun itu masih menyimpan dendam untuk membalas perlakukan MU.

“Saya mungkin tidak akan melatih klub lagi. Namun, ada satu pengecualian. Jika ada tim besar di Inggris yang menawari saya pekerjaan, maka saya akan menerimanya,” kata Van Gaal kepada Daily Mirror.

“Karena dengan begitu saya punya kesempatan untuk mengalahkan Manchester United,” sambungnya.

Mantan pelatih timnas Belanda itu tidak mendendam pada Mourinho yang sempat jadi asistennya di Barcelona. Ia justru berang dengan perlakuan Wakil CEO MU Ed Woodward yang dianggap tidak jujur dalam mengambil keputusan.

“Ed Woodward seharusnya mendatangi saya untuk menyelesaikan masalah ini. Saya tidak punya masalah apa pun dengan Jose Mourinho,” ujarnya.

Media-media Inggris pun mulai melancarkan spekulasi jika Van Gaal benar-benar serius. Chelsea dan Arsenal dijadikan opsi kuat bagi Van Gaal untuk menuntaskan balas dendamnya kepada ManUtd.

Sementara itu, Jose Mourinho yang menjalani masa kepelatihan di MU secara terus terang menyatakan, telah meniru cara van Gaal.

Mou sendiri memulai karier sebagai asisten Louis van Gaal di Barcelona

Manajer asal Portugal tersebut mengaku banyak mendapat pelajaran dari Van Gaal kala masih menjadi “pembantu” di Barcelona .

Van Gaal dipecat dari dari Old Trafford karena dianggap gagal mendongkrak prestasi MU yang terpuruk sepeninggal manajer legendaris, Sir Alex Ferguson.

Uniknya, posisi Van Gaal justru digantikan muridnya sendiri: Mourinho. Prestasi MU di awal musim bersama Mou sempat mengkhawatirkan karena terlempar dari empat besar.

Namun, belakangan “Setan Merah” mulai bangkit dan berpeluang merebut satu tiket ke Liga Champions. MU kini hanya berjarak empat poin dari Liverpool yang menghuni posisi empat klasemen.

Peluang untuk empat besar terbuka lebar sebab tim arahan Mourinho masih menyimpan dua pertandingan lebih sedikit dari Liverpool.

Mantan pelatih Inter Milan dan Real Madrid itu pun tak memungkiri kerberhasilannya selama ini berkat meniru gaya kepelatihan Van Gaal.

“Saya tak butuh (asisten) yang selalu mengatakan ’Ya, Pak’. Saya ingin orang-orang yang memiliki gagasan sendiri,” kata Mourinho seperti dikutip Soccerway.

Asisten Mourinho dinilai berhak memberikan saran dan kritik sebelum atau sesudah bertanding. Namun, ia tak mengizinkan asistennya “bersuara” pada saat bertanding.

“Saya selalu mengatakan pada asisten saya: ‘Sepanjang pertandingan, saya ingin berpikir sendiri’. Saya tak ingin orang di samping saya berbicara pada saya. Dalam momen seperti itu, saya ingin menerapkan pengalaman, insting, dan firasat saya,” ujarnya.

Keputusan Mou ketika pertandingan berlangsung adalah mutlak. Hal inilah yang dipetik dari guru besarnya Van Gaal.

“Saya belajar hal itu di Barcelona bersama Mr. Van Gaal. Itulah yang dia tuntut dari asistennya,” ujarnya.