close
Nuga Bola

“Setan Merah” Masuki Jadwal Laga Berat

Manchester United, mulai pekan depan, setelah masa jeda Premier League selama tiga pekan, memasuki laga berat di pekan kedelapan, Minggu malam WIB 20 Oktober 2014, saat bertandang me markas West Bromwich Abion.

Setelah laga dengan Bromwich, empat pekan berikutnya MU akan menghadapi laga sensasional dengan , Chelsea pada 26 Oktober, kemudian Manchester City pada 2 November, Crystal Palace pada 8 November, dan Arsenal pada 22 November. Laga-laga melawan Chelsea, City, dan Arsenal jelas jadi laga krusial.

Setelah melewati tujuh pekan perdana dengan meraih tiga kemenangan, Manchester United ditunggu beberapa laga berat dalam beberapa pekan ke depan. Ini disebut bakal jadi ujian sesungguhnya untuk melihat sejauh mana kekuatan ‘Setan Merah’.

Hanya dua dari kelima laga tersebut yang akan berlangsung di kandang United, Old Trafford, yakni laga melawan Chelsea dan Crystal Palace. Sementara tiga laga lainnya akan berlangsung di kandang lawan.

Sejauh ini, United sudah sukses membukukan tiga kemenangan di kandang sendiri. Namun, mereka belum pernah meraih kemenangan di kandang lawan. Setelah bermain imbang melawan Sunderland di Stadium of Light, United kemudian imbang 0-0 dengan Burnley di Turf Moor, dan kalah dari Leicester City di King Power Stadium.

Laga melawan West Bromwich pada Senin mendatang akan jadi pembuktian bagi United, bisakah mereka meraih kemenangan tandang pertama musim ini?

“Saya pikir, ini akan jadi masa yang menarik. Ini akan jadi pekan-pekan yang menentukan, tapi juga menarik,” ujar eks kapten United, Gary Neville, kepada situs resmi klub.

“Kita akan melihat dalam beberapa pekan ke depan karena laga-laga melawan West Brom, Chelsea, dan City adalah pertandingan-pertandingan penting. Saya pikir, laga-laga itu akan jadi tolok ukur sejauh mana kekuatan tim ini musim ini.”

“Saya pikir, tidak mudah bagi United untuk lolos ke Liga Champions dan itu akan jadi pencapaian besar. Saat ini, kita memang berada di posisi keempat klasemen, tapi kita baru bisa melihat di mana layaknya kita berada dalam beberapa pekan ke depan.”

“Kita belum menghadapi tim yang benar-benar tangguh. Saya tahu, laga melawan Everton bisa diklasifikasikan sebagai laga berat, tapi, jika bicara soal laga berat, Chelsea dan City akan memberikan ujian yang sesungguhnya untuk melihat sejauh mana kekuatan tim ini,” kata Neville.

MU mengawali musim ini dengan kurang meyakinkan. Lima pertandingan pertama dilalui dengan hanya memetik satu kemenangan dan kalah di dua laga lainnya. Manajer anyar ‘Setan Merah’ Louis van Gaal beberapa kali menegaskan memang butuh waktu untuk menyuntikkan filosofi bermain yang baru untuk Wayner Rooney dkk.

Tapi MU mulai menemukan momentum, saat meraup dua kemenangan beruntun masing-masing dari West Ham United dan Everton. Bek kanan asal Brasil, Rafael, menilai timnya mulai memahami keinginan Van Gaal.

“Jika kami mulai memahami cara bermain, seperti yang sedang kami tunjukkan, dan ketika hasil-hasilnya positif, semuanya mulai berjalan dengan lancar dan pastinya kami punya kesempatan untuk memenangi titel,” kata Rafael kepada Perform dilansir soccerway.

Namun untuk mulai memberikan pesan kepada para rival, MU terlebih dahulu harus melewati tiga laga menjelang dengan baik. Dimulai dari West Bromwich Albion akhir pekan ini, kemudian Chelsea, dan Manchester City.

Rafael yakin jika mampu meraih angka penuh di laga ini, maka MU otomatis bakal masuk ke dalam persaingan gelar juara.

“Kami bakal menjalani tiga laga sulit, tandang melawan West Brom, setelah itu kami menghadapi Chelsea yang tengah memimpin klasemen, dan kemudian Manchester City di stadion mereka. Laga-laga ini akan sangat penting untuk kami,” lanjut Rafael

“Melawan West Brom kami perlu tampil dengan sangat fokus karena mereka menunjukkan performa yang bagus, kemudian kami menghadapi Chelsea di kandangnya dan City.”

“Kami perlu memikirkan tiga laga ini dan jika kami menang, kami akan dekat dengan pemimpin klasemen, mungkin di posisi kedua. Jadi kami perlu bersikap positif dan mencoba untuk memenangi tiga laga ini,” demikian bek 24 tahun ini.

MU saat ini menempati urutan empat klasemen dengan nilai 11 dari tujuh laga. Mereka tertinggal delapan angka dari Chelsea di posisi teratas dan hanya berjarak tiga poin dari City di urutan kedua.

Untuk merevolusi skuat dengan membeli pemain-pemain anyar, guna meregenerasi pemain Manchester United mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Langkah itu terntata tidak membenani pemain-pemain anyar miliknya.

Dengan harga mahal, muncul jika ada sorotan dan pertanyaan. Misal: “Pantaskah mereka dihargai semahal itu?” atau “Seberapa bagusnya, sih, mereka sampai dihargai semahal itu?”

Ada empat pemain didatangkan dengan harga mahal pada bursa transfer musim panas kemarin oleh United, yakni Ander Herrera, Luke Shaw, Marcos Rojo, dan Angel Di Maria. Sementara satu pemain lainnya, Daley Blind, didatangkan dengan harga relatif lebih murah.

Di luar kelimanya masih ada Radamel Falcao. Penyerang asal Kolombia ini didatangkan dengan status pinjaman selama semusim, namun gajinya terbilang mahal, yakni sekitar 200 ribu poundsterling per pekan atau sekitar Rp 3,8 miliar.

Sejauh ini, beberapa pemain dari keenam pemain tersebut sudah memberikan kontribusi positif. Di Maria misalnya. Pemain termahal sepanjang sejarah Premier League itu sudah menyumbang 3 gol dan 3 assist dalam 5 pertandingan.

Menurut eks penyerang United, Andy Cole, mengatakan bahwa Di Maria seperti tidak terpengaruh dengan harga mahalnya. Malah, Cole menilai bahwa harga Di Maria sepadan dengan kemampuannya

“Dia tidak terlihat kemahalan sama sekali,” ucap Cole di situs resmi United

Selain Di Maria, Herrera dan Blind terbilang menonjol. Jika Blind tampil sebagai pemain yang mengawali aliran operan United, Herrera tampil sebagai dinamo. Herrera tidak hanya mengalirkan operan dan membantu serangan, tapi juga sering turun membantu pertahanan dan memperebutkan bola di lini tengah.

Baru-baru ini, eks manajer United, Sir Alex Ferguson, mengatakan bahwa Herrera adalah pemain yang cukup tangguh dan gigih bertarung, meski tubuhnya tidak terlalu besar.

“Yang hebat dari mereka adalah mereka sepertinya tidak terbebani dengan jumlah uang yang dikeluarkan untuk membeli mereka. Persis seperti air di punggung seekor bebek saja,” ujar Cole lagi.

“Mereka menerima tekanan dan berani menghadapinya, dan mereka tampil baik sejauh ini. Sementara Di Maria jelas amat fantastis sejauh ini,” kata Cole