close
Nuga Bola

Louis van Gaal Meradang ke Gary Neville

Louis van Gaal, manajer Manchester United, tak mampu menahan amarahnya terhadap mantan kapten “Setan Merah,” Gary Neville, yang kini jadi komentator di “Sky TV,” setelah mengatakan, permainan klub Old Trafford itu ketika bertandang ke St. Mary’s, kandang Southampton, “jongkok” alias jelek.

Pernyataan Neville ini oleh Louis van Gaal dianggap sudah keterlaluan dan merupakan upaya menyerang eksistensi dirinya dan pemain. Dengan nada amat marah van Gaal meminta Neville–yang kini menjadi asisten pelatih tim nasional Inggris–tidak asal sembarang berkomentar mengenai ManUtd.

“Dia- menyebut Neville- dapat mengatakan apa saja karena dia merupakan mantan pemain Manchester United. Tetapi sebagai mantan pemain, dia harus tahu apa yang akan dikatakan,” ujar Van Gaal seperti dilansir dari “Mirror.”

“Anda dapat menginterpretasikan ini sesuka Anda. Tidak sulit bagi saya menuntut dia harus memperhatikan ucapannya,” lanjut Van Gaal.

ManUtd memang berhasil menang atas Southampton dua gol berbanding satu. Dua gol Setan Merah dicetak penyerang Belanda, Robin Van Persie. Namun, banyak pihak menilai kemenangan ManUtd di St.Mary itu adalah sebuah keberuntungan.

Skuat Setan Merah tak dapat mendominasi permainan dan hanya menciptakan tiga peluang yang mengancam gawang Southampton. Dua di antara tiga peluang itu kemudian berhasil menjadi gol.

Neville mengkritik mengenai cara dan upaya para pemain United mempraktikkan operan di antara rekannya di dalam lapangan hijau.

“Louis van Gaal akan kembali melihat video pertandingan tersebut dan berpikir mereka sangat buruk dalam melakukan passing, bahkan hampir sampai pada titik di mana Anda mulai menertawakannya,” ujar pria yang merupakan bagian dari akademi ManUtd.

Saking buruknya, operan-operan skuat ManUtd di St. Mary itu bahkan sampai membuat Neville frustasi dan menertawakannya dengan pahit.

“Saya tidak dapat mempercayai beberapa kali mereka salah oper. Di babak pertama mereka juga seringkali mengoper kembali ke daerah pertahanan sendiri,” kata Neville.

Neville pun menyoroti keputusan Van Gaal memainkan pemain di luar posisi asli mereka. Michael Carrick yang biasa bermain sebagai gelandang bertahan diturunkan menjadi bek sentral.

Selain itu Antonio Valencia dan Ashley Young yang selalu menjadi pemain sayap saat bermain di bawah Alex Ferguson justru diturunkan Van Gaal sebagai bek sayap.

“Para pemain muda, bermain di luar posisi mereka. Michael Carrick bermain sebagai bek tengah jadi anda dapat melihat mengapa keadaan di belakang sangat buruk dan tidak kondusif,” ungkap Neville menandaskan.

Sebelum kritik atas laga MU melawan Southampton, Neville juga dengan lancang menyuarakan ketidakpuasan pada mantan klubnya atas penjualan Dany Welbeck ke Arsenal.

“Ini bukan yang saya harapkan dilakukan oleh Man. United. Saya selalu berharap penjualan pemain dapat lebih terkendali,” ujar Neville yang kini menjadi salah satu staf pelatih di tim nasional inggris.

Neville mempermasalahkan mengapa United hanya mendapat enam belas juta juta pound. Selain itu, Arsenal yang menjadi rumah baru Welbeck, juga merupakan salah satu klub rival yang berkompetisi di Liga Primer.

Pemain yang dulu beroperasi sebagai bek kanan ini, menganggap United salah memperkirakan nilai Welbeck, begitu pula dengan pemain-pemain baru mereka.

“Ada bek kiri dan bek kanan yang dibeli dengan harga £15 juta, £14 juta, dan £13 juta pada musim panas ini. Mengapa mereka hanya mendapatkan uang £16 juta untuk Welbeck?”

Adik dari Phil Neville ini juga mengungkapkan kebingungannya atas penumpukan pemain di depan.

“Saya tidak tahu caranya mereka akan memasukkan Rooney, Di Maria, Van Persie, Falcao, Herreha, Januzaj, dan Mata ke dalam satu tim,” ujar salah seorang pembawa acara Sky Sport tersebut.

“Di satu sisi, saya senang karena mereka mendapatkan pemain kelas dunia. Namun ada kesalahan. Mereka telah membayar lebih mahal dari semestinya,” ujar Neville kala itu.

Sebelumnya, satu studi dari Oberservasi Sepakbola CIES yang berasal dari Swiss menunjukkan bahwa klub-klub besar Eropa membayar enam belas persen lebih mahal ketimbang lima tahun lalu.

Kepindahan Di Maria dari Real Madrid ke Manchester United, yang memecahkan rekor pembelian termahal oleh klub Inggris, dikatakan sebagai pembelian dengan inflasi tertinggi pada musim panas ini.

sumber : mirror, dailymail dan sky sport