close
Nuga Bola

Conte Cibirkan Kritik Mou Terhadap Chelsea

Antonio Conte tak ingin terjebak dalam perang saraf yang dilancarkan Jose Mourinho.

Ia bahkan mencibirkan pendapat Mourinho dengan mengatakan,“Tak ingin ‘permainan-permainan’ seperti itu dan tak mau memberikan respons.”

Conte  dengan tersenyum menolak  berbagai pendapat yang dilontar Mourinho, seperti ditulis “mirror,” hari ini, Selasa, 14  Februari 2017.

Conte menyatakan hal itu ketika ditanyai wartawan soal sindiran Mourinho.

Sebelumnya, Mourinho menyatakan Chelsea akan memenangi Liga Primer Inggris karena bermain defensif di bawah kepelatihannya dan mengandalkan serangan balik serta gol dari bola mati.

“Saya tak suka membalas ucapan pelatih lain,” kata Conte. “Saya tak suka guyonan ini. Ia memainkannya. Saya punya pengalaman untuk memahami hal-hal seperti ini.”

Chelsea sendiri baru saja ditahan imbang Burnleydi Turf Moor.

Hasil imbang tak mengubah posisi Chelsea di puncak klasemen Liga Primer dengan koleksi enam puluh poin.

Meski gagal memperlebar jarak, namun The Blues masih terpaut sepuluh poin dari rival terdekatnya Tottenham Hotspur dan Arsenal yang menguntit di peringkat kedua dan ketiga.

Conte mengingatkan para pemainnya bahwa mereka tak boleh lengah sama sekali meski mengantongi selisih cukup jauh dengan tiga belas  pertandingan tersisa.

Mantan allenatore Juventus itu juga meminta The Blues untuk terus menargetkan tiga poin di seluruh pertandingan tersisa mereka.

“Jika seseorang berpikir bahwa liga telah selesai, maka saya akan berkata kepada mereka: tidak.”

“Ada enam tim yang bisa memenangi liga. Semua hal bisa terjadi. Kami harus terus bekerja seperti ini, untuk mencari kemenangan dengan cara yang kami lakukan hari ini.”

Jose Mourinho menyindir media dan publik Inggris yang kini tergila-gila skema permainan Chelsea di bawah Antonio Conte yaitu mengandalkan serangan balik dan lini pertahanan kuat.

Mourinho merasa, ia lebih sering menerima cercaan ketika memainkan skema seperti itu saat masih menjadi arsitek The Blues.

Ucapan ini meluncur dari manajer asal Portugal itu setelah ia membawa Manchester United menang dari Leicester CIty di Stadion King Power

“Tim saya sedang bermain bagus. Tapi selama bertahun-tahun dalam karier saya — terutama di negara ini ketika tim asuhan saya tampil tanpa ampun dan fenomenal dalam bertahan serta sangat bagus dalam menyerang balik– selama berminggu-minggu saya akan mendengar bahwa taktik seperti itu tidak cukup, meski saya mengantarkan tiga gelar” kata Mourinho seperti dikutip dari ESPN FC.

“Tapi musim ini, sepertinya menjadi tim yang sangat fenomenal dalam bertahan dan menyerang balik adalah seni yang patut dihargai. Jadi ini adalah perubahan besar di Inggris.”

Ucapan Mourinho ini seolah menyindir Chelsea yang duduk di puncak klasemen Liga Inggris dengan hanya kebobolan tujuh belas gol dan mencetak lima puluh satu gol.

Di bawah Conte yang menerapkan skema tiga bek, Chelsea memang terkenal dengan kekokohan lini pertahanannya, meski saat ini Tottenham Hotspur yang baru kebobolan 16 gol masih jadi yang terbaik.

Sementara Mourinho yang menjalani musim pertama bersama The Red Devils, masih mempertahankan ciri khas timnya yang juga kuat dalam bertahan.

Sementara itu, kiper Chelsea Thibaut Courtois mengatakan timnya beruntung memiliki manajer seperti Antonio Conte.

Karakter Conte yang banyak maunya kepada para pemain The Blues dianggap justru membantu timnya tampil lebih baik.

Courtois mengungkapkan, Conte tak sedikit pun menurunkan standar permainan tinggi yang dia targetkan.

Padahal, Chelsea saat ini masih berada di puncak klasemen dengan jarak poin yang cukup jauh dari peringkat kedua.

“Sangat bagus memiliki manajer yang memiliki banyak keinginan,” tutur Courtois seperti dikutip dari Sky Sports.

“Anda harus berada dalam performa terbaik di setiap pekan dan itu yang membuat Anda bisa menjadi juara.”

Courtois mengatakan para pemain memiliki tujuan jelas karena memiliki manajer yang banyak menuntut.

“Jika Anda memiliki manajer yang tidak banyak menuntut, maka kadang Anda jadi lebih santai dan kalah dalam pertandingan,” terang kiper timnas Belgia itu.

Conte juga dikenal sebagai pelatih yang amat keras terhadap kemauannya terhadap para pemainnya.

Tangan  besi’ Conte justru bisa memotivasi para pemain untuk terus memberikan yang terbaik.

“Saya ingin meningkatkan kemampuan saya agar menjadi lebih baik lagi. Saya pikir saya berada di level yang sangat bagus, tapi saya tahu bisa meningkatkannya sendiri,” terang kiper berusia 24 tahun itu

elandang serang Chelsea Willian membenarkan manajer tim Antonio Conte dan Diego Costa pernah terlibat keributan hebat.

Kejadian itu pun disaksikan hampir semua para pemain Chelsea. Sebagai buntut keributan itu, Conte tak memainkan Costa saat The Blues menghadapi Leicester City.

Conte sempat menutupi adanya ketegangan dengan pemainnya itu dan mengatakan masalahnya hanya pada kesehatan Costa.

Menurutnya, pertengkaran itu memang karena masalah temperamen di antara Conte dan Costa.

“Mudah saja. Temperamen dari dua orang itu memang agak sulit, tapi sebenarnya mereka adalah orang yang baik,” terang Willian.

Willian sendiri mengaku respek dengan Diego Costa. Meski selama ini kerap dikaitkan dengan sejumlah konflik, pemain asal Brasil ini menegaskan Costa bukan sosok striker yang bermasalah.

“Bagi yang tidak mengenalnya, Diego Costa terkesan sosok yang garang, suka berkelahi, tapi itu hanya di lapangan,” terang Willian.

Di luar lapangan, kepribadian Costa jauh dari karakter itu. Pemain naturalisasi Spanyol asal Brasil itu disebutnya merupakan pribadi yang hangat dan humoris.

“Ia (Costa) selalu mengatakan kepada kami: ‘Saya memang seperti itu (garang) di lapangan, tak bisa saya ubah. Bahkan jika saya harus bermain lawan ibu saya, tetap saya akan bermain seperti itu.’ Ia adalah pria yang ingin selalu menang,” ungkap Willian.

Ia adalah pria petarung, selalu merebut bola, ingin mencetak gol dan itu keren.”

“Di luar lapangan, ia selalu bercanda dan senang bercengkerama dengan kami. Tak ada masalah di antara keduanya (Costa dan Conte),” pungkas Willian.

Tags : slide