Ranieri Buka Sisi Baik dari Jose Mourinho

Penulis: Darmansyah

Jumat, 7 Desember 2018 | 14:36 WIB

Dibaca: 1 kali

Dua hari menjelang laga Manchester United melawan Fulham di partai lanjutan Liga Primer di Old Trafford , pelatih Claudio Ranieri mengungkap sisi baik manajer Jose Mourinho sebagai sosok teman yang ramah dan sopan.

Ranieri menjelaskan pertemanan dengan juru latih asal Portugal itu.

Ranieri yang kembali menangani klub Inggris setelah berpisah dengan Leicester City mengaku mendapat ucapan selamat datang dari Mourinho.

“Dia adalah yang pertama memberi ucapan selamat datang kembali. Dia adalah teman yang sangat ramah. Dia mengatakan kepada saya, ‘selamat datang kembali, semoga Anda mendapat yang terbaik.’ Kami berbicara mengenai segala hal,” ujar Ranieri dikutip dari ESPN.

“Dia mengirimkan pesan teks. Terkadang kami berbicara langsung. Dia adalah orang yang fantastis. Saya sudah mengenalnya sejak lama, saat dia datang ke Chelsea dan di Italia, dan dia sangat sopan dengan saya. Dia adalah sosok pria, pelatih, manajer yang baik dan dia juga adalah sosok yang baik di sepak bola,” sambungnya.

Mourinho datang ke Chelsea pada 2004 menggantikan Ranieri yang sudah menjadi menangani The Blues sejak 2000. Pada 2017, Mourinho mengenakan inisial CR di baju yang dikenakan ketika Man United berlaga di Piala Liga untuk menunjukkan rasa solidaritas kepada pelatih asal Italia itu.

Mengenai performa Mourinho dan Man United, Ranieri mengatakan The Red Devils berangsur menampilkan performa yang menunjukkan perkembangan.

Untuk itu Ranieri berharap Fulham bisa bermain baik untuk meraih poin ketika bertamu ke Manchester.

“Kami akan kesulitan. Kami harus tampil sempurna. Manchester United adalah salah satu tim terbaik di Liga Primer, di Liga Champions mereka juga melakukan pekerjaan yang sangat baik. Mereka adalah tim yang fantastis,” ucap Ranieri.

“Kami ingin meraih poin di sana. Kami tahu itu sulit tapi tidak ada yang tidak mungkin,” tambahnya.

Fulham saat ini masih berada di posisi juru kunci Liga Primer Inggris. Dari lima belas kali main, The Cottagers baru meraih sembilan poin. Ranieri baru bergabung dengan Fulham pada  pertengahan November lalu menggantikan posisi Slavisa Jokanovic dan langsung memberikan kemenangan sekaligus memutus kekalahan

Sebelum laga melawan Fulham  Jose Mourinho menilai timnya tak butuh keajaiban untuk bisa bangkit dari posisi kedelapan Liga Inggris yang mereka duduki di klasemen saat ini.

Manchester United saat ini ada di posisi kedelapan klasemen Liga Inggris dengan nilai dua puluh dua  poin.

Mereka tertinggal  enam belas poin dari pemuncak klasemen Manchester City.

Selain itu, ‘Setan Merah’ juga tertinggal delapan angka dari batas zona empat besar yang kini ditempati oleh Arsenal.

“Saya tak tahu apakah saya sudah mengatakan sebelumnya atau tidak, namun bila saya menggunakan kata itu [keajaiban], maka hal itu bukanlah yang saya rasakan saat ini.”

“Kami tertinggal delapan poin dari peringkat keempat dan saya tidak berpikir bahwa kami butuh keajaiban. Kami butuh hasil bagus secara beruntun. Kami tidak seharusnya membuang poin [pada laga yang seharusnya bisa dimenangkan],” kata Mourinho seperti dikutip dari situs resmi klub.

Mourinho sempat menyatakan dirinya memasang target Manchester United untuk bisa duduk di posisi empat besar pada akhir tahun.

Namun dengan selisih delapan poin, ‘Setan Merah’ juga butuh hasil buruk tim lain untuk bisa mewujudkannya.

“Sebelum laga lawan Crystal Palace, saya berkata target saya adalah ada di posisi empat besar pada akhir Desember.”

“Targetnya memang berubah, namun tetap dalam upaya untuk mencoba mendekatkan diri dengan zona empat besar pada akhir Desember. Saya rasa hal itu masih jauh dari sebutan keajaiban,” tutur The Special One.

Kesempatan untuk bisa mendekatkan diri ada pada laga lawan Arsenal. The Gunners akan datang ke Old Trafford pada  malam ini, Rabu .

“Kami butuh sejumlah pemain tampil lebih baik, kami butuh tim kami tampil lebih baik namun saya rasa hal itu masih jauh dari sebutan keajaiban,” kata Mourinho.

Arsenal  sendiri bakal datang ke markas Manchester United, Old Trafford

Mereka diiringi rekor buruk jelang laga tersebut.

Arsenal memang berada dalam catatan bagus lantaran tak terkalahkan dalam sembilan belas laga terakhir yang mereka mainkan di seluruh kompetisi.

Pada akhir pekan lalu, Arsenal juga baru saja meraih kemenangan atas rival sekota, Tottenham Hotspur

Namun hal itu tak menjamin Arsenal bisa mulus menjalani laga tandang ke Old Trafford. Terlebih, The Gunners punya catatan buruk dalam laga lawan ‘Setan Merah’.

Dikutip dari Opta, Manchester United tidak pernah kalah dalam sebelas laga kandang terakhir lawan Arsenal dengan catatan delapan kemenangan dan tiga hasil imbang. Kemenangan terakhir Arsenal di Old Trafford adalah pada September dua belas tahun lalu ketika mereka menang

Pada musim lalu, Arsenal menelan kekalahan dari Manchester United pada laga kandang dan tandang. Manchester United menang  di Stadion Emirates dan berhasil unggul  di Old Trafford lewat gol menit akhir Marouane Fellaini.

Arsenal yang punya lini serang hebat juga seringkali tumpul bila menjalani laga tandang ke markas Manchester United.

Dalam tiga puluh sembilan kesempatan tandang terakhir ke Manchester, Arsenal hanya tiga kali mencetak lebih dari satu gol.

Namun ironisnya, pada tiga kesempatan tersebut, Arsenal justru selalu kalah.

Catatan buruk lain yang tak mendukung Arsenal adalah rekor pertemuan kedua manajer. Mourinho tidak pernah kalah dalam duel adu strategi lawan Unai Emery.

Dalam lima pertemuan sebelumnya, yang kesemuanya terjadi di Liga Spanyol, Mourinho mencatat empat kemenangan dan satu hasil imbang.

Komentar