close
Nuga Sport

Repsol Honda Bereaksi atas Krisis Timnya

Repsol Honda bereaksi langsung atas tuduhan bahwa timnya berada dalam suasana kacau balau akibat melorotnya impresifitas Marc Marquez dan munculnya tudingan “Baby Allien” bahwa Dani Pedrosa tidak layak lagi berada dalam tim.

Team Principal Repsol Honda, Livio Suppo, membantah kalau timnya sedang dilanda krisis pada sektor teknis dan gangguan atas kembalinya Dani Pedrosa usai sembuh dari operasi.

Seperti diketahui, rider andalan mereka, Marc Marquez, baru memetik satu kemenangan dan satu podium dari lima serie awal MotoGP musim ini.

Prestasi Honda di musim 2015 memang sangat kontras jika dibandingkan dengan sang rival, Movistar Yamaha. Diperkuat duet maut, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, Tim Garputala telah mengoleksi empat kemenangan. Raihan minor tim Sayap Merah pun membuat banyak pihak mempertanyakan performa motor RC213V.

Meski demikian, Suppo menepis semua anggapan miring tersebut. “Jangan terlalu didramatisir, kami hanya mengalami hari-hari yang buruk.

Jika tampil tanpa kesalahan di serie Qatar, lalu tidak salah memilih ban di Argentina dan terbebas dari cedera di Jerez, saya pikir Marc pasti bisa memenangi semua balapan itu. Kami hanya kurang beruntung, tidak ada krisis!” jelas Suppo mengutip dari dari GPOne, Selasa, 19 Mei 2015.

Suppo juga menyatakan kalau rider LCR Honda – yang merupakan tim satelit Honda – Cal Crutchlow, menjadi salah satu tolok ukur timnya selain Marquez.

“Kita tunggu saja sebelum bicara soal krisis dari segi teknis. Motor RC213V kami punya potensi besar, performa Cal Crutchlow bersama LCR telah membuktikan hal tersebut. Dia sangat impresif musim ini,” imbuhnya.

Dalam dua musim terakhir, kompetisi MotoGP Repsol Honda sulit tertandingi dan Marc Marquez selalu tampil menawan.

Pilar Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, meyakini hal tersebut tidak akan terjadi lagi, karena pada musim ini Yamaha memiliki mesin yang lebih hebat dari Honda.

Dengan kualitas dan kemampuan yang dimiliki, Marquez memiliki peluang yang besar untuk menjadi juara musim ini. Meski demikian, Lorenzo menilai hal itu tidak akan sepenuhnya didukung oleh kuda besi yang ditungganginya.

“Marquez selalu tampil dengan cepat, mesin Honda terlihat memiliki beberapa masalah. Bagi saya, itu adalah sesuatu yang mengerikan,” kata Lorenzo, seperti yang diberitakan Motorsport.

Juara dunia dua kali itu senang Yamaha telah berhasil meningkatkan kualitas mesin dengan sangat baik di saat Honda mengalami penurunan kualitas. Hal tersebut tergambar jelas pada hasil papan klasemen saat ini.

“Valentino dan saya, total telah memenangi tiga balapan. Hasil itu tidak akan terjadi kalau motor kami tidak cepat. Pencapaian kami telah membuktikannya,” papar rider asal Spanyol itu.

Terhadap aqndalnya mesin Yamaha, Valentino Rossi secara khusus memuji bos mekanik timnya, Silvano Galbusera.

Menurut The Doctor, Galbusera telah berkontribusi besar pada peningkatan performanya dalam dua musim terakhir di MotoGP.

Galbusera menggantikan kepala mekanik legendaris Yamaha Factory Racing, Jeremy Burgess sejak dua tahun terakhir. Hebatnya, dalam waktu relatif singkat, kerja sama keduanya sudah berbuah manis buat tim Garputala.

Sejak musim lalu, grafik performa The Doctor praktis terus meningkat. Bahkan, juara dunia tujuh kali MotoGP itu kini tengah memuncaki klasemen sementara pembalap musim ini.

“Silvano sangat penting bagi saya, karena kami bekerja sama dengan baik soal pengembangan Yamaha YZR-M1. Orang membicarakan talenta dan skill saya, tapi Silvano faktanya sangat berperan dalam kesuksesan saya. Chemistry yang terjalin di antara kami berdua sangat baik,” ungkap rider 36 tahun itu mengutip GP Update.

Rider Italia yang pernah berlaga di World Rally Championship tersebut juga merasa puas bisa kembali ke performa terbaiknya.

“Kerjasama ini mendukung saya untuk lebih kompetitif, apalagi saya sudah lebih baik ketimbang beberapa tahun lalu. Kini, saya merasa telah menemukan kembali penampilan terbaik dan berharap bisa terus konsisten di musim 2015 ini,” pungkasnya.

crash, gp update dan mcn