Hoax Jadi Musuh Bersama di Negeri Ini

Penulis: Darmansyah

Senin, 9 Januari 2017 | 10:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Hoax menjadi kampanye musuh bersama di negeri ini lewat perlawanan menentang penyebaran  berita palsu

Langkah terbaru dari “penguasa” adalah memblokir sebelas situs pekan lalu.

Dan atas dasar itu, secara spesifik  muncul rencana  memberikan barcode untuk media-media yang sudah terverifikasi sehingga memudahkan masyarakat dalam membedakannya dengan media “abal-abal” yang kerap menyebarkan hoax.

Dengan ada barcode-nya, berarti media itu trusted . Ini juga bertujuan meminimalisasi masyarakat dirugikan oleh pemberitaan hoax.

Barcode yang bersangkutan rencananya akan ditempelkan di media cetak dan online.

Warga bisa memindai barcode dengan ponsel untuk mengetahui informasi mengenai media yang bersangkutan, termasuk redaksi dan alamat.

Barcode verifikasi ini akan diluncurkan secara bertahap, mulai Februari mendatang

Selain barcode,  juga diusulkan agar ada peringatan dalam bentuk pop-up yang muncul apabila pengguna internet mengunjungi situs rawan hoax.

Kini  terdapat sekitar empat puluh tiga ribu situs yang mengklaim diri sebagai portal berita online.

Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita asli hanya berjumlah kurang dari tiga ratus.

Artinya, terdapat puluhan ribu situs berita online yang statusnya belum dapat dipastikan, apakah memang situs web dengan penanggung jawab resmi atau sekadar dimanfaatkan untuk menyebar berita palsu.

“Situs yang belum terverifikasi bukan berarti negatif, tapi ada yang diduga dimanfaatkan untuk menyebarkan hoax

Menerapkan sistem barcode untuk verifikasi media resmi.  Hal itu bakal membantu mewujudkan media online yang lebih berkualitas.

Karena pada dasarnya teknologi itu netral. Tergantung yang menggunakan saja. Soal barcode, implementasinya sedang dibicarakan dengan kami

Sejumlah pegiat media sosial dan anggota masyarakat sipil melakukan deklarasi Anti-Hoax dan sosialiasi soal dampak negatif hoax.

Deklarasi ini menanggapi maraknya peredaran berita palsu alias hoax di media sosial di Indonesia belakangan ini.

Anti Hoax awalnya bermula dari perlawanan netizen  yang berupaya memerangi hoax secara sporadis dengan membentuk grup-grup anti-hoax di media sosial.

Gerakan yang mulai bergulir ini lantas disatukan dalam wadah komunitas untuk melebarkan jangkauan hingga turut mencakup ranah online, dengan kegiatan, seperti sosialisasi dan workshop soal perlawanan terhadap hoax.

Komunitas  Anti-Hoax di masing-masing daerah bergerak secara independen sesuai dengan pendekatan yang diperlukan.

Bagaimana untuk ikut serta memerangi hoax?

Dianjurkan agar bergabung dengan sejumlah grup anti-hoax yang tersebar di media sosial seperti Facebook.

Selain itu, bisa juga melaporkan hoax lewat situs Turn Back Hoax .

Situs ini merupakan salah satu inisiatifa Anti Hoax untuk mempermudah anggota masyarakat yang ingin mengidentifikasi hoax, sekaligus berfungsi sebagai database aneka hoax yang beredar

Jumlah aduan yang masuk ke Turnbackhoax.id sudah mencapai ratusan ribu dalam sebulan terakhir. Ini menandakan gerakan anti-hoax sudah mulai berdampak ke masyarakati.

Inisiatif semacam ini bakal membantu pemerintah dalam mencegah peredaran hoax karena masyarakat bisa berperan aktif sebagai garda depan dengan menyaring mana informasi yang benar dan mana yang tidak.

Pemblokiran situs yang diduga penyebar hoax itu tahap akhir.

 

Komentar