Harga Emas Pada Hari Ini Kembali Berkilau

Penulis: Darmansyah

Kamis, 17 Januari 2019 | 08:29 WIB

Dibaca: 2 kali

Harga emas global di Comex Exchange New York, hari ini, Kamis, 17 Januari, kembali berkilau setelah sehari sebelumnya juga mengalami kenaikan.

Kenaikan kali ini, seperti ditulis laman keuangan “bloomberg,” berada di posisi tipis  karena ketidakpastian Brexit di Inggris dan penutupan sebagian pemerintah Amerika Serikat

Adanya ekspektasi jeda dalam siklus kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau The Fed juga mengangkat harga emas.

Menurut “bloomberg,”   harga emas di pasar spot naik  nol koma tiga persen  per ounce., sedangkan harga emas berjangka AS menguat nol koma empat persen  per ounce.

Emas berjuang untuk menembus level USD 1.300, meskipun permintaan fisik untuk koin emas telah meningkat di Inggris karena ketidakpastian tentang hubungannya di masa depan dengan Uni Eropa.

“Lingkungan makro masih terlihat sangat positif untuk emas, mengingat kami perkirakan dolar AS akan melemah dan The Fed kemungkinan tidak akan mulai menaikkan suku bunga hingga paruh kedua tahun ini,” kata Suki Cooper, analis logam mulia di Standard Chartered Bank.

Investor tetap khawatir ketika data yang lebih lembut dari seluruh dunia meningkatkan kekhawatiran bahwa ekonomi global melambat, menambah daya tarik untuk emas, dianggap sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan politik, kata para analis.

Risiko terhadap pemulihan ekonomi AS, termasuk penutupan sebagian pemerintah, telah memperluas permintaan hawkish di antara pejabat Federal Reserve untuk bersabar sebelum menaikkan suku bunga lagi. Emas cenderung naik karena ekspektasi suku bunga yang lebih rendah.

Sementara itu, pemerintah Perdana Menteri Inggris Theresa May memenangkan suara tidak percaya pada hari Rabu, yang berarti bahwa May sekarang akan terus maju untuk menemukan konsensus tentang bagaimana untuk melanjutkan rencana Inggris keluar dari Uni Eropa, setelah kesepakatan yang diusulkannya ditolak oleh parlemen.

Tak hanya harga emas, harga platinum naik  satu setengah persen per ounce, sementara perak naik nol koma satu persen .

George Gero, Direktur Pelaksana di RBC Wealth Management, mencatat permintaan tinggi dari industri mobil yang menggunakan paladium semakin banyak dan pasokan yang lebih rendah mendorong harga lebih tinggi.

Sehari sebelumnya, Rabu, 16 Januari,  harga emas berada di posisi stabil.

Harga emas hanya sedikit berubah pada perdaganganRabu pagi WIB setelah kesepakatan Brexit yang diusulkan oleh Perdana Menteri Theresa May ditolak parlemen.

Kenaikan bursa saham dan juga penguatan nilai tukar dolar AS membuat daya tarik logam layu.

Seperti ditulis laman keuangan “bloomberg,”   harga emas di pasar spot tidak berubah atau tetap  diposisi sebelumnya

Sementara harga emas berjangka AS ditutup turun nol koma dua persen

Anggota parlemen Inggris tidak sepakat akan rencana penyelesaiaan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) yang diusulkan oleh Perdana Menteri Theresa May. Sebanyak dua ratus tiga puluh sura menyatakan ketidaksetujuan.

Hal tersebut memicu pergolakan politik yang dapat menyebabkan rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa menjadi tidak teratur atau bahkan pembalikan keputusan yang telah dilakukan pada dua tahun sebelumnya.

“Sebenarnya masalah Brexit ini meningkatkan ketidakpastian geopolitik, tetapi fakta bahwa dolar AS naik dan bursa saham menguat telah meredam setiap rencana pembelian emas,” kata Bob Haberkorn, analis senior di RJO Futures.

Pasar saham utama dunia naik pada perdagangan Selasa, didukung oleh rencana China untuk memperkenalkan kebijakan untuk menstabilkan ekonomi yang melambat.

Harga emas menguat pada awal pekan ini didorong bursa saham global dan dolar Amerika Serikat yang tertekan. Akan tetapi, harga emas di posisi USD 1.300 per ounce belum dapat diraih.

“Jelas perhatian ekonomi global pada awal pekan ini tertuju pada China. Untuk pertama kali secara bulanan ekspor China turun dalam dua tahun ini. ”

“Ketidakpastian data ekonomi di Eropa dan kekhawatiran Brexit juga menambah sentimen di pasar,” ujar Analis Zaner Precious Metals dalam laporannya, seperti dikutip dari laman Marketwatch

Harga emas untuk pengiriman Februari naik . Pada Jumat pekan lalu, harga emas menguat  secara mingguan.

Pada perdagangan harian, harga emas sentuh level tertinggi . Namun, gagal raih posisi psikologis . Posisi level tersebut yang dapat mendorong momentum kenaikan harga emas.

Sementara itu, harga perak untuk pengiriman Maret bertambah tiga sen atau nol koma dua persen . Selama sepekan, harga perak merosot 0,8 persen.

Indeks dolar AS turun tipis nol koma satu persen . Pada pekan lalu, indeks dolar AS merosot nol koma enam persen.

Pelemahan dolar AS dapat menarik minat untuk aset berdenominasi dolar AS seperti emas bagi pemegang mata uang lainnya.

Komentar