Harga Emas Global Alami Lonjakan

Penulis: Darmansyah

Kamis, 16 April 2015 | 09:26 WIB

Dibaca: 0 kali

Perdagangan emas globa, hari ini, Kamis, 16 April 2015, mengalami lonjakan dari posisi terendahnya, setelah Amerika Serikat mengeluarkan beberapa data yang hasilnya cukup mengecewakan.

Kenaikan ini memang tidak berdampak pada harga di berbagai negara karena nilai tukar dolar AS masih perkasa.

Seperti dikutip “nuga” dari laman situs “The Bullion Desk,” Kamis, 16 April 2016, harga emas di pasar spot berakhir di level US$ 1.195 per ounce atau naik US$ 2,60 dolar dari perdagangan sebelumnya.

Emas diperdagangkan dalam kisaran yang sempit yaitu antara US$ 1.189 per ounce hingga US$ 1.197,5 per ounce.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas berada pada posisi terendah dalam dua minggu terakhir. Sentimen utama yang selama ini menekan emas adalah penguatan dolar AS.

Penguatan harga emas ini berdasarkan data yang dikeluarkan oleh otoritas di Amerika tidak sesuai dengan estimasi dari para analis.

Meski data-data yang dirilis mengecewakan, nilai tukar dolar AS masih kuat sehingga tidak bisa mendorong harga emas melonjak tinggi.

“Sebenarnya jika dilihat, permintaan fisik emas mengalami peningkatan karena menjelang Festival Akshaya Tritiya di India pekan depan. Namun karena dolar tetap perkasa maka harga emas tidak banyak bergerak,” jelas analis ICBC Standard Bank, Leon Westgate.

Dari China, angka pertumbuhan ekonomi yang baru saja dikeluarkan berada di level tujuh persen.

Angka tersebut merupakan level terendah dalam enam tahun terakhir. Namun pelaku pasar memang sudah mengantisipasi hal tersebut sehingga tidak terlalu mempengaruhi harga emas.

Sentimen yang mempengaruhi pergerakan harga emas lainnya adalah hasil negosiasi utang Yunani.

Memang, telah ada kesepakatan baru antara Yunani dan IMF mengenai utang, namun negara tersebut harus berhadapan kembali dengan Eropa. Kemungkinan besar Yunani tetap tidak mau mengikuti syarat-syarat yang diberikan oleh Eropa terkait penghematan.

Presiden Fed St Louis, James Bullard mengatakan jika suku bunga dinaikkan dan membuat risiko bagi perekonomian maka The Fed dapat kembali menurunkan suku bunga. Tetapi yang mesti diingat bahwa semua hal tersebut tergantung data ekonomi yang membaik dan kita tahu bahwa ekonomi terlihat masih belum merata.

Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi mengatakan pada hari Rabu bahwa sebanyak 1,1 triliun euro telah dikeluarkan sebagai program pelonggaran kuantitatif yang berfungsi untuk membantu meningkatkan inflasi. Emas secara historis telah digunakan sebagai alat lindung nilai terhadap biaya yang bergerak tinggi.

Menteri keuangan Jerman, Wolfgang Schaeuble dalam pidatonya di New York, mengatakan kepada Dewan Hubungan Luar Negeri bahwa ia berpikir tidak mungkin Yunani akan mencapai kesepakatan dengan zona Eropa pada pertemuan pekan depan di Latvia atau kapan saja dalam beberapa minggu mendatang.

Dampak dari kenaikan harga emas global ini dirasakan dalam perdagangan emas domestik oleh PT Aneka Tambang Tbk atau Antam.

Harga emas Antam mengalami kenaikan Rp 3.000. Harga emas Antam ukuran satu gram naik bertengger di angka Rp 550.000.

Untuk harga beli kembali juga mengalami kenaikan Rp 3.000 ke angka Rp 490.000 per gram.

Sementara harga emas 2 gram dibanderol Rp1.060.000 atau Rp530.000 per gram. Emas ukuran 2,5 gram dijual Rp1.315.000 per bar, dengan harga per gram Rp523.000. Emas 3 gram dihargai Rp1.572.000 per bar, dengan harga per gram Rp524.000.

Emas ukuran 4 gram dijual Rp2.084.000 per bar, dengan harga per gram Rp521.000. Emas 5 gram dibanderol Rp2.605.000 per bar atau Rp521.000 per gram.

Emas 10 gram dijual Rp5.160.000 per bar atau Rp516.000 per gram. Emas 25 gram dijual Rp12.825.000 atau Rp513.000 per gram. Emas 50 gram Rp25.600.000 per bar atau Rp512.000 per gram.

Sementara emas ukuran 100 gram dibanderol Rp51.150.000 per bar atau Rp511.500 per gram. Emas 250 gram Rp127.750.000 atau Rp511.000 per gram. Lalu emas ukuran 500 gram dijual Rp255.300.000 atau Rp510.600 per gram

logam mulia.com, marketwatch dan reuter

Komentar