close
Nuganomics

Dollar AS Melemah, Emas Kembali Menguat

Untuk pertama kalinya dalam dua pekan terakhir, harga emas dunia di Mercanthil Exchange Comex, New York, harri ini, Kamis, 06 September, menguat bersamaan dengan melemahnya dollar Amerika Serikat.

Harga emas berada di atas seribu dua ratus dollar per ounce seiring kekhawatiran negosiasi sektor perdagangan dan dolar Amerika Serikat  yang melemah.

Seperti ditulis laman ekonomi dan keuangan terkenal “Bloomberg,” Kamis pagi WIB, harga emas untuk pengiriman Desember naik nol koma dua per ouncei usait turun nol koma enam persen.

Kekhawatiran tentang sengketa tarif terutama antara AS dan Kanada, serta China telah ganggu pasar.

Prospek ekonomi negara berkembang juga mendorong serentetan kecemasan baru-baru ini di wall street. Bursa saham AS atau wall street pun tertekan.

“Sentuhan daya tarik safe haven, seiring pasar negera berkembang melemah menekan pasar saham. Hal ini memberikan secercah harapan untuk harga emas,” ujar Stephen Innes, broker OANDA, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis pagi WIB.

Sementara itu, indeks dolar AS turun nol koma tiga persen

Indeks dolar AS diperdagangkan lebih tinggi nol koma satu persen.

Sebelumnya, dolar AS menguat usai laporan manufaktur dari Institute for Supply Management pada Agustus mencapai level tertinggi dalam empat belas tahun.

Manufaktur AS capai level enam puluh satu koma satu persen dari posisi Juli sekitar lima puluh delapan koma satu persen.

Seperti diketahui, jika level lebih dari lima puluh artinya menunjukkan kegiatan aktivitas meluas.

“Harga emas turun di bawah level USD 1.200 karena fundamental AS menguat usai data manufaktur positif sehingga menegaskan laju stabil ekonomi AS,” tutur Alfonso Esparza, Analis OANDA.

Ia menuturkan, risiko perang dagang karena tarif tambahan AS terhadap barang impor China juga masih pengaruhi harga emas.

Sementara itu, harga perak untuk pengiriman Desember naik . Harga tembaga menguat Sedangkan harga platinum bertambah .

Sehari sebelumnya harga emas sempat melemah dipicu penguatan dollar

Ini seiring meningkatnya ketegangan perdagangan global dan kekhawatiran ekonomi di pasar negara berkembang.

Harga logam kuning ini telah turun sekitar delapan persen tahun ini seiring meningkatnya suku bunga AS, sengketa perdagangan dan krisis mata uang Turki.

Para investor memarkir uang mereka dalam dolar, yang dipandang sebagai aset safe-haven

“Krisis ekonomi pasar yang muncul membuat mata uang sangat lemah dan menguntungkan dolar, yang terus menekan emas,” kata Peter Fung, Kepala Perdagangan Wing Fung Precious Metals di Hong Kong.

Mata uang termasuk peso Argentina, lira Turki, Rand Afrika Selatan, real Brasil, rupiah Indonesia dan rupee India telah menderita dalam beberapa pekan terakhir.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang, mencapai posisi tertinggi sejak Agustus.

“Emas harus melacak pergerakan dolar dan ekspektasi suku bunga juga membebani logam mulia,” tambah Fung.

Dolar AS yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, dengan permintaan safe-haven untuk emas tahun ini dibayangi greenback.

Tags : slide