Lima Puluh Juta Akun Facebook Dibobol

Penulis: Darmansyah

Senin, 1 Oktober 2018 | 14:31 WIB

Dibaca: 1 kali

Facebook mengungkapkan ada lima puluh juta akun penggunanya yang dibobol peretas

Fakta terbaru ini terungkap saat peretas diketahui berupaya membobol tiga peranti lunak demi mengambil alih ‘token’ yang berfungsi laiknya kunci digital untuk mengakses akun pengguna.

CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan pihaknya menemukan ada pelanggaran yang janggal sejak Selasa  dan disebut berhasil menambalnya tepat dua hari setelahnya yakni pada Kamis.

“Ini merupakan masalah serius. Hanya kami tidak tahu apakah ada akun yang benar-benar disalahgunakan oleh para peretas,” ungkap Zuck seperti dirangkum AFP.

Sebagai upaya pencegahan, untuk sementara Facebook menghapus fitur ‘view as’ pada laman akun pengguna. Facebook mendeskripsikan fitur ini sebagai alat privasi yang memungkinkan pengguna melihat profil mereka sendiri untuk dilihat oleh orang lain.

Zuck memastikan pihaknya telah memperbaiki isu kerentana tersebut. Facebook disebut juga telah melaporkan permasalahan ini kepada pihak berwajib.

“Sudah jelas bahwa peretas mengeksploitasi kerentanan yang ada pada kode Facebook,” ungkap wakil presiden manajemen produk Guy Rosen.

Untuk 50 juta akun yang diretas, Facebook telah meresetnya sehingga pengguna akan diminta untuk memasukkan kembali kata sandi saat hendak mengaksesnya.

Akibat masalah ini, Facebook diminta bersiap untuk menghadapi masalah hukum lantaran dianggap tak mampu melindungi privasi dan keamanan data penggunanya.

“Ini merupakan indikator serius bagi Kongres untuk mengambil tindakan demi melindungi privasi dan keamanan data pengguna media sosial,” ucap senotar dari Partai Demokrat Mark Warner.

Dalam unggahan di akun pribadinya, Zuck mengakui jika pihaknya akan menghadapi tuntutan hukum terkait hal ini.

“Kami menghadapi serangan dari orang-orang yang ingin mengambil alih akun hingga mencuri informasi para pengguna di seluruh dunia,” tulis Zuck.

Facebook mengatakan pihaknya juga menempuh upaya pencegahan untuk mereset akss terhadap 40 juta akun lain yang kemungkinan rentan diretas. Sebagai imbasnya, pengguna akan diminta untuk memasukkan ulang surel atau nomor telepon dan kata kunci (password) mereka.

Kabar pembobolan ini menyusul isu keamanan data besar-besaran yang sebelumnya melibatkan Facebook dan Cambridge Analytica. Akibat kasus tersebut, Facebook menghadapi tuntutan dari sejumlah negara terkait isu keamanan dan privasi data pengguna.

Sementara itu sahan Facebook merosot usai ditinggal dua pendiri Instagram. Dua pendiri Instagram itu adalah Kevin Systrom dan Mike Krieger).

Scott Kessler, seorang analis dari CFRA mengatakan keputusan Kevin dan Mike meninggalkan Instagram berkaitan dengan gesekan yang selama ini terjadi dengan CEO Mark Zuckerberg.

“Menurut kami alasan keduanya hengkang mungkin karena mereka menginginkan Instagram bisa berjalan lebih mandiri daripada yang diidamkan perusahaan induk,” ungkap Kessler seperti dilaporkan Reuters.

Ia juga mengatakan kepergian kedua pendiri Instagram tersebut bisa memberikan efek negatif untuk bisnis Facebook.

Laporan Bloomberg mengatakan keduanya merasa frustasi dengan meningkatnya keterlibatan Zuckerberg terhadap Instagram.

Padahal di sisi lain, dalam beberapa kesempatan ia kerap mengatakan Instagram tengah disiapkan untuk menjadi masa depan Facebook.

Hengkangnya dua pendiri Instagram yang terkesan tiba-tiba semakin memperkuat anggapan mengenai ketidak harmonisan hubungan Zuck dengan anak perusahaan yang diakuisisinya.

Di awal tahun lalu, pendiri WhatsApp Jan Koum dan Brian Acton juga memilih angkat kaki setelah Facebook mengganti beberaa jajaran eksekutif perusahaan.

Menyoal ketidakcocokan sejumlah pendiri anak perusahaan dengan sosok orang nomor satu Facebook, Jonas Kron, investor dari Trillium Asset Management sebelumnya sempat menyarankan Zuckerberg untuk menunjuk ketua dewan dari kalangan independen untuk mengawasi kinerja manajemen.

“Sejauh ini Zuckerberg menggunakan lebih banyak kekuatannya dan kurang akuntabel, hal inilah yang perlu digarisbawahi bahwa perusahaan butuh ketua dewan dari kalangan independen,” ungkap Kron pada Juli lalu dalam sebuah kesempatan.

Systrom sebelumnya menuliskan kepergiannya dan Krieger lewat blog Instagram. Dalam tulisannya, ia tidak mengatakan alasan di balik hengkang dari perusahaan yang telah memiliki satu miliar pengguna aktif bulanan tersebut.

Ia mengatakan rencana kedepan akan mengambil cuti dan berupaya menciptakan layanan yang relevan dengan kemajuan dunia. Instagram merupakan salah satu perusahaan yang diakuisi Facebook mengakuisi pada enam  tahun lalu dengan nilai tebusansatu miliar dollar.

Komentar