Google Doodle, Penfield, dan Roti Bakar

Penulis: Darmansyah

Jumat, 26 Januari 2018 | 15:05 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini Google Doodle merayakan ulang tahun keseratus dua puluh tujuh dokter syaraf terkenal dari Kanada, Wilder Penfield.

Dialah yang mengembangkan dasar perawatan bagi penderita epilepsi, yang disebut Prosedur Montreal.

Saat bekerja sebagai ahli syaraf di Institut Ilmu Syaraf Montreal di Universitas McGill, Penfield punya seorang pasien perempuan yang mengaku mencium roti bakar gosong sebelum kejang.

Penfield kemudian menyadari bahwa dia bisa menggunakan aroma halusinasi itu untuk mencari bagian otak yang menyebabkan kejang dan menghentikannya.

Saat pasiennya tetap sadar, tapi diberikan pembiusan lokal, Penfield menggunakan elektroda untuk merangsang bagian otak, bertanya apa yang dirasakan pasien, melihat, mendengar, dan mencium aroma.

Saat dia menyatakan, “Saya mencium roti bakar gosong!” Penfield menyatakan bahwa dia sudah menemukan pusat epilepsinya. Dia mengeluarkan secuil jaringan otak yang dimaksud dan perempuan itu tak pernah kejang lagi.

Penfield dan koleganya, Herbert Jasper, menerbitkan satu paper mengenai metode itu  dan sejak itu telah banyak membantu memulihkan banyak pasien epilepsi.

Tentu saja ada banyak macam epilepsi dan Prosedur Montreal tidak bekerja pada segala macam epilepsi.

Tapi apa yang dicapai oleh Penfield telah membuat perubahan signifikan bagi banyak orang.

Dalam proses Prosedur Montreal, Penfield menyusun suatu peta mendetail di mana fungsi sensor dan motorik terjadi di otak dan area mana untuk menerima input ke otak serta mengirimkan output dan ke bagian tubuh yang mana.

Penfield juga menemukan penggunaan elektroda untuk merangsang temporal lobes, secara khusus, dapat memproduksi sensor memori yang sangat kuat, seperti mencium bau roti bakar gosong tadi.

Dalam gambar animasi laman Google Doodle tterasa lebih sempurna

Gambar animasi merup[akan gabungan dari  seorang pria, otak, mata dan roti yang terbakar api.

Doodle menempatkan desain logo di laman pencariannya hari ini  dengan hal-hal yang identik dengan Wilder.

Pada desain yang mengambil tema warna cokelat ini, karikatur wajah WIlder menjadi huruf “o” pertama untuk tulisan Google.

Huruf “o” kedua diwakilkan oleh gambar otak yang disertai dengan siluet mata dan hidung di sebelah bawah kanan huruf itu.

Untuk huruf “g” kedua, Google menempatkan desain gambar roti yang dipanggang.

Dalam laman Google Doodle, Wilder disebutkan berhasil menemukan memetakan otak dan teknik operasi otak terbaik untuk mengobati penyakit epilepsi.

Tidak heran atas penemuannya ini Wilder sempat dijuluki “warga Kanada paling hebat”.

Wilder sendiri memilih jalan untuk menjadi ahli bedah saraf dengan menimba ilmu di Universitas Oxford di Oxford, Inggris serta di Universitas Princeton di Princeton, Amerika.

Setelah selesai dengan pendidikannya, ia kembali ke kampung halaman dan menjadi ahli bedah saraf di Montreal, Kanada.

Pada tahun pertama berdirinya Montreal Neurological Institute di sana.

Dia mempelajari teknik tentang obat karena meyakini hal itu adalah cara terbaik untuk menjadikan dunia lebih baik.

Pembelajarannya terlihat tujuh belas tahun kemudian saat dia menguji satelit listrik untuk mengobati aktivitas kejang di otak pada saat pasien dalam keadaan sadar.

Eksperimen yang diberi nama Prosedur Montreal ini memimpin Wilder menemukan bagian fisik otak yang dapat membangkitkan memori, seperti bau roti bakar yang terbakar.

Penemuannya ini membawa status Kanada naik dalam peringkat kesehatan global dan sains.

Komentar