“Saya Kecewa Hasil dari Red Bull Ring”

Penulis: Darmansyah

Selasa, 16 Agustus 2016 | 10:32 WIB

Dibaca: 1 kali

Valentino Rossi tak bisa menyembunyikan kekecewaannya yang gagal mendapatkan  podium di MotoGP Austria, Minggu, setelah kalah bersaing dengan rekan setimnya di Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo.

Rossi sempat memimpin balapan di Sirkuit Red Bull Ring.

Namun, The Doctor kemudian melakukan kesalahan dan melorot ke posisi keempat di belakang Lorenzo dan duo Ducati, Andrea Iannone serta Andrea Dovizioso.

Rossi mengatakan sudah berusaha keras untuk memberikan tekanan kepada Lorenzo. Pebalap 37 tahun itu mengaku kecewa gagal meraih podium ketiga yang akhirnya direbut Lorenzo.

“Sangat disayangkan saya tidak mampu melawan Lorenzo. Saya ingin berusaha meraih podium, tapi tidak bisa melakukannya. Tentunya saya tidak senang dengan hasil ini,” ujar Rossi seperti dikutip dari situs resmi MotoGP.

“Tapi, secara keseluruhan ini akhir pekan yang bagus. Kami cukup kompetitif di trek yang kurang cocok untuk Yamaha. Jarak dengan pebalap terdepan juga tidak terlalu jauh,” sambungnya.

Walaupun finis di posisi empat, Rossi memuji kemampuan Ducati dalam mengontrol penggunaan ban selama pekan di Spielberg, Austria. Rossi menganggap, kemampuan mengontrol penggunaan ban menjadi salah satu kunci Ducati menguasai Red Bull Ring.

Rider Ducati, Andrea Iannone memutuskan untuk menggunakan kombinasi ban soft dan medium untuk balapan di Red Bull Ring. Dengan kombinasi tersebut, nyatanya mampu membuat rider asal Italia itu menjadi yang tercepat di balapan.

Sejatinya, Rossi mengaku sempat ingin menggunakan strategi yang sama. Namun mengingat banyaknya lap yang akan ditempuh membuat The Doctor –julukan Rossi– kembali menggunakan kombinasi ban medium dan hard.

“Iannone sudah memilih ban soft  saya sudah tahu. Ini juga menjadi pertimbangan kmai. Ducati memiliki control ban yang lebih baik dari biasanya,” kata Rossi, seperti dikutip dari Speedweek .

Rider asal Italia  secara bergurau mengatakan itu merasa dibohongi oleh pembalap Tim Ducati, Andrea Iannone.

Iannone menjadi satu-satunya pembalap yang menggunakan jenis ban berbeda Rekan setim Andrea Dovizioso itu memutuskan untuk menggunakan ban jenis lembut untuk depan dan medium di belakang.

Sementara itu, seluruh pembalap menggunakan ban keras untuk bagian belakang. Rossi menganggap bahwa pemilihan ban tersebut membuat Iannone mampu menjadi yang tercepat saat balapan.

“Saya pikir kami semua membalap dengan ban keras. Saat saya tahu hal itu, saya merasa dibohongi,” ujar Rossi singkat, seperti dilansir dari Speedweek

Rossi juga memiliki tujuan  untuk mengudeta posisi dua klasemen sementara yang saat ini ditempati oleh Lorenzo.

“Saya empat puluh tiga poin di belakangn Lorenzo. Sulit untuk memangkas poin. Tapi musin masih panjang. Kami akan tampil semaksimal mungkin, kami akan berusaha, karena ini juga menyangkut perebutan tempat kedua antara Lorenzo dan saya,” jelas Rossi, seperti dikutip dari Speedweek.

Selanjutnya MotoGP akan tampil di GP Republik Ceko pekan depan.

Rossi mengaku optimistis tampil di Sirkuit Brno, trek di mana pebalap asal Italia itu meraih kemenangan pertamanya di ajang Grand Prix pada dua puluh tahun silam.

“Brno trek hebat, di mana saya menang kali pertama. Tapi, tahun lalu saya tidak terlalu kuat, jadi saya penasaran melihat apakah saya bisa kompetitif tahun ini,” ucap Rossi.

Terkait ancaman Ducati, Rossi yakin Iannone dan Dovizioso akan kembali tampil kuat di GP Republik Ceko.

“Iannone dan Dovizioso akan sangat kuat di Brno, karena trek ini memiliki banyak jalur lurus. Jadi, saya pikir kami harus tetap mewaspadai mereka,” ucap Rossi.

Berlainan dengan Rossi,  Lorenzo mengaku merasa seperti memenangi balap MotoGP di Austria pada akhir pekan ini ketika menyudahi lomba  di urutan ketiga–di belakang duo Ducati, Andrea Iannone dan Andre Dovizioso.

Namun, ada alasan bagi Lorenzo untuk mengungkapkan hal tersebut.

“Jelas sekail ketika anda telah banyak memenangi balapan seperti saya, finis ketiga bukanlah sebuah kemenangan. Tetapi kami merasa tempat ketiga saat ini seperti kemenangan karena Ducati hampir seperti berada di dunia lain selama tes, akhir pekan, dan saat balap,” tutur Lorenzo usai balap di Austria seperti dikutip dari Motorsport.com.

Iannone menjadi yang tercepat finis dalam sesi balap di sirkuit Red Bull Ring

Adapun Lorenzo yang finis di urutan ketiga.

“Ini masih tetap hasil yang hebat, dan kami sangat bahagia. Saya sangat senang,” kata Lorenzo.

Selain itu, hal yang membuat Lorenzo senang karena dia bisa memotong selisih poin dengan pebalap Repsol Honda Marc Marquez yang berada di puncak klasemen MotoGP.

Komentar