close
Nuga Sport

Rossi Senang Bila Marquez Lampui Dirinya

Valentino Rossi senang dengan prediksi para pengamat balap motor bahwa Marc Marquez akan bisa melampui capaiannya di balapan MotoGP. Prediksi ini dikemukakan para pengamat setelah Marquez mampu mendapat capaian juara di empat seri awal MotoGP 2014 dengan sempurna.

Memenangi empat seri pertama, pebalap Repsol Honda tersebut kini memuncaki klasemen dengan poin sempurna

Atas capaiannya ini Marquez dinilai punya potensi besar untuk meraih sukses besar dalam kariernya di MotoGP. Rider dan diprediksi bisa mengejar torehan karir Valentino Rossi.

Kevin Schwantz yang yang pernah menjadi juara dunia MotoGP di kelas primer di awal tahun sembilan puluhan setuju bila Marquez akan terus menjadi juara, dan telah mengoleksi gelar dunia di tiga kelas berbeda.

Menilik laju dan performa Marquez saat ini Schwantz pun percaya ia bisa mematahkan rekor-rekor Rossi, sembilan gelar juara dunian di seluruh kelas dan 80 kemenangan di kelas primer.

“Ia akan dibanding-bandingkan dengan Rossi sampai ia bisa melampaui si nomor 46. Marc masih muda dengan satu gelar juara dunia MotoGP, dan saya pikir Valentino meraih gelar terakhirnya pada tahun 2009 ketika ia berusia tiga puluh tahun. Dan ia masih membalap di umur 35,” kata Schwantz dalam wawancara dengan MCN.

“Jika bicara soal usia puncak seorang pebalap itu berate antara 20 dan 30 than. Maka entah bagaimana potensi Marc nanti. Marquez bisa meraih lebih banyak dari tujuh titel MotoGP seperti yang dipunyai Valentino.

Marc merupakan seorang pebalap yang kini sedang terus-terusan menang dan masih belajar, dan ia berpikir bahwa tak ada yang tidak dapat ia lakukan,” ujarnya.

Dalam tahun ini selain Marc yang bersinar pPebalap Movistar Yamaha Valentino Rossi juga mencatat kemajuan besar dalam jumlah poin, dibanding tahun lalu. Pebalap Italia ini mengoleksi poin lebih banyak, disusul Stefan Bradl dari tim LCR Honda..

Di luar peringkat sepuluh besar, Hiroshi Aoyama yang memperkuat tim Aspar jadi pebalap dengan selisih raihan poin paling besar dibanding musim lalu.

Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo adalah pebalap di peringkat sepuluh besar yang mengawali musim ini lebih buruk dibanding tahun lalu. Pedrosa yang musim lalu memimpin klasemen setelah empat balapan, kini berada di posisi dua dengan poin lebih sedikit. Sementara Lorenzo turun dua posisi dan lebih kecil.poinnya.

Sementara itu Roosi mengatakan, masa depan Marc Marquez di Honda yang belakangan ini dispekulasikan tidak membuatnya kaget.

“Marquez nantinya menghabiskan kariernya di tim pabrikan Jepang itu,” kata Rossi.

Marquez tampil begitu superior pasca ditunjuk sebagai pengganti Casey Stoner. Puncaknya saat pebalap muda berkebangsaan Spanyol ini merebut titel juara dunia yang pertama di musim perdananya di MotoGP.

Di musim keduanya pun, performa Marquez tidak surut. Marquez dijagokan kembali juara setelah mencetak 100 persen kemenangan di empat seri pembuka di Qatar, Austin, Argentina, dan terakhir Spanyol.

Kontrak Marquez akan habis pada akhir musim ini. Si pebalap sempat mengungkapkan bahwa dirinya belum mau mencoba tantangan baru bersama tim lain.

Rossi bergabung Yamaha di 2004 setelah tiga kali beruntun tampil juara dunia bersama Honda. Namun, si pebalap tidak mengira bahwa Marquez akan mengikuti jejaknya suatu hari nanti.

“Saya tidak tahu, jujur saya, situasinya di Honda sekarang. Tapi mungkin sekarang sudah berubah dari masa lalu. Di 2003, aku hanya butuh motivasi yang berbeda, itu sesuatu yang ada di dalam diri Anda, di hati Anda,” ucap Rossi yang dilansir Crash.

“Itu adalah sebuah pilihan hebat buatku bergabung Yamaha. Aku pikir setiap pebalap pasti memiliki sebuah cerita yang berbeda, karier yang berbeda, dan kata hati yang berbeda pula.”

“Aku pikir Marc bisa saja di Honda di sepanjang kariernya jika dia memang merasa nyaman,” nilai juara dunia MotoGP enam kali itu.

sumber : crash, msn dan autosport